Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Day 10 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 10 Sepulang sekolah, teteh Alya meminta buka puasa dengan roti bakar. Emak yang pelit bin kisruh ini langsung pasang sinyal. Secara, masalah financial memang sensitif. Bukan prihal berapa harga roti bakarnya sih, tetapi tentang kebutuhan dan keinginan yang harus bisa dibedakan oleh kita sekeluarga. Kebeneran banget, hari ini banyak mkanan dari neneknya. Mulai dari kurma, sampai gorengan pun ada. Alhasil kami pun menyampaikan prihal ini, mensyukuri adalah hal terpenting berapapun banyak sedikit yang kita miliki. Semoga hal ini menjadikan anak - anak memahami tentang kesyukuran dan menghindari rasa serba kekurangan. #Day10 #tantangan10hari #Level8 #KuliahBusnayIIP #CerdasFinansial

Day 9 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 9 Anak-anak sudah beberapa kali meminta uang jajan ketika berpuasa. Ema langsung mengerutkan dahi, "Lha, emang buat apa?" secara mereka lagi pada puasa ya kan. Menjalankan 3S masih dalam tahap pengenalan. Belum pelaksanaan untuk pribadi mereka. Alhasil, emak harus meraba-raba, cara agar anak-anak meminimalisir jajan setiap hari-nya dengan beberapa makanan di rumah. Teteh Alya, alhamdulillah sudah bisa diajak bekerjasama untuk urusan financial. Kalau Fahmi Fakhri masih dalam tahap pengenalan. #Day9 #tantangan10hari #Level8 #KuliahBusnayIIP #CerdasFinansial

Day 8 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 8 Entah mengapa, Fakhri mencari raket. Awalnya emak gak yakin anak-anak akan senang olahraga. Sudah di bertahukan juga kalau raketnya rusak. Tetep memaksakan diri ingin bermain raket. Alhasil, abinya pun mengajak membeli raket. Wohoho, padahal ga ada budget lho. Bisa jadi sih, masuk ke pengeluaran tak terduga. Emak sih nggak lanhsung meng-iyakan. Tetap harus sesuai kebutuhan kita. Emak : Memang Fakhri beneran mau latihan raket (baca: bulutangkis)? Fakhri: Iya, mau main sama gufron Emak: Memang bisa mainnya? Fakhri: Bisa, begini doang (sambil praktek melempar bulu-y) Emak: (Senyum-senyum sendiri) Kira-kira kalau beli yang baru, rusak nggak ya? Di rawat nggak ya? Fakhri: Iya iya nanti dede rawat Fix. Abinya langsung memutuskan. Yaudah, beli tiga, masing-masing satu. Kebeneran juga, abinya suka olahraga. Butuh banget untuk sehari-hari. Nah, untuk itulah peelu adanya dana tak terduga. Bisa jadi pembelajaran untuk anak-anak, merawat barang-b...

Day 7 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 7 Kemarin, kami ber-empat berkeliling ruko perumnas. Dari satu ruko ke ruko lainnya menggunakan sepeda motor. Jalan-jalan sore, kalau kata orang-orang. Tentu saja anak-anak senang luarbiasa, melihat keramaian di jalanan. Dan menurut emak, ini jalan parah banget. Dimana-mana ramai euy. Dimana-mana penuh horang. Dimana-mana semua juga kehabisan dagangan. Alhamdulillah ya... Emak mau beli kangkung aja, tinggal beberapa iket. Du du du, jadi gak da pilihan lain. Sayur mentah lainnya sudah ludes terjual. Sedari awal, memang sudah direncanakan apa yang kita beli dan yang kita butuhkan. Emak yang sudah memasang sinyal di kepala, "Barang di luar kebutuhan, jangan dibeli". Titik. Ini pun bukan hanya berlaku pada emak saja. Tetapi kepada anak-anak juga. Mereka tentu saja, menjawab iya. Namun, biasanya akan berbeda pada saat di lapangan. Nah, kaan...betuuul. Mereka tertarik cokelat di salah satu ruko, tempat pembelian kurma. Bertiga kompak ba...

Day 6 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 6 Awalnya anak-anak sudah membuat kotak tabungan sendiri, tapi ternyata cepat bosan. Padahal kotak tabungan hasil buah tangan anak-anal sendiri, ternyata gagal lagi untuk memancing anak-anak menyisihkan uang jajan secara mandiri. Padahal sudah ada uang beberapa ribu. Tanpa sepengetahuan emak, ci kembar membeli somay yang sering lewat rumah. Fahmi melapor kalau Fakhri mengambil uang yang dari celengannya sendiri. Hehe, emak cuma senyum-senyum halus laaah yaaahhh ... du du du, masih belum kuat niat menabungnya. Alhasil, uang beberapa ribu dalam kotak celengan, ludeeessss nggak nyampe seminggu. Di sela-sela obrolan santai, emak bertanya tanpa menginterogasi. Pastinya terkait uang yang sudah ludes, menanyakan alasan Fakhri menjajakannya. Dan di kawab dengan santai, "Nanti bisa nabung, Mi. Besok-besok." Haha, emak ngakak kenceng. Gemes banget kalau udah adu obrolan sama Fakhri. Ada aja jawabannya. Bukan salah Fakhri sepenuhnya juga. Jadi, ...

Day 5 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 5 Kemarin, kami sempat berkunjung ke salah satu rumah di daerah PCI, lebih tepatnya ke rumah Syams. Ada kegiatan yang sengaja kami buat khusus makan-makan. Melihat berbagai mainan, anak-anak mulai melirik kesana kemari. Ingin mencari tahu, tetapi dipendam. Akhirnya, sepeda-lah yang tertuju oleh mata-mata kecilnya. Kemudian, tak lama terlontarlah kalimat ajakan dari teteh Alya, Alya : Mi, kita nanti beli sepeda kayak gini ya, Mi? (sambil dipegang-pegang) Emak : Lho, kan kita udah punya teh? Alya : Nggak papa sih, Mi. Beliin yah? yah? Emak : Ya, boleh sih. Tapi nabung dulu aja yah. Umi-nya gak punya uang untuk beli sepeda. Uang ad untuk beli beras. (sambil muka melas) Alya : Yaudah, Mi. Kita nabung dulu aja. Emak : Okeh ... Memang untuk saat ini, menabung secara mandiri, belum pernah berhasil. Oiya, pernah berhasil satu kali, berkali-kali gagal. Karena ya tadi, anak-anak yang sudah faham bahwa uang adalah alat untuk membeli jajanan, jadi m...

Day 4 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 4 Hari ini ci kembar diajak mengambil uang di ATM. Sepulangnya, Fahmi menceritakan pengalaman di sana. Memberitahukan kalau uang yang diambil abinya, banyak. Memang ini kali pertama mereka melihat jumlah uang yang memang bagi mereka sangat sangat sangat banyak. Akhirnya, tercetuklah kalimat permintaan dari bibir mungil si Fahri. Permintaan membeli mobil-mobilan menjadi motivasi tersendiri untuk terus mencari perhatian uminya agar dibelikan. Selain itu, angan-angan membeli es krim pun menjadi pilihan akhir. Namun, emak masih tetap dalam pendirian. Sudah sembuh, diperbolehkan minum es krim. Sebaliknya jika masih batuk pilek, es krim kita tunda dulu. Sepanjang bercerita seputar keinginan dan kebutuhan, emak sampaikan lebih sederhana. Agar anak-anak mampu mempelajari ini dengan baik. Alhamdulillah, anak-anak dengan mudah memahami kata-kata emak. Bahwa keinginan memakan eskrim bukanlah hal yang pokok. Nanyak hal lain yang lebih pokok lagi, yang dibu...

Day 3 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 3 Pembelajaran hari ini tentang "pembelanjaan" dari masing-masing uang yang dimiliki. Sebetulnya anak-anak meminta uang saku dari dompet emak. Karena ada uang pemberian uwa-nya, jadi emak mencoba memberikan saran kepada anak-anak untuk menggunakan uang sesuai kebutuhan. Hari ini acara pelepasan kegiatan di TK si kembar. Melalui proses dan acara perpisahan yang panjang, pastinya akan membuat jenuh dan membutuhkan makanan. Untuk itulah, emak menyarankan membeli makanan. Alhasil, abi-nya membawa anak-anak ke indo*****, karena abi-nya udah sepakat perihal ini. Maka diarahkanlah anak-anak untuk membeli makanan yang dibutuhkan, bukan hanya sekedar makanan yang diinginkan. Misalnya, lebih memilih makanan yang agak mengenyangkan. Bukan memilih ciki yang tidak mengenyangkan. Alhamdulillah, anak-anak sedikit demi sedikit mulai mengerti walau belum penuh memahami. Walaupun ini adalah awal bagi kami menata diri untuk cerdas finansial, tetapi kami...