Nol Sampah
Sampah??
Bagi saya pribadi sih, melihat tumpukan sampah dimana-mana sebenarnya hal.yang biasa. Wajar jika melihat tumpukan sampah yang menumpuk dipinggiran kota karena belum diangkut oleh petugas kebersihan.
Di rumah, masih tetap produksi sampah mengalami peningkatan. Entah dari sampah organik maupun yang non organik. Tapi selama sampah yang menumpuk di depan rumah dikeruk oleh mamang sampah, alhamdulillaah....semua masih berjalan normal seperti biasa.
Suatu ketika, hal ini menjadi suatu pembahasan di grup yang saya ikuti. Tumpukan Sampah, kemanakah mereka akan dibuang?? Bagaimana mereka akan diuraikan?? Sedangkan banyak dari sampah-sampah yang diproduksi tidak bisa diolah lagi menjadi barang baru dan kemungkinan besar akan menumpuk terus menerus selama bertahun-tahun. Akhirnya, mindset sampah adalah tanggungjawab pemerintah yang mengolahnya afalah suatu pemahaman saya yang keliru. Sampah bisa diminimalisir dari kita yang setiap hari mengeluarkannnya dari dalam rumah. Sayang, kesadaran 'minim sampah' ini tidak bisa seluruh masyarakat menyadarinya bahwa semua ini adala tanggungjawab bersama.
Pemahaman yang keliru pula, sering diajarkan di bangku sekolah, saat bumi akan rusak, jika pohon ditebang terus menerus sampai habis, atau hal yang familiar, jangan kita membuang sampah di selokan atau tempat air mengalir, karena akan menyebabkan banjir. Padahal lebih dari itu, bisa jadi, saat kita memulai mereka dari dini, untuk tidak memproduksi sampah, hal tersebut insyaa allah akan menjadi suatu kebiasaan yang akan berdampak baik bagi lingkungan. Tapi tetap, harus ada support dari orangtua di rumah dan srkolah formal di dunia pendidikan.
Salah satu dari kami, anggota grup yang aktif dalam kegiatan Go Green, seperti memberikan suatu support, agar kami 'meninggalkan' produksi sampah. Ahh....sepertinya tidak mungkin kami bisa 'lepas' dengan benda yang bernama sampah. Apalagi seluruh tempat jual-beli menggunakan plastik, yang menjadi masalah terbesar masyarakat.
Untuk itu kita semua, butuh support mental. SUPPORT MENTAL
Apakah itu?
Mengubah POLA HIDUP gaya HIDUP, yang selama ini terlena menggunakan kemasan plastik berlebihan.
Misalnya ke.pasar pakai kantong kresek, kemudian belanja tempe, bawang, ikan, ayam, sereh dan lain-lain menggunakan kantong kresek kecil-kecil yg akhirnya dibuang. Yang semua itu, memiliki unsur 'membawa sampah' ke rumah.
Bagaimana cara berubahnya?
Nah...kalau ke pasar atau belanja sebaiknya kita membawa :
๐ฑ wadah seperti t*****ware untuk ikan, ayam, udang dan lain-lain untuk belanja yang kategori basah
๐ฑ Menggunakan kantong belanja yg bukan kantong kresek yg bisa dipakai berkali-kali
๐ฑmenyadari dampak buruk habit slama ini
๐ฑkelola sampah, Kurangi sumbangan sampah dari rumah yang dibawa ke TPS..
๐ฑkurangi bawa sampah kerumah
Mulai bertahap kita mulai mengganti dengan : .... ๐
♻ yang biasa memakai Tissue bisa beralih menggunakan Lap kain, Sapu Tangan, Handuk kecil
♻ jika bisanya kita sering mengonsumsi Teh celup, kita bisa menggunakan teh tubruk yang lebih ramah lingkungan
♻ jika biasa membeli susu kotak dalam kemasan kecil-kecil, kita bisa menggunakan kemasan yang ukuran besar atau literan
♻ Plastik wrap menjadi #beeswaxwrap
♻ Batere biasa kita alihkan dengan penggunaan rechargable
♻ Sedotan & sumpit yang reusable , bukan sedotan plastik, sehingga kita bisa menggunakan hingga berkali-kali
♻ Sikat gigi gunakan yang compostable, siwak much better.. ๐
♻ Cotton buds yang compostable
♻ Alat cukur pilihlah yang reusable
♻ Pantyliners + pembalut sekali bisa memakai yang kain, sehingga bisa cuci pakai
♻ Toiletries kemasan kecil2 jd ukuran besar biar bs refill & g cepet2 jd sampah
♻ Diapers jd Clodi/training pants.. ๐ช๐
-
Dan habit barunya.. ๐
⛅ Pilah sampah sesuai kategori + kumpulkan Jelantah di Dirigen
⛅ Bawa tote bag & produce bag setiap groceries time.
⛅ Selalu bekel tumbler, food storage, saputangan, sendok garpu, sedotan, sumpit, totebag klo bepergian.
⛅ Belanja di bulk market
⛅ Sedia handuk kecil selalu di kmr mandi + bawa klo pergi2. Say bye2 to tissue..
⛅ Bawa wet bag buat nampung sapu tgn, handuk, training pants, pembalut/panty yg kotor klo lg diluar rumah
⛅ Bersahabat dgn lubang resapan biopori buat olah sampah organik sehari2 dirumah
⛅ Do #ecobrick utk sampah plastik yg g bs diterima bank sampah
Itulah hal-hal kecil yang bisa mengurangi produksi sampah kita di rumah, lakukanlah dari hal yang paling ringan dan kecil sehingga dapat menjadi kebiasaan bagi kita dalam kehodupan sehari-hari.
Selamat mencoba ๐

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini