Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Seminar Pendidikan

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Institut Ibu Profesional Banten dengan bangga mempersembahkan : Seminar Parenting dengan tajuk *“ Mendidik Anak sesuai Fitrah “* Dalam Rangka melaksanakan  Wisuda Kelas Matrikulai Batch 5 dan Kelas Bunda Sayang tahun 2018. Yang akan dilaksanakan di : *Kebon Kubil Resto & Party* Pada hari &  tanggal : *Sabtu / 18 Agustus 2018* *Pkl. 08.00 – 13.00 WIB* Seminar dengan peserta terbatas ini sekaligus sebagai upaya dari Komunitas Ibu profesional Banten untuk  mengenalkan kepada Ayah bunda, bahwa  esensi pendidikan sejati adalah pendidikan berbasis fitrah.  Tugas kita sebagai orang tua  adalah menemani anak-anak kita menjaga fitrahnya, menyadari fitrahnya lalu membangkitkannya menjadi peran-peran sesuai fitrah yg Allah kehendaki itu Pembicara dalam Seminar ini adalah *Ustad Harry Santosa*  yang merupakan _Pakar pendidikan anak berbasis Fitrah sekaligus penulis Buku Best Seller “ Fitrah based Education”_ ...

Nol Sampah

Gambar
Sampah?? Bagi saya pribadi sih, melihat tumpukan sampah dimana-mana sebenarnya hal.yang biasa. Wajar jika melihat tumpukan sampah yang menumpuk dipinggiran kota karena belum diangkut oleh petugas kebersihan. Di rumah, masih tetap produksi sampah mengalami peningkatan. Entah dari sampah organik maupun yang non organik. Tapi selama sampah yang menumpuk di depan rumah dikeruk oleh mamang sampah, alhamdulillaah....semua masih berjalan normal seperti biasa. Suatu ketika, hal ini menjadi suatu pembahasan di grup yang saya ikuti. Tumpukan Sampah, kemanakah mereka akan dibuang?? Bagaimana mereka akan diuraikan?? Sedangkan banyak dari sampah-sampah yang diproduksi tidak bisa diolah lagi menjadi barang baru dan kemungkinan besar akan menumpuk terus menerus selama bertahun-tahun. Akhirnya, mindset sampah adalah tanggungjawab pemerintah yang mengolahnya afalah suatu pemahaman saya yang keliru. Sampah bisa diminimalisir dari kita yang setiap hari mengeluarkannnya dari dalam rumah. Sayang, k...

Buah dari Kebaikan

Gambar
Allah SWT berfirman: مَنْ عَمِلَ صٰلِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيٰوةً طَيِّبَةً  ۖ  وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ "Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 97) * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com Suka sekali baca ayat ini. Tentang kebaikan yang akan berbuahkan kehidupan yang baik. Jika diartikan mungkin seakan-akan kehidupan apalagi selain kehidupan akhirat yang kekal. Jika kehidupan di dunia adalah fatamorgana, yang sering diungkapkan oleh kebanyakan orang-orang. Di sisi lain, kehidupan di dunia ini adalah tempat kita untuk mengeruk sebanyak-banyaknya amal kebaikan. Tidak membatasi dengan harta. Apakah kita memiliki harta yang melimpah ataupun harta y...

Bahaya Dot

Karena Bahaya Pemakaian BOTOL DOT bukan hanya sekedar Bingung Puting Saya terhenyak saat kira-kira 2 hari lalu seorang rekan nakes, dokter yang bertugas jauh di Indonesia paling Timur memposting foto ini, dari orang tua pasiennya. Ya Allah, bukan soal jijik dan mual yang pertama saya pikirkan adalah bagaimana nasib bayi & anak yang menggunakannya. Bagaimana bayi dan anak bisa selamat, bagaimana bayi / anak tersebut bisa survive dari diare berulang, malnutrisi – gizi buruk yang membayangi. Sudah umum diketahui dan banyak faktanya bahwa isi dari botol dot, apalagi untuk kalangan ekonomi lemah & makin kompleks bila tinggal di daerah terpencil itu sebagian besar isinya BUKAN ASI perah (ASIp), tapi bisa isinya : Infant Formula (SuFor untuk bayi), Susu bubuk/Sufor kategori umur lainnya, Teh Manis, Air Tajin, Air Madu, Air Susu Kental Manis, dll. Kalangan ekonomi lemah, apalagi yang tinggal di pedalaman manalah kenal istilah BingPut alias Bingung Puting. Dan Edukasi pentingnya...

Anak Nakal

CARA MEMUTUS SIKLUS ANAK NAKAL Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya "Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?" Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran. "Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik. Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist: *رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ _*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_ Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga. Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga. "Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola"...

Menggapai Mimpi #6

Gambar
"Huh....lo sih gak asik net....masa' temen lagi sakit gak jenguk", suara Sri agak meninggi saat mendadak tahu neti tidak jadi menyusul. "Yaudah deh, kalau lo gak bisa, kita mau balik aja pulang ke rumah". Nadanya agak kesal. Langsung ditutupnya telepon genggam milik Sri dengan type terbaru dari sebuah merk handphone ternama. Sri, Adel, Neti, Lareta dan Riri memiliki handphone yang canggih dan selalu update untuk urusan handphone. Apalagi Adel, anak salah satu pengusaha kaya Raya di kota ini. Dirinya yang paling sering kebanjiran barang elektronik dari pipih dan mimihnya. Sedangkan Daniar dan Manda, hanya bengong jika mereka sedang membicarakan tentang handphone. Manda termasuk anak yang mampu untuk membeli benda semacam itu, namun mamahnya memilih untuk tidak memfasilitasi benda tersebut. Karena dinilainya Manda masih cukup menggunakan telepon rumah saja. Ayahnya Manda sudah lama meninggal, sama seperti Daniar. Diantara kami berlima, Manda yang paling raji...

Potret Keluarga

Gambar
Masih terngiang, sebuah tulisan bu Septi Peni Wulandari. Dalam sebuah status beliau di facebook. POTRET KELUARGA, judulnya. Dari pilihan judul beliau, ku langsung menebak dan mengira-ngira, apakah gerangan maksud dalam tulisan beliau??. Mungkin tentang foto-foto yang berseliweran di medsos, terutama Facebook, Fikirku asal menebak. Diluardugaan. Gaya bahasa ibu Septi seakan membuat diriku terhipnotis sejenak. Di tengah maraknya foto-foto yang bersliweran di beranda facebook, instagram bahkan whatsapp, beliau mampu mengungkapkan kejujurannya. Jujur, benar-benar mengakui bahwa beliau sudah insyaf. Awalnya agak aneh memang, saat kita harus menjadi sosok yang tiba-tiba membuat status yang berlawanan arus dengan para statuters lainnya. Banyak koment negatif atau positif??. Dan hal inilah yang benar-benar dilakukan oleh ibu Septi. Beliau, membuat pertanyaan - pertanyaan kecil, tapi membuat kita berfikir berulang kali. Dan pertanyaan tersebut membuatku banyak termenung sambil bercerm...

Dipilihnya Diam

Pukul 06.00 aku dan anak-anakku pun berangkat menyusuri jalan menuju masjid terdekat. Ingin hati sih masjid yang jauh, katanya semakin banyak langkah yang ditempuh, semakin besar pahala yang didapatkan. Tiga bocah cilik tentu saja akan ngos-ngosan di tengah jalan, bisa-bisa berabe euy karena kecapekan duluan. Bersama ibu mertuaku segera ambil posisi. Awalnya agak kebingungan saat kami harus duduk di atas terpal agak kotor tanpa tikar. Inginku ambil tikar di rumah, balik lagi, yah paling butuh beberapa menit. Atau kugunakan sajadah seadanya, dan membiarkan sajadah kotor. Sepertinya salah satu ibu yang berusia 50tahunan, seperti sedang membaca fikiranku yang kebingungan. "pakai saja tikar saya bu", sambil menyodorkan tikar yang tidak terpakai. "oh iya makasih", diambilnya tikar oleh mertuaku. Lumayan, Fikirku. Cukup untuk kami berlima, aku, mertuaku, dan ketiga bocil yang sedang asyik memandangi satu-satu jama'ah shalat sunnah idul fitri. Oiya, salah satu ...

Renungan 1 Syawal

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar Laa ilaa ha illallaahu allaahu akbar Getaran takbir melambung tinggi ke langit Seakan memenuhi jagat semesta raya Berbondong - bondong umat Islam bersuka cita Menyambut hari nan Fitri tanda ketaqwaan menyelendangi hati bagi mereka yang beriman ***** Dimulai terbenam matahari, pergantian bulan pun terjadi. Bulan Ramadhan menuju bulan Syawal, terlepas rasa sedih sekaligus bergembira. Bagaimana tidak, satu hari esok kan banyak mata memandang pakaian serba baru. Sendal tampak kinclong dan wajah berseri menampakkan keshalihan. Hari raya kita telah tiba !!! Disambut genderang takbir yang menyayat hati. Tengoklah keluarga yang bersuka ria, disambutnya pakaian serba mahal dan ternama. Kue-kue berbagai jenis siap disajikan kepada tamu yang kan datang. Senyum sumringah tampak menghiasi wajah. Rute perjalanan silah pun tak kalah direncanakan bersama. Tengoklah keluarga yang bersuka ria, dengan pakaian yang ada dan sendal yang dicuci ber...

Penyesalan Kaum Muslimin

Masih ingat tentang kaum muslimin yang silau dengan harta saat berperang?? Iyups betul banget. Salah satu hal yang menjadikan kekalahan kaum muslimin salah satunya yaitu silau terhadap harta. Padahal waktu itu, Rasulullah memerintahkan untuk tetaps diam di tempat. Sampai aba-aba tiba. Jangan pergi kemanapun, dalam keadaan bagaimanapun, dalam sesulit apapun perang yang sedang berkecamuk. Lho, kok bisa kalah ?? Jadi ceritanya begini, saat kaum muslimin hampir mendapatkan kemenangan, tiba-tiba setan yang membisikkan pun seakan berkata, "Wuah, banyak harta rampasan perang, tunggu apalagi, sikat aja tuh harta, lumayan bisa dibawa pulang ke madinah". Kurang lebih begitulah kata-kata yang diucapkan jika syaitan membisikkan manusia. Seharusnya, seperti yang diperintahkan sebelumnya. Kaum muslimin yang berjaga tidak boleh kemana-mana. Terus, bagaimana dong kaum Quraisy bisa menang??. Nah, setiap pasukan memiliki masing-masing ahli perang. Baik dari pihak Muslimin ataupun Qur...

Renungan Akhir Ramadhan

Ramadhanku kali ini tak sama Ada yang berbeda hingga di malam dua puluh tujuh Ramadhanku ini tak sama Ibadah yang belum optimal ataukah nafsu dunia yang mendominasi Pabila jatah hanya dua puluh sembilan Kini tinggal dua hari Banyak yang tertipu Meraih kemenangan yang tak nyata Bukan pada baju barunya Bukan pula pada seberapa mahal sendal yang digunakan demi mengalaskan kaki Kemenangan itu tak nyata Dengan kue-kue beragam warna dan aneka Hanyalah jejak adat budaya yang turun temurun diikuti langkah anak cucunya Fitrahlah yang harus kita jaga Fitrah Islam sebagai Dien yang lurus Memaknai setiap liku Ramadhan yang dilewati Apakah hanya sekedar bulan yang berlalu begitu saja Dengan limpahan gaji dua kali lipat Atau Ramadhanlah yang mengantarkan kita menuju gerbang kesucian Karena Ramadhan ini tak sama Dengan Ramadhan yang lalu, bahkan yang akan datang Dan entah Ramadhan yang mana yang kan kita dapatkan malam yang lebih baik dari malam seribu bulan...

Kembali ke Fitrah

Setiap anak lahir atas fitrahnya, fitrah tersebut tidak pernah hilang, fitrah hanya tersamarkan, tersimpangkan atau bahkan tenggelam oleh rutinitas-rutinitas kehidupan yang kadang melalaikan. . . Allah memberikan ke kita banyak kesempatan dan cara untuk mengembalikan fitrah, salah satunya dengan puasa di bulan Ramadhan. . . Ramadhan adalah bulan Pendidikan, yang mengembalikan semua proses kehidupan dari rutinitas kepada kesadaran. Ramadhan adalah ruang kontemplasi diri kita untuk melihat apakah proses menemani anak-anak selama ini sudah berjalan sesuai fitrahnya? Adakah yang tersimpangkan? . . Sehingga ketika memasuki bulan Syawal sebagai bulan peningkatan, kita benar-benar bisa "kembali ke fitrah". . Tugas berikutnya tinggal konsisten dan komitmen di bulan-bulan berikutnya untuk tetap bisa berjalan pada fitrah kita. . . Kembali ke Fitrah adalah kembali ke titik tumpu kita dalam menjalankan peran di kehidupan ini,salah satunya adalah peran mendidik generasi. . ...

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Bismillaahirrahmanirraahiim.... Entah mengapa beberapa hari ini diingatkan tentang sosok ibu. Mulai dari tulisan seputar ibu hingga video yang tayang viral di beberapa medsos. Maklum, menjelang Iedul fitri, banyak sekali orang-orang yang kebanjiran THR. Nah, mungkin sebagian orang pasti merindukan sosok ibunya yang nun jauh disana, atau mungkin memiliki masalah dengan sang ibunda yang dahulu ketika beliau masih hidup. Contohnya ada yang memposting di salah satu grup whatsapp yang di copas dari salah satu yang menuliskannya di salah satu medsos. Ketika kamu membelikan baju lebaran untuk anak-anakmu, janganlah kamu lupakan orang yang dulu membelikanmu baju waktu kecil. Janganlah kamu lupakan perempuan yang memakaikanmu baju baru pada pagi hari lebaran, dan dia tersenyum di hadapanmu serta menciummu. Jangan kalian lupakan jika mereka telah wafat, berikan sedekah dan doa untuknya, lalu katakanlah; Ya Allah, rahmatilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku dimasa kecil. ~ Al Ha...

Jadikan Ramadhan istimewa

Jumat,  23 Ramadhan 1438 H. Jumat ini adalah Jumat terakhir di bulan ini. Di jumat mendatang kita tak bisa menemuinya lagi. Jika kita ingin bertemu dengan Jumat Ramadhan berikutnya, kita harus menunggu hingga di tahun depan. Ada yang merasa kurang. Saat mereka mencurahkan ketidakingin berpisahan dengan Ramadhan. Saat mereka benar-benar ingin Ramadhan ini diperpanjang. Rasa yang menghadirkan semangat beribadah selama sebulan penuh lamanya. Yang tak kita temui di bulan lainnya. Teringatku pada sosok beliau. Yang selalu menghabiskan waktu bersama Ramadhan. Entah pagi, siang atau malam. Tak pernah sampai terlewat. Padahal sudah dijanjikannya syurga dengan berbagai kenikmatan. Namun beliau memilih tetap beribadah. Ya, beribadah. Memaksimalkan waktu di bulan dengan beribadah. Semakin akan habis, semakin banyak pula dan bertambah pula semangat untuk meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas beribadah. Itulah beliau, sosok luar biasa di masa 14 abad silam. Apakah beliau hanya memikir...

Menggapai mimpi #5

Gambar
"Haduuhh....sakit bu...", terdengar rintihan Daniar dari balik kamar milik bu haji. Berkali-kali berteriak kesakitan karena  menahan tangan bu haji yang menekan bagian pinggangnya.  Pengobatan refleksi kali ini memang berbeda. Tidak seperti pijatan lainnya yang terkenal hanya pijat sana - sini sampai sekujur tubuh kesakitan.  Pengobatan yang dilakukan bu hj begitu unik, cukup ditekan bagian yang sakit, kemudian akan bunyi seperti tulang patah, disitulah pijatan refleksinya manjur bekerja. Rasa sakit yang dialami pasien pun, berbeda-beda, karena tergantung tingkat keparahannya. Semakin sakit ditekan, berarti semakin parah penyakit tulang yang diderita pasien tersebut. Om Rio dan keluarganya pun memang bercerita, pengobatan bu hj terkenal hingga ke tengah kota. Posisi rumah yang letaknya di kampung puncak, begitu Daniar menyebutnya, namun dicari oleh banyak orang. Terutama mereka yang mengalami kecelakaan patah tulang. Tidak hanya itu, hebatnya bu hj ini, bekerja sa...

Yuk, tunaikan zakat!

Gambar
Menjelang beberapa hari sebelum Ramadhan usai, ada satu hal yang harus kita tunaikan. Dan disini temen-temen tau dong, apa salah satunya.  Yups, betul ! Zakat !. Zakat Fitrah yaitu zakat yang biasa ditunaikan, dalam batas waktu yang ditentukan, yang tidak lebih dari sesudah shalat iedul Fitri. Astaghfirullah.... Jika sudah membicarakan Iedul Fitri, kok rasanya sedih yah guys. Ini artinya Ramadhan telah benar-benar berakhir. Padahal. baru saja seperti sebentar bertemu dengannya. Jika kita sudah membahas Iedul Fitri, seperti cermin apakah Ramadhan kita jalankan dengan maksimal atau sekedar ritual ibadah tahunan yang tak berubah. Wallahu'alam. Namun disini kita ga membicarakan Iedul Fitri yah guys. Yang coba akan kita bersama pahami yaitu makna zakat Apa itu Zakat??😊 Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh sya...

Razan, sang sukarelawan !

Gambar
Sepulang sekolah. Sejenak ku duduk di depan televisi. Berniat hanya istirahat, lalu sekilas berita infotaiment di salah satu channel, mengajak mata seakan-akan untuk merenung sejenak. ***** Sukarelawan ! Hanyalah sebutan untukmu Hanyalah sekedar keping profesi yang tak begitu berarti Bagi mereka yang tak berpenghasilan Hanyalah sekedar label bagi mereka yang ingin mengorbankan kesenangan Sukarelawan ! Akupun tak tahu apa arti kata ini Sering ku dengar berkali-kali Hanya terlintas mengawan dalam imajinasi Orang-orang yang mungkin tak punya pekerjaan dan iseng menjadi sukarelawan ! Hingga di detik ini, Saat kulihat aura wajahmu di aura televisi Menimbulkan banyak pertanyaan dalam hati Apakah gerangan yang membuatmu dimakamkan didampingi manusia bak lautan Apakah gerangan yang terjadi di sebelah negeri ini Apakah gerangan yang membuatmu sekejap memilukan hati kami Sukarelawan ! Kumengerti kini Perjuangan yang engkau lakukan Bukanlah semata-mata karena tak ada...

Surat Pendek, Padat Makna

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... وَالْعَصْرِ "Demi masa." (QS. Al-'Asr 103: Ayat 1) إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَفِى خُسْرٍ "Sungguh, manusia berada dalam kerugian," (QS. Al-'Asr 103: Ayat 2) إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-'Asr 103: Ayat 3) Kutipan ayat tersebut, mencerminkan betapa lalainya manusia. Lalai dari waktu yang diberikan di dunia ini. Lalai dari nasihat yang sebenarnya nasihat. Demi masa. Atau bisa kita artikan demi waktu. Kenapa harus bersumpah demi waktu? Kita coba tengok dalam buku tafsir Ibnu Katsir, Al-Asr artinya zaman atau masa yang padanya Bani Adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk. Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam bahwa makna yang dimaksud adalah waktu asar. Tetapi pendapat y...

Wow....Dibuka Kelas Matrikulasi Batch 6 !!!

Gambar
Beberapa  hari kemarin diumumkan pembukaan kelas Matrikulasi Batch # 6.  Kelas yang menampubg calon member untuk melegalkannya menjadi member IIP. Apa itu IIP?? IIP kepanjangan dari Institute Ibu Profesional, yang berisi seleruh anggotanya para ibu. Hihi...jelas ya, para suami ga ada disini. Apa tujuan IIP?? Menambah kompetensi ibu-ibu dibidangnya. Khususnya di ranah domestik. Mengembangkan kemampuan dengan optimal, untuk tetap menjadi ibu bahkan bisa sampai Profesional. Saat IIP dilahirkan oleh ibu Septi Peni Wulandari, tidak langsung diterima oleh kebanyakan orang. Masih butuh perjuangan untuk melewati masa-masa 'promosi' yang dilakukan. Kalau tidak salah lima tahun setelahnya, IIP seperti virus yang cepat menular. Namun, ibu Septi, selaku Founder IIP masih selalu berusaha untuk tetap menjalankan IIP berapapun peserta yang mengikutinya. Perjuangan itu pasti melelahkan yah gays. Dan memang sepertinya sudah sunnatullah pasti harus ada yang diperjuangkan, ya salah...

Menggapai Impian # 4

Gambar
Angin malam seperti menusuk hingga ke tulang.  Pukul 03.15 dilihatnya jam yang melingkar di tangan mungil kurus Daniar. Pantaslah jika angin yang menyapa seakan dingin bersalju, berbeda sekali dengan kampung Daniar yang hawa panasnya seperti menyelimuti seluruh sisi kota dengan asap pabrik dimana-mana.  Belum lagi padatnya kendaraan memenuhi jalanan raya bak Jakarta pusat yang dipenuhi para pejabat kaya yang memiliki lebih dari satu mobil di rumahnya. Tapi kini, kaki Daniar sedang menginjak tanah subur di salah satu kota negeri ini. Yang terkenal dengan khas dodolnya, serta kesejukan alam yang luarbiasa nikmatNya. Dinginnya malam tak bisa mengalahkan kepanikan hati Daniar.  Panik saat Daniar harus melangkahkan kaki dari rumah. Pukul 19.30, selepas shalat Isya. Seluruh keluarga berkumpul, menyaksikan rasa sakit kaki yang tak bisa ditahan lagi. Hanya bisa mengucap kalimat syahadat dari mulutnya yang mungil. Daniar masih menjerit-jerit, sedang ibu menangis tak ada henti...