Bermain Tebak-tebakan
Hari ke tujuh,
Saya menawarkan salah satu buku cerita milik salah satu siswa di sekolah. Terlihat dari judul bukunya, bahwa cerita ini termasuk ke dalam legenda. Karena berkaitan dengan Banten
.
Fahmi dan Fakhri dengan semangat siap mendengarkan. Ternyata teteh tidak ingin membaca tapi inginnya dibacakan oleh emak.
.
Dan emak pun mengalah. Awalnya emak ingin mencatat teteh termasuk Auditory. Tapi karena belum terbukti tanda-tanda gaya audio yang ditonjolkan, akhirnya emak ragu untuk mencatat.
.
Emak pun membuat tebal-tebakkan berupa pertanyaan yang berhubungan dengan cerita. Ini hanya sebagai alat apakah teteh menyerap isi bacaan yang didengarkan atau belum bisa memahaminya.
.
Ternyata teteh hanya mampu memahami cerita yang di dengar hanya di lembar awal.
.
Selanjutnya, saya coba tawarkan lagi untuk membaca ulang sendiri cerita tersebut. Karena penasaran, teteh langsung bersemangat membacanya. Tidak ada suara keras, hanya gerakan bibir sambil kaki bergoyang. Dan pertanyaan demi pertanyaan mampu di jawab teteh.
.
Disini terlihat bahwa teteh memiliki gaya belajar auditory dan kinestetik.
.
Dari hari ke hari sudah tampak jelas gaya belajar yang mendominasi. Masih ada waktu beberapa hari lagi ke depan untuk memahami gaya belajar lainnya dengan kegiatan yang berbeda.
.
Sampai jumpa lagi di kegiatan berikutnya... Insyaa Allah. 🤗🤗
#Day7
#Tantangan10hari
#Gameslevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini