Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Aliran Rasaku

Gambar
19 Desember 2018 #AliranRasaku#GameLevel4#BundaSayang#GayaBelajar#KuliahBunSayIIP#IPBanten#Seharisatutulisan#30DWC#30DWCjilid16#Squad3#Day10 . Ketika seorang ibu memutuskan untuk memilih bekerja di ranah publik ataupun ranah domestik, bahkan menghandle aktifitas di kedua ranah tersebut, sudah pasti masing-masing memiliki alasan yang tidak bisa disamakan antara ibu yang satu dengan ibu lainnya. Karena setiap ibu, berhak memilih keputusan, tapi tetap tidak bisa melepaskan kewajiban. . Sejatinya, setiap ibu menginginkan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Walau terkadang masing-masing ibu, memiliki kacamata tersendiri memahami makna 'terbaik' untuk buah hati. Memiliki cara yang berbeda dalam mencapai 'terbaik' untuk keluarganya. . Tidak ada yang salah ataupun benar. Yang membedakan hanyalah kesungguhan. Ya, sebuah proses yang begitu panjang bahkan sebagian merasakan kelelahan. Proses yang harus dinikmati, dengan rasa syukur melalui perjuangan. . Seperti hal...

Membuat Perahu

Gambar
Kali ini kita akan melihat, bagaimana cara teteh belajar membuat perahu. Lebih tepatnya miniatur perahu. Alas dasar kertas tebal, 3 buah perahu, origami dan lem kosong. Ide anak-anak sungguh mengesankan, ya, saya pun sempat bingung, saat teteh Alya minta izin barang-barang yang dibutuhkan. Walaupun sudah kelas 2, tapi teteh lupa cara membuat perahu. Alhasil Fahmi Fakhri pun mengajarkan cara membuat perahu kepada tetehnya. Teteh lagsung menirukan gerakan melipat Fahmi, sampai menjadi perahu kertas. Jari teteh langsung mempraktekkan melipat. Kali ini bibir teteh Alya mengucapkan kata-kata, terlihat sekali kalau teteh menyeimbangkan konsentrasinya sendiri. Sebenarnya belajar melipat kertas, banyak sekali manfaatnya. Terlebih ke arah sensori motorik anak-anak. Semakin membuat halus motorik mereka. Secara fisik, dapat di lihat dari tulisan mereka. Gaya belajar : Visual, Audio, dan Kinestetik. #Day15 #Tantangan10hari #Gameslevel4 #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

Suara yang Mengganggu

Hari ke-14 Kegiatan hari ini, teteh menghafal Q.s Al-Balad. Bahkan hampir setiap hari menghagal ayat-ayatNya. Karena termasuk salah satu program kami di rumah. Q.s Al-Balad yang terdiri dari 20 ayat, termasuk kota Makiyyah. Berbeda dengan surat Ad-Dhuha ataupun Asy-Syam, surat ini memberikan tantangan tersendiri, tidaklah semudah menghafal seperti surat lainnya. Ayahnya anak-anak juga menurunkan standar hafalan. Jika sebelumnya bisa 2-3hari, untuk Al-Balad cukup 1 ayat setiap harinya. Kadang juga ada hari-hari tertentu lewat begitu saja tanpa hafalan. Gaya belajar yang dilakukan teteh Alya juga, beragam. Tapi untuk hari ini, teteh menghafal dengan bersuara kencang, disertai dengan melihat tulisan dalam Al-Qur'an. Apakah ada gerakan tubuh dalam menghafal? Untuk hari ini, teteh tidak menggunakan gerakan apapun. Pengulangan menghafal dengan bersuara cukup keras lebih mendominasi. Oiya, teteh juga terlihat marah, saat ada suara adiknya yang ikutan menghafal juga. Ya, wala...

Bola Melompat

Hari ke-13 Semakin hari semakin berat maak .... Tiap hari ada aja kelakuan bocah kuricil 3. Maklumkah, sedang melakukan eksplorasi diri. Seperti hari ini, melihat kertas, lakban dan gunting, duh rasanya agak risih. Ludes seketika. Akhirnya, Emak cuma nyimak, mereka yang sedang membuat bola. Gulungan kertas di remas, hingga bulat dengan beberapa lapisan. Alamaak ..., abislah kertas. Tak hanya sampai disitu. Gulungan tersebut di lem dengan lakbab. Jadilah bola ala mereka. Gak berapa lama, Emak membuatkan keranjang buatan. Memberikan instruksi permainan. Iyupz, teteh Alya langsung faham. Emak coba praktekan, dan anak-anak ketagihan. Mencoba memasukkan bola, tapi selalu gagal. Ga papa ya? Kita coba lagi. Yo ... Yo ... Yo ayo .... Emak ramaikan sambil menulis point yang dimenangkan. Ternyata gaya belajar teteh Alya, lebih cendeurung gaya visual dan kinestetik. Selesai kegiataan, emak menyiapkan papan untuk menuliskan bola yang masuk ke keranjang. Setiap bola yang masuk, teteh ...

Belajar Menyiapkan Peralatan Masak

Gambar
Hari ke-12 Hari ini special, Ahad yang di tunggu. Ada apakah gerangan, sehingga anak-anak menunggu? Karena waktunya kita nge-mie bareng. Hihi, Memang mie sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan. Iya kan? Betul gak? Banyak sekali kandungan mie yang bisa saja merusak organ pencernaan. Katanya sih gitu. Dan memang benar, faktanya juga begitu. Gak semuanya begitu juga sih, yang pasti segala sesuatu yang kita makan berlebihan, pastinya akan memancing penyakit yang memang sudah ada. Contoh makan gorengan kebanyakan bisa jadi kolesterol, konsumsi gula kebanyakan bisa jadi diabetes, dan kelebihan vitamin juga bisa jadi penyakit. Karena rasa penasaran anak-anak jauh lebih berbahaya. Jadi, emak siasati untuk menjadwalkan memakan mie instan ini. Cukup satu minggu satu kali saja. Apa anak-anak keberatan?. Gak. Justru ini jadi semacam protect mereka untuk tidak mencoba mie-mie yang berada di luar. Karena jika sudah mengenal mie di luaran sana, kemungkinan besar akan kebablasan. ...

Belajar Mengoperasikan Printer

Gambar
Hari ke-11 . . Rencana teteh Alya untuk belajar dagang door to door , belum dilaksanakannya. Hihi, bilangnya sih males. Tapi kayaknya sih, lebih tepat gak ada temannya. It's okey, no problem teh, masih banyak hal lain yang bisa kita pelajari. Kegiatan membuat gambar, masih bikin nagih. Jika sebelumnya teteh belajar membuat bentuk dari autoshape di Ms. word, kemudian berlanjut meng-copy paste gambar, dan sekarang ini teteh berhasil belajar menge-print gambar sendiri. Gaya belajar teteh yang visual, mampu mengantarkan teteh memahami sesuatu tanpa adanya instruksi. Seperti halnya menge- print ini. Niat emak memang membantu bagian cetaknya, sedangkan membuat gambar, sudah terlebih dahulu teteh Alya buat. Tanpa disadari cara emak klik sana dan klik sini saat menge-print diamati sedimikian rupa. Daann .... Lolooss sodarah-sodarah 👏👏👏. Langsung dipraktekkan setelah emak pergi beberapa menit kemudian. Teteh menirukan cara emak mulai dari klik ...

Belajar Copy-Paste Gambar

Gambar
"Mi, teteh mo ngeprint gambar." Kata si teteh, pas emak lagi ngantuk berat siang bolong. "Buka aja notbuk-nya ya. Tolong sekalian nyalain printernya juga." Emak lagi nanggung bales Wa (🙈 #adeganinijanganditiru) Akhirnya teteh Alya uprek-uprek sendiri. Tujuan emak sebenarnya ingin mendidik teteh untuk mandiri saat dirinya memiliki keinginan saat meminta "sesuatu". Teringat saat Sharing Caring di PG#4, anak-nya temen-temen keceh diajarkan untuk mandiri sejak dini. Keingintahuan tentang cara mencetak gambar di notbuk ini membuat teteh tertarik. Iyupz, sekalian saja emak ajarkan copy paste gambar. Teteh melotot di depan notbuk, emak cuma mandang langit-langit kamar sambil kasih intruksi klik kanan gambar 👉copy 👉 pilih simbol kertas putih 👉 paste. Berhasilkah? Ohh ... No no no !!! 😝😝 Padahal teteh sudah hafal lagu "Icon" di Ms. Word tapi ya tetep kalau bukan tipekal audio memang kesulitan. Ganti gaya belajar, Maakkkk, 😂💓 ...

Menulis Kata Tanpa Pensil

Gambar
Hari ke sembilan . . Tidak terasa ya, sudah hari ke 9. Butuh perjuangan keras. Membersamai anak-anak bagi ibu lainnya mungkin hal biasa. Tapi untuk saya pribadi, ini hal yang luarbiasa. Sekecil apapun pertemuan dengan anak-anak, butuh usaha keras untuk mengisi dengan sesuatu bermakna. Tapi saya merasa bersyukur, melalui berbagai level selalu ada tema baru untuk membuat kedekatan antara kami berempat. Misalnya seperti hari ini. Saya ajak bermain menulis di tangan dengan jari, bukan pensil atau pulpen. Saya ucapkan caranya, tapi teteh belum memahami dengan benar. Saya contohkan dengan satu nama buah, teteh langsung faham. Di tambah lagi gerakan mempraktikkan gaya orang menulis harusnya menjadi hal yang menarik. Tapi teteh ternyata kurang menyukainya. Beberapa kali di coba, belum berhasil juga. Akhirnya, teteh meminta untuk dituliskan saja. Kesimpulan saya, teteh cenderung kepada visual. Untuk audio dan kinestetis teteh belum cocok. #Day9 #Tantangan10hari #Gameslevel4 #...

Emak Belajar Membuat Bintang

Gambar
Hari ini teteh Alya gak ada jadwal untuk ulangan PAS. Alhasil, kami mencari permainan yang asyik untuk dimainka' bersama. Bermain pun sama hal-nya dengan belajar. Gak melulu harus membawa buku dan pensil. Karena segala sesuatu di sekitar kita merupakan bahan belajar. Entah sendok, piring, kertas bahkan karet pun bisa menjadi bahan untuk belajar. Berawal dari teteh Alya yang memamerkan kalau membuat bintang dengan karet yang dikaitkan di jari tangan, itu mudah. Entah darimana teteh Alya belajar. Tapi yang pasti, membuat teteh Alya bersemangat. Terkadang teteh Alya senang sekali mengajarkan hal yang diketahuinya. Seperti halnya karet ini. Iyupz, teteh mengajarkan emak cara membuat bintang dengan karet yang diikat di jari. Emak ngakak puas (Gak bisa-bisa euy). Beberapa kali coba gagal. Tapi emak gak mau menyerah, anak kecil aja bisa. Kenapa emak gak bisa-bisa? Ya Allah, semoga bukan karena kebanyakan dosa. Pelan-pelan teteh Alya mengajarkan. Fiuh, emak tipe Visual juga ya...

Bermain Tebak-tebakan

Gambar
Hari ke tujuh, Saya menawarkan salah satu buku cerita milik salah satu siswa di sekolah. Terlihat dari judul bukunya, bahwa cerita ini termasuk ke dalam legenda. Karena berkaitan dengan Banten . Fahmi dan Fakhri dengan semangat siap mendengarkan. Ternyata teteh tidak ingin membaca tapi inginnya dibacakan oleh emak. . Dan emak pun mengalah. Awalnya emak ingin mencatat teteh termasuk Auditory. Tapi karena belum terbukti tanda-tanda gaya audio yang ditonjolkan, akhirnya emak ragu untuk mencatat. . Emak pun membuat tebal-tebakkan berupa pertanyaan yang berhubungan dengan cerita. Ini hanya sebagai alat apakah teteh menyerap isi bacaan yang didengarkan atau belum bisa memahaminya. . Ternyata teteh hanya mampu memahami cerita yang di dengar hanya di lembar awal. . Selanjutnya, saya coba tawarkan lagi untuk membaca ulang sendiri cerita tersebut. Karena penasaran, teteh langsung bersemangat membacanya. Tidak ada suara keras, hanya gerakan bibir sambil kaki bergoyang. Dan pertanya...

Aku Menunggu (Part 3)

Gambar
#Day3 #Seharisatutulisan Ku melangkah lurus melewati lorong rumah sakit yang terasa hening. Menuju ke arah pintu keluar bersama kedua lelaki yang kini berdiri tegak mengiringi langkah. Kak Dimas dan kak Arga, seakan siap untuk menggotong jika ku pingsan sewaktu-waktu. Tak boleh lagi ada tangisan duka. Hatiku berbisik. Cukup sudah. Jika kutampakkan wajah dengan tak berdaya , maka aku tak mungkin bisa menguatkan mereka. Dua buah hati yang sedang menunggu kepulanganku dan mas Anggara. Angga dan Anggita. Mereka seperti berlian yang harus terjaga, karena aku tak tahu lagi kapan maut akan datang memisahkan kami bertiga. Jika kini mereka memiliki satu orangtua, maka kupastikan, mereka tak akan kekurangan kasing sayang dari mas Anggara. Karena akulah yang akan menggantikannya. Ibu sekaligus ayah bagi mereka, anak-anakku. Mataku terasa perih, bengkak dan juga kering. Inginku tetap menangis. Tapi tak bisa kulakukan. Apakah airmata ini sudah tak lagi ingin keluar? Atau .... Apa a...

Aku Menunggu (Part 2)

#AkuMenunggu#Cerbung#Day1#seharisatutulisan . Ku tatap wajahnya yang lugu, lama. Menebak apa yang akan tanyakannya. Merasakan kerinduan yang dalam. Angga, dialah yang menjadi tangan, saat diri ini hampir saja terjatuh tak kuasa menghadapi cobaan. . "Mah...." Panggilnya lembut. Melembutkan hatiku yang terkoyak. Melapangkan dadaku yang sesak. Segera ku hapus bulir air yang jatuh tak senada. . "Iya, Sayang...." Jawabku membalas kelembutannya. . "Apa sekarang Ayah sudah sampai di Syurga?" Matanya berkedip penuh dengan rasa keingintahuan. . Aku mengangguk. Langsung ku rengkuh punggung tubuhnya menyatu di bahu kiriku. . Membelai lembut punggung mungilnya, sambil ku berkata, "Insyaa Allah, Nak. Ayah pasti sedang melihat kita dari Syurga." . Kedua tangan Angga menyapu pipiku yang basah. Sekuat tenaga ku tahan air yang berkejaran ingin keluar. Senyum kupaksakan agar Angga tidak ikut berkaca. . "Pulang, Yuk! Biar Allah yang menjaga Aya...

Aku Menunggu

#AkuMenunggu#Cerbung#Day1#seharisatutulisan . Ku tatap wajahnya yang lugu, lama. Menebak apa yang akan tanyakannya. Merasakan kerinduan yang dalam. Angga, dialah yang menjadi tangan, saat diri ini hampir saja terjatuh tak kuasa menghadapi cobaan. . "Mah...." Panggilnya lembut. Melembutkan hatiku yang terkoyak. Melapangkan dadaku yang sesak. Segera ku hapus bulir air yang jatuh tak senada. . "Iya, Sayang...." Jawabku membalas kelembutannya. . "Apa sekarang Ayah sudah sampai di Syurga?" Matanya berkedip penuh dengan rasa keingintahuan. . Aku mengangguk. Langsung ku rengkuh punggung tubuhnya menyatu di bahu kiriku. . Membelai lembut punggung mungilnya, sambil ku berkata, "Insyaa Allah, Nak. Ayah pasti sedang melihat kita dari Syurga." . Kedua tangan Angga menyapu pipiku yang basah. Sekuat tenaga ku tahan air yang berkejaran ingin keluar. Senyum kupaksakan agar Angga tidak ikut berkaca. . "Pulang, Yuk! Biar Allah yang menjaga Aya...

Show Tell

#Show&Tell#Day30#ODOPNovemberChallenge . Masyaa Allah, sudah hari ke-30. Rasanya nano-nano mengikuti tantangan, besok insyaa allah akan berlanjut lagi mulai 1 Desember dengan #satuharisatutulisan. Uhuk... Uhuk... Semoga bisa. . Bulan November ini, empat hari bolong setoran. It's Okay, No problem. Kita coba lagi ya, semoga bulan depan lebih baik. . Oiya, cerita sedikit. Barusan saya mengikuti #kelasmenulis1000peserta, yang diadakan oleh mbak Rosi. Awal pertemuan, beliau minta pendapat tentang pribadi mbak Rosi yang kita ketahui. Eaalaah... Saya mah gak tau kalau beliau penulis+editor (Maapkeun, kudet). . Hanya saya jawab sebisanya. Pertama, Beliau pawangnya Fiksi dan kedua beliau banyak fans-nya. Gimana gak banyak coba?, target 500 peserta, malah yang daftar lebih dari 1000. 😂 saya sampai geleng-geleng kepala. Ilmu gratisan, siapa yang gak ngiler duluan? . Kira-kira ada 19 materi yang beliau singkat. Dan terakhir kami diminta untuk berlatih SHOW dengan memilih satu d...

Jodoh Akan Kembali

Aku tertunduk. Mataku tak sanggup lagi menatap Akbar yang berada di seberang meja makan. Suara seperti tertahan tak bisa diucapkan. Hati pun bagai teriris pelan. . "Ukh ... Maafkan atas keputusan saya ini." Suara Akbar seperti petir yang menghampiri. . Apa yang harus aku katakan? . Nama yang ku ukir di sebuah surat undangan dengan inisial A&I, kini tinggal mimpi yang tidak akan sampai. Beruntungnya, undangan ini belum sampai ku ajak ke percetakan dan belum sampai kepada sederet nama tamu undangan yang sudah kutulis dengan hati berbunga. . Aku membayangkan hubungan kami akan berjalan lancar hingga waktunya tiba. Ternyata ku salah, Akbar lebih memilih untuk tidak melanjutkan semua. . Sejenak terlintas ingatanku pada sebuah video yang dikirimnya seminggu yang lalu. Akbar berharap, kami akan menjadi pasangan yang serasi, suka duka akan terlewati. Ingin rasanya ku berteriak, menagih janji yang telah tertata untuk masa depan. . Tapi kuurungkan. Apalah gunanya jika ...

Nasi Goreng Safannah

#NasiGorengSafannah#Day26#ODOPNovemberChallenge. . "Fan, apa ini benar-benar keinginanmu?" Tanyaku menyelidik, mencari kepastian. Pertanyaan sama yang berulang, entah mengapa selalu ingin kuucapkan. . "Iya." Dengan cepat Safannah menjawabku, walau terasa ada getar dari bibir mungilnya saat ia berucap. . Seseorang yang sungguh ku sangat menyayanginya. Namun tak bisa lagi ku miliki jiwa dan raganya. . Safannahku. . Hawa dingin tiba-tiba merasuk, menjelajar hingga pori-pori terkecil kulitku. Memaksa untuk menembus tulang yang membuatku tak sanggup untuk berdiri. Lemas. . Apakah ini yang disebut patah hati? . Rasanya begitu sakit dan perih. Ku lihat Safannahku terisak menahan tangisannya. Tolong, jangan menangis dihadapanku, Safannah. Ku mohon. . Bukankah ini yang kau inginkan? . Ku ambil secarik kertas dalam map itu. Mencari letak nama yang tertera yang harus segera kutandatangani. . Sejenak kupandangi huruf besar diatasnya yang bertuliskan PENGADIL...

KematianMuhammad

#Day25 #ODOPNovemberChallenge Ada yang pernah membaca kisah menjelang wafatnya Rasulullah ? . Tema ODOP hari ini, mengajak saya untuk berkunjung ke halaman Wikipedia.id kategori artikel populer. Takjub ketika saya membaca judul 'Kematian Muhammad". . Disebutkan Muhammad s.a.w wafat di usia ke-62 tepat pada hari senin tanggal 8 Juni atau 12 Robi'ul awal. Khutbah terakhir beliau sampaikan perintah dan larangan dari Allah, juga kandungan yang terdapat dalam Q.s Al-Maidah ayat 3. . Berkat adanya pertempuran Hunain dan ekspedisi tabuk, Muhammad s.a.w berhasil menaklukkan seluruh semenanjung Arabia. Setelah melaksanakan haji wada', Muhammad s.a.w mengalami demam tinggi yang berujung kepada kematian. Dan itulah mengapa disebutkan sejarah sebagai haji perpisahan (wada'). . Tiba-tiba ingatan saya melayang pada beberapa tahun lalu, ketika saya membaca buku tentang Sejarah Nabi Muhammad. . Ada dada yang bergemuruh dan nafas yang sesaat sesak memenuhi kerongkonga...

Naik Turun Oke

#NaikTurunOke#PengalamandiBunSay4#Day24#ODOPNovemberChallenge Ponselku berbunyi, ada pesan masuk yang isinya undangan acara HEE yang akan berlangsung nanti malam. Emak Riska titis tapi bukan titisan siluman ini sangat rajin mengingatkan kami. Bahasa gaulnya nampak khas, seakan masih abege layaknya anak Es Em Pe. Langsung ku pasang alarm menandakan pukul 8 malam. Membersihkan rumah dan pekerjaan domestik lainnya. Aku memilih kursi di pojokan. Yang pasti nyaman buat ngemil dan tiduran. Sstt... Biar gak keliatan. Di depanku ada mbak Tessa, mbak Eka frieda, mbak del del, mbak Hana, emak pelangi, mbak Riska titis, mbak ulinuha, mbak imel-amel, dan mba asha juga hadir sambil kelonin anaknya. Acara HEE dipandu oleh ibu ketua kita, Indri Kusuma. Entahlah, ketua kita satu ini selalu ada dimana-mana. Hampir semua grup dimasukinya. Tapi tiba-tiba bisa menghilang gitu aja, mirip jelangkung yang datang tanpa undangan, pulang pun tak ketahuan. Tibalah pengumuman... Eeeng iiing eeeeng.......

Memilih Sampah

#MemilihSampah#Day1#Challenge3#ibuprofesionalbanten#pjlifeskill#indonesiadaruratsampah#zerowaste#cegahpilaholah . Kali ini, kita sampai di challenge ke 3. Semakin tinggi challenge, otomatis semakin berat untuk dilaksanakan. Khususnya untuk memilih sampah menjadi beberapa jenis, lumayan membuat otak harus berfikir keras. . Waktu memisahkan sampahnya sih, masih bisa di pilah pilih. Tapi setelahnya, aw aw aw... Nah lho, selanjutnya... mau diapain lagi ya?. . Setelah bolak-balik baca diskusi kulwhap dengan mbak @oktiin, akhirnya... Untuk jenis sisa barang non organik saya kumpulkan, karena masih bisa disalurkan ke bank sampah. Sedangkan untuk botol shampoo, saya mengikuti cikgu @merry dengan potel, lepas, dan bersihkan. Selanjutnya, sampah sisa organik yaitu kulit mangga, insyaa allah akan saya buat untuk pembersih lantai, ini dilakukan dengan mencampurkan air. Kulit mangga dan gula. Perbandingan 10:3:1. Ini hasil nanya-nanya ke yang ahli, yaitu mbak merry. Hehe... Tulang biasany...

Menghitung Rusuk

Gambar
Hari ke-6 Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim .... Masih bisa bertemu di hari senin. Setelah leyeh-leyeh (minjem dari kata-kata bu Fuji, hehe), kini digenjot aktifitas rutin kembali. Iyupz, rutinitas menjadi FTM dan FTT. Nah lho, bingung kaaan?!! Udah gak osah dipikirkan singkatannya. Next, Hari ini teteh Alya kurang bersemangat, begitu juga emak. Entahlah, badan kok rasa remuk kayak rempeyek. Kegiatan belajar teteh hari ini terkait Matematika. Lebih tepatnya sih, menghitung jumlah rusuk dan sisi pada kubus serta bangun ruang lainnya. Emak mengamati gaya belajar teteh dalam menghitung. Terlihat menggunakan ujung telunjuk dalam menunjukkan rusuk. Sambil menggerakkan bibir walau dengan sedikit bersuara. Kaki yang digoyang-goyangkan juga, mungkin berdampak pada titik fokusnya dalam berhitung. Anehnya, jika dalam membaca suatu surat Al-Qur'an atau cerita dalam buku, teteh Alya seringkali terganggu, tapi tidak dalam berhitung. Teriakan Fahmi dan Fakhri menghafal ayat suci Al-Q...

Tayo .... Hei Tayo ....

Gambar
Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah Melaju, melambat, Tayo selalu senang Hal Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah Melaju, melambat, Tayo selalu senang Jalan menanjak, jalan berbelok Dia selalu berani Meskipun gelap dia tak sendiri Dengan teman, tak perlu rasa takut Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah Melaju, melambat, Tayo selalu senang Hal Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah Dengan teman, di sisinya, semua senyum ceria Indahnya hari ini Mari bergembiraaa (Tayo_di RTV) Lagu ini selalu dinyanyikan si kembar saat hati sedang riang gembira. Iyupz, seperti hari ini, apa karena hari ini libur yak? Atau... Apa karena emak ada di rumah? Wkwkkk... Ke-Pe-De-an. Terus, Mereka berdua kompak nanya, "Hari ini kita bikin-bikin apa, Mi?" Hahhaa.... Emak masih blank, belom punya rencana. Yang ada di otak, cuma belajar teteh, belajar, belajar dan belajar untuk PAS di sekolah. 😝 Model begini sih, jangan ditiru mak! Masa' cuma mikirin anaknya pas mo ulangan aja. Aampuu...

Mengubah Warna dengan Tools

Gambar
Hari ke-4 👇 Fahmi dan Fakhri meminta gambar untuk diwarnai. Iyupz, pastinya harus menggunakan Notebook atau kompy atau lepty. Ini bahasa anak muda (kata mbak Eka Frieda). Hihi.... Katanya sih mewarnai gambar apa aja. Alhasil, saya buka notebook, kemudian menggambar beberapa bangun datar yang nantinya bisa mereka susun menjadi gambar rumah. Kesempatan emas bagi saya untuk bisa menyelipkan pembelajaran saat kami sedang asyik utak atik menggunakan notebook ini. Untuk anak seusia teteh Alya, bangun datar sudah dipelajarinya. Tinggal menghubungkan materi tersebut ke dalam dunia dua dimensi. Rencananya, saya menggunakan ketiga aspek gaya belajar tersebut. Pertama, Saat saya memberikan penjelasan (hanya sekedar kata-kata perintah) membuat persegi dari autoshape. Kemudian mengubah warnanya. Namun yang saya lihat. Teteh masih belum memahami langkah-langkahnya. Setelah saya tunjukkan satu per satu tools dan menjelaskan. Teteh Alya langsung mengingat langkah-langkahnya. Hihi, wala...