Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Mengenal Bangun Datar & ruang

Gambar
Di hari ketiga ini. Pertama, Emak menggambar persegi, segitiga dan persegi panjang. Kemudian emak bertanya kepada teteh Alya, apa nama bangun masing-masing gambar? Ealaah... Si doi malah tarik gambarnya. Di tulis nama masing-masing bangun datar tersebut. Tanpa bersuara. Ada gerakan pensil yang dimainkan naik turun sambil berfikir, menunjukkan teteh menggunakan gaya belajar kinestetis. Okey, Catat !!! Visual, Iyes !!! Kinestetis, Iyes !!! Selanjutnya emak menanyakan sudut. Disini teteh kebingungan, emak bilang sudut biasanya ada di pojok. Nah, kan kalau cuma sekedar 'kata-kata' penjelasan, kurang efektif. Akhirnya emak menunjuk ke arah sudut ruangan dalam rumah. Yang ada di pojokan. Baru deh teteh manggut-manggut. Diamati gambar, dituliskan dan dihitung jumlahnya. Fahmi dan Fakhri pun sekarang sudah tau sudut ruangan. Bahkan mata mereka tak lepas dari telunjuk yang mengarah ke sudut ruangan. Cakep, Nak !!! Sudah tahu ya mana sudut. Walaupun mata masih men...

Mengikat Benang

Gambar
Di tengah teriknya matahari, cocoknya santai sambil guling-guling di lantai. Tapi berbeda dengan teteh Alya. Entahlah, sepertinya teteh Alya akan membuat sesuatu dari pernik berbentuk bulat. Okey, kita lihat dulu ya! Apa yang mau dibikin ya? Owalaah.. Teteh ingin membuat kalung dari pernik berwarna hijau. Itu lho mak, yang dibeli di beberapa toko accecoris. Sebenarnya penjual kalung begini juga banyak. Tapi emang teteh demen banget kalau bikin sendiri. Pertama, teteh menyiapkan gelas, pernik, gunting dan benang. 🙈 ini si doi menyiapkan sendiri, emak cuma nonton sambil guling-gulingan. Nah, kayaknya teteh greget deh kalau emak cuma nonton. Benang yang sudah dipotong, harus diikat terlebih dahulu. Akhirnya teteh merayu untuk mengikat tali benangnya. Karena disini kami (para emak) sedang menjalani tantangan 10 hari mengamati gaya belajar anak. Tentu dong, tidak mau kelewat. Bagaimana ya gaya belajar teteh untuk praktik seperti ini? Next 👇 Sebelum berlanjut ngobrolin te...

Yuk, Menghafal Hadits Menjaga Lisan !

Gambar
Selepas maghrib, kami bertiga belajar bersama. Umi, teteh Alya, dan Fakhri. Karena aa Fahmi tidur lebih cepat. Jadi gak bisa ikut belajar. Alya mengambil buku paket sekolah, besok ulangan PAI Fiqih tentang 3 hadist yaitu hadist adab lisan, hadist memuliakan tetangga dan hadist memuliakan tamu. Di tengah membacakan hadits, teteh agak kebingungan karena sering tertukar antara ketiganya. Memang mirip sekali, berbeda di ujung kalimatnya saja. Coba kita amati ya, 1. Hadits menjaga lisan 2. Hadits memuliakan tetangga 3. Hadits memuliakan tamu Hadits yang ketiga ini sudah dihafal baik oleh teteh Alya beserta artinya. Tapi hadits pertama dan kedua tertukar. Falyaqul malah dibaca Falyukrim . Hanya tertukar saja. Akhirnya, beberapa kali emak meluruskan hafalan teteh. Tapi setelah diulangi, masih saja tertukar. Untuk kata ' Falyaqul ' dengan arti mengatakan, akhirnya saya sambungkan dengan yakult yang sering diminum teteh. Yakult untuk diminum, sedangkan Fal...

Rooftop Buddies

Gambar
#Day23 #RooftopBuddies #ODOPNovemberChallenge . Waduh, Rie ketemu dengan Kiran? Anak perempuan yang dulu pernah bikin Rie malu di depan teman-teman satu sekolahnya. Kiran juga yang selalu berhasil membuat mimpi buruk saat Rie tinggal di Alerawi. Sehingga dirinya tak lagi bersemangat pergi ke sekolah. . Saat Rie ingin balas dendam atas apa yang dilakukan Karin, tiba-tiba hatinya tak mampu membalas. Melihat bocah lucu yang berada di dekat Kiran. . Siapa bocah lucu itu? . Rie menebak barangkali saja adiknya Kiran. Dan ternyata tebakannya salah. Bocah tersebut adalah anaknya Kiran. . Waduh, kok bisa sih? . Kiran langsung menceritakan aib tersebut tanpa rasa malu. Terlihat sangat menyesal apa yang dulu pernah Kiran lakukan pada Rie. . Karma? Apakah Karma itu nyata? . Begitulah yang Rie dan Kiran fikirkan. Rie tak menyangka, bahwa Kiran akan menyadari semua perlakuan buruk terhadap dirinya. Dan Kiran langsung meminta maaf kepada Rie. Sepertinya sih dari lubuk hati yang p...

Fiksi Horor

Gambar
Sebenarnya tema ODOP setoran kemarin #day22 terkait dengan aktifitas yang sudah dilalui alias sudah terlewati. Nah, durasi waktunya pun ditentukan, menulis selama 45 menit (Huufftt...). Sudah sempat dicoba juga, tapi tetep wee, kalau kurang 'feel'-nya, langsung hapus lagi. Tulis lagi. Hapus lagi. Jadi gak kelar-kelar. Alhasil, saya malah nongkrong di kelas GWa Fiksi Horor. Selanjutnya, diminta untuk membuat spenggal cerita horor. Pas banget kan malem jum'at. Tapi karena penasaran, saya mencoba ikutan menulis. Berikut contoh sepenggal cerita horor yang sudah saya buat. Jika ada krisan dari teman-teman, bisa japri atau tulis di kolom komentar. Terimakasih sudah bersedia mampir kemarih. 🤗 **** Judul : Pohon Tua Aku dan Desri berjalan melewati pohon itu. Desri nampak pucat, ketika tatapannya tertuju ke arah pundakan tanah yang terletak tak jauh darinya. Ya, melihat kuburan tepat di samping pohon besar yang konon katanya ada si penunggu. Desri langsung memegang ...

Arti Nama

Gambar
Walau Sedikit Tapi Kontinue Salah seorang teman pernah bertanya-tanya. "Mudhowamah itu artinya apa sih?" Waktu itu saya ga bisa langsung jawab. Lha wong saya juga gak tau apa artinya. Mau cari di google juga gak bisa, karena waktu itu masih pakai hape yang cuma bisa nelpon dan sms doang. Mau nanya ke bapak juga gak bisa, karena udah di alam berbeda. Humm... Mau nanya ke emak, kayaknya gak tau deh. Yowiz, akhirnya saya gak terlalu mikirin juga. Dan pas saya udah rada gede, saya baru tau ternyata nama saya diberikan oleh salah satu uwa. Iya, uwa Suntani namanya. Beliau seorang ustadz dan dahulu kala saat saya dilahirkan, bapak saya pernah meminta pendapat, nama apa yang bagus diberikan ke anak keduanya. Akhirnya uwa Sun ---panggilan akrab para ponakan--- memberikan nama ini. Saya masih penasaran arti nama "Mudhowamah". Dan hanya di jawab pakai nada serak-serak basah uwa Sun ala Roma irama, "Artinya bagus itu." Tetep wee, penasaran bagusnya...

Robin Hood 2018

Gambar
#Day20 #ODOPNovemberChallenge #RobinHood Ada yang kenal Robin Hood? Kayaknya rata-rata pasti kenal ya. Legenda heroik atau semacam superhero bagi rakyat miskin. Sengaja mencuri di rumah orang kaya dan melakukan perlawanan kepada pemerintahan Nottingham yang tiran. Sayangnya, terjadi perdebatan yang cukup unik, dengan alasan film tersebut memiliki implikasi terhadap penginterpretasiannya. Karena di abad 21 melahirkan Robin dalam kehidupan nyata. Iya, yang konon katanya di negara Jerman, ada Robin hood yang merampok di salah satu bank di sana. Dan membagikannya. Aneh ya? Dan Robin Hood yang zaman now akan tampil dengan wajah baru, jika dulu hanya sebagai perampok, kini Robin hood yang satu lagi, berperan sebagai tentara salib yang baru kembali ke negerinya dan ternyata berubah menjadi keadaan berbeda. Ia menemukan pejabat korup dan menghabiskan uang kerajaan sementara rakyat dalam keadaan sengsara. Robin pun berlatih memanah bersama Little John (Jamie Foxx). Mereka ber...

Penggalan Kisah

Gambar
Duh duh duh, semalem bablas...ketiduran. Bye bye deh liat jam udah ke angka 02.35. Tapi walaupun telat. Rasa pengen tetap upload. Yah, mubadzir kan udah di tulis di notes, dan ke buang gitu aja. **** Aku Siapa? "Rin .... " Panggilnya lagi. Menatap wajahku dengan kasihan. Tangannya menggenggam erat. Menguatkan apa yang baru saja terjadi hari ini. "Aku baik-baik aja kok, Sel." Jawabku, mengusir kegelisahan Seli. "Aku tahu, Rin. Kamu kuat. Sampai berapa lama kita akan disini?" Tanya Seli, sambil melihat jam tangan yang selalu ia pakai di pergelangan tangan kanan. Aku tak menjawab pertanyaan Seli. Entahlah, aku lebih senang berada disini. Bersama lampu-lampu redup yang menghiasi ruang, memberikan keredupan dalam kegelapan. Otakku seakan tak bisa berfikir jernih lagi. Hasil lab yang dijelaskan dokter Lika membuatku tak mampu berdiri. Seli yang mengantar ke rumah sakit, tak lebih terkejutnya daripada aku. Mengetahui bahwa aku bukanlah anak ay...

Sebuah Renungan

Gambar
Praaang !!! Salah satu piring dibanting olehnya. seorang ibu muda dengan tangan yang begitu kasar melempar piring satu lagi, hingga pecah berantakan. Menambahkan puing pecahan di lantai. Seakan mengatakan kesalahan tak termaafkan. Anak itu, ketakutan! Dirinya hanya diam membisu. Tak ada satu pun kata yang keluar dari bibir mungilnya. Anak itu, terlihat gemetar, menarik diri dari mata sang ibu yang melotot di hadapannya. Ku lihat matanya berkaca, walau sempat ditahan. Lalu menunduk mengambil pecahan piring yang berhamburan di lantai. Memasukkan satu per satu ke dalam kantong plastik hitam berukuran lebar. Tak memedulikan jarinya yang merah terkena goresan. Aku melihatnya, dengan mata kepalaku. Ujung jari telunjuk sang ibu beberapa kali mendorong keningnya dengan makian panjang. Mataku ikut berkaca. Walau kucoba mengalihkan pandanganku, tak mampu menonton drama ibu anak yang menurutku di luar batas kewajaran. Apakah salah jika ia melakukan kesalahan, Bu? Inginku bertanya...

Kapasitas Diri

Gambar
#KapasitasDiri #Day17 #ODOPNovemberChallenge Hari gini saya baru pasang Messenger. Hehe... Maklumlah memory dengan kapasitas yang terbatas hanya 2gebe dan gawai yang seadanya (yang penting ada app Al-Qur'an, Facebook dan Whatsapp) sudah menjadi sesuatu yang "wow" bagi saya pribadi. Hemat saya, kalau messenger dan lainnya hanya sebagai pelengkap aplikasi. Berawal dari telegram yang ternyata naik tingkat menjadi kebutuhan, maka saya pun berkeinginan ganti hape aja. Yaelah, emang beli hape kayak beli tempe?. Cari cara lain dong, Mak. Biar dompet gak jebol. Sudah full memory dan gak bisa meng-install apa yang saya butuhkan, membuat saya mikir di pojokan. Abis install instagram, kini telegram. Lha wong Wattpad yang dari dulu ingin di install, sampai sekarang belum kesampean juga. Akhirnya, setelah ngobrol panjang lebar dengan suami dan salah satu teman, seakan kompak memberikan saran untuk membeli memory card baru dengan kapasitas yang lebih besar. Sebagai istri...

Jalan-jalan ke Bulan

Gambar
#Jalan_Jalan_Ke_Bulan #Day16 #ODOPNovemberChallenge Aku merasa bangga sekali. Mengikuti kompetisi menulis penelitian ilmiah bertema benda di luar angkasa dan aku terpilih menjadi juara pertama. Aku pun tak mengira namaku akan berderet dengan penulis lainnya, para peneliti yang bertahun-tahun lamanya menggeluti dunia ini. Juara satu sampai tiga akan bersama melakukan studi bersama para astronot untuk meneliti benda luar angkasa. Sepulang kuliah, aku langsung menceritakannya kepada ibu dan ayah. Meminta izin untuk melanjutkan studi penelitian benda di luar angkasa. Aku tak tahu pasti akan berapa lama berada disana, tapi aku menyiapkan beberapa baju dan memasukkannya di dalam koper. Karena tak mungkin, aku mencuci di dalam pesawat atau di planet Mars. Esoknya, aku berpamitan. Ayah dan ibuku terlihat sedih sekali. Ini kali pertama melakukan perjalanan terjauh selama hidupku. Pergi melintas antar planet, bukan hanya antar negara. Aku sudah membayangkan melihat bumi kita dari kej...

Bersama lebih Bermakna

Gambar
Aliran Rasaku "Makna Bersama Mereka" Di penghujung game level 3, sudah terasa sekali manfaat dari Project Family ini. Kebersamaan yang bermakna. Banyak hal-hal yang memang harus saya pribadi perbaiki. Mulai dari tujuan yang dicapai saat melaksanakan Project Family sampai dengan indikator pencapaian setelah dilaksanakannya project tersebut. Titik fokus pada kecerdasan anak. Banyak orangtua yang hanya terlibat dalam urusan meningkatkan kecerdasan intelektual, bahkan menomorsatukannya. Tidak salah, namun ada kecerdasan lainnya yang dikesampingkan. Dan ini yang baru saya sadari saat mendapatkan materi games level 3. Ada banyak kecerdasan lainnya yang sama-sama bisa dilatih sedari dini. Tidak perlu menunggu mereka setelah dewasa. Tak juga melulu harus meningkatkan salah satunya saja. Karena memang tanggungjawab seorang ibu ialah memahami segala sesuatu dalam diri mereka, anak-anaknya. Termasuk mampu mengenal kecerdasan yang paling menonjol dalam diri ananda. Awalnya, mema...

Strategi Parit (Perang Khandaq)

Gambar
**Sebuah sejarah yang tak akan terlupakan sampai akhir zaman **Kisah nyata yang akan abadi mencetak peradaban **Tetes darah yang tak hanya berlabel nama perjuangan **Merekalah pahlawan abadi sepanjang zaman ****** Sebuah peperangan populer yang begitu kita kenal saat berada di bangku sekolah. Sebuah peperangan populer yang meneteskan keringat darah dan airmata penuh keikhlasan. Disanalah mereka berjuang mempertaruhkan nyawa, demi tegaknya Islam yang mulia. Tidak banyak waktu yang dimiliki kaum Muslimin ketika itu. Hanya satu minggu. Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan peperangan. Luka pasca perang Uhud yang belum sembuh, seakan ingin menambah luka baru bagi kaum muslimin. Kaum kafir Quraisy yang merasa bangga akan kemenangan yang dicapai ketika perang Uhud, menjadikan semangat baru yang membara untuk menghancurkan kota Madinah. Tak hanya itu, mereka pun Mengajak bala tentara lainnya dari negeri tetangga yang juga memiliki kebencian terhadap Islam untuk bersatu padu ...

Pesan Bapak

Gambar
#PesanBapak #Day14 #ODOPNovemberChallenge Ketika itu usiaku yang baru menginjak usia remaja, harus membantu bapak di Sawah. Menunggu padi yang menguning, agar mereka (para burung) tidak bisa menikmati padi yang susah payah bapak dan mbok tanam. Menggunakan kaleng yang diisi batu dan tali panjang yang dikaitkan satu sama lain, yang jika ditarik maka akan terdengar bunyi yang mengganggu dan burung akan pergi. Sawah ini bukan milik kami, seorang juragan kaya raya menitipkannya kepada bapa dan si mbok untuk merawat tanah ini. Aku tidak tahu pasti, berapa luas tanah itu, karena aku tidak bisa membaca dan berhitung. Sejak kelas 3 SD, aku tidak melanjutkan sekolah. Karena waktu itu, hanya orang yang punya uang saja yang bisa sekolah. Padahal ingin sekali aku ke sekolah, membawa buku dan pensil seperti mereka (anak juragan). Tapi nyatanya, aku bukanlah seperti Raden ajeng Kartini yang mampu mendobrak zaman untuk tetap berpendidikan. Aku hanya seorang gadis biasa, yang berkewajiban mem...

Menghafal surat Cintanya

Gambar
#Day15 #KecerdasanSpiritual Hari ini masih berkaitan dengan kecerdasan Spiritual. Melaksanakan proyek keluarga untuk tetap bersama menghafal surat cintaNya. Semua bersemangat termasuk teteh Alya yang masih belum maju di surat Asy-Syams. Emak mencoba menghafal dengan cara yang lain, membacakan arti per kata. Mulai dari arti Asy-Syams, Waddhuha, Wan-Nahar, Talaahaa dan kata-kata lainnya dalam surat Asy-Syam. Saat emak salah mengucapkan, teteh sudah bisa mempeebaiki lafal yang salah. Sedangkan Fakhri lagi senang menghafal mulai dari surat An-Nas sampai Al-'adiyat. Saat emak meminta unruk tidak terburu-buru, tapi Fakhri tetap ingin melanjutkan hafalannya asal di bantu oleh emak. Berbeda dengan Fahmi yang asyik membaca buku Iqro', melafalkan dengan lantang. Masing-masing anak dengan segala keunikannya menjadi penyemangat diri emak pribadi. Emak yakin, semakin anak-anak mencintai al-Qur'an dan menghafalnya, hal tersebut mampu menjaga tingkah laku dan mengontrol emosio...

Mengenalkan Surat CintaNya

Gambar
#Day14 #Melatih Kecerdasan Spiritual Masih berlanjut dengan menghafal al-Quran terutama surat As-Syams. Walaupun ayat di dalamnya agak pendek, tapi teteh Alya cukup kesulitan untuk mengingatnya. Mungkin karena sering tertukar dengan ayat dalam surat lainnya. Perlu banyak pengulangan, yang gak hanya satu atau dua kali. Contohnya seperti surat Al-Lail kemarin, baru bisa sempurna di hafalkan setelah berminggu-minggu. Tingkat kesulitan dalam menghafal semakin meningkat. Begitupun jika semakin maju, makin naik surat satu tingkat yang dihafalkan, makin bertambah kesulitan menghafalkannya. Tapi insyaa allah, semakin kita berusaha, akan dibukakan pintu jalanNya untuk menghafal tiap-tiap ayatNya. Teteh Alya bukan tipekal yang rajin mengulang, jika sudah hafal kadang sering diacuhkan. Nah, disini mah tantangan emak, agar teteh tidak hanya sekedar menghafal secara lisan. Tapi secara umum mengetahui kandungan surat tersebut. Keingintahuan anak pun akan semakin bertambah sesuai dengan u...

Reina_Reini

#Day13 #ODOPNovemberChallenge Reina mengintip dari balik tirai, melihat Reini tampak bahagia di depan cermin besar. Senyumnya mengembang bak rembulan bertemu Bintang. Ahh... Tak seharusnya Reina iri dengan kebahagiaan Reini. Akhirnya, Reina memutuskan pergi dari pintu belakang. "Rei... Mau kemana, Sayang?" Mamah memergoki Reina yang mengendap-endap hendak pergi. "Eh, Mama... Anu... Eemm... Rei ingin keluar mau jemput Mawar." Reina mencari-cari alasan. "Tapi jangan lama-lama ya sayang, kan acara akan segera dimulai." Mama mencium kening Reina. Menatap Reina dalam. Mama pasti mengerti perasaan Reina, melepaskan orang yang begitu disayangi adalah hal terberat dalam hidupnya. Hampir saja airmata Reina tumpah saat Mama memandangnya lama. Reina buru-buru membalas mencium pipi mamanya dan mengucapkan salam. "Rei pergi ya, Mah. Assalamu'alaikum..." Sebenarnya memang Reina tak berniat menghadiri acara sakral saudara kembarnya itu. Rei...

Bagaimana Melatih Kesabaran pada Anak?

Gambar
#KejadianSehari-hari #UangSeribu Sepulang sekolah, teteh Alya langsung membuka baju, lalu mandi. Emak pun memasukkan baju le dalam mesin cuci. Karena emak sudah terbiasa mencuci baju sore hari, jadinya baju-baju tersebut langsung angkut. Emak gak tau ternyata ada uang tiga ribu ada di kantong seragam teteh Alya. Teteh Alya pun minta di carikan, tapi yang ketemu hanya dua ribu. Sepertinya uang seribu logam langsung jatuh ke dasar mesin cuci. Ini kesempatan emak melatih kecerdasan emosional teteh Alya. Sengaja emak tidak langsung mengantikan uang seribu tersebut. Emak ingin melihat, apakah teteh Alya bersedia menunggu atau akan tetap memaksa meminta ganti dari dompet emak. Karena kepribadian terbentuk dari pola kebiasaan yang dididik oleh orangtuanya, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua mengarahkan sang anak. Dan disini teteh Alya bersedia menunggu emak selesai mencuci. Biasanya, tetah Alya lebih memaksa untuk langsung ada wujud barang yang dipinta. Alhamdulillah, kali ini ...

Bagaimana Cara Mengenali Emosional pada Anak-anak

Gambar
#Day12 #Membaca Cerita #Melatih Kecerdasan Emosional Hari ini, ada 3 buku pinjaman yang akan emak tunjukkan ke anak-anak. Diantaranya 1 majalah Bobo, 1 cerita Fabel dan 1 cerita nonfiksi tentang Ibnu Abbas (Sahabat Rasulullah). Emak ingin melihat, bagaimana respon anak-anak, saat mereka melihat buku tersebut? Ternyata Fahmi lebih memilih majalah bobo, langsung membaca sendiri. Padahal kan Fahmi belum bisa membaca per kata dengan lancar. Tapi ternyata melalui gambar-gambar yang tertera di dalamnya, Fahmi mencoba menarasikan sendiri ceritanya. Fakhri memilih buku Ibnu Abbas, meminta emak membacakannya. Ternyata baru beberapa halaman di lewati, Fakhri meminta mengganti bukunya dengan buku Fabel. Padahal sedang dibaca oleh teteh Alya. Emosi Fakhri belum sampai menerima apa yang sudah dipilihnya. Lebih mudah ngambek, jika tidak terpenuhi permintaannya. Alhasil, emak sarankan kepada anak-anak, untuk mendengarkan emak bercerita. Dan alhamdulillah teteh Alya dan Fahmi sepakat. Ter...

Persahabatan Ikan Mas dan Kodok yang Baik Hati

Gambar
#PersahabatanIkanMasdanKodokyangBaikHati #Day11 #ODOPNovemberChallenge #CeritaAnak . Merpati yang sedang terbang berkeliling dari satu pohon ke pohon yang lain, membuat Ikan Mas kagum melihatnya. . "Pati, kau enak sekali ya... Bisa melihat indahnya alam ini dari atas sana." Ikan mas terpesona melihat keindahan terbang Merpati. . "Tentu saja, yang memiliki kawasan udara kan hanya kami para burung. Apalagi aku jenis burung yang dikagumi  para manusia, karena tubuh dan buluku yang bagus. Hahaha..." Merpati tertawa, memamerkan bentuk tubuhnya dan terdengar sangat angkuh. . "Sedangkan kamu, Mas. Hanya terkurung dalam kolam yang kecil dan hanya bisa berkeliling mengitari permukaan kolam saja. Iya kan?" Tambahnya lagi, membuat ikan Mas semakin sedih. . Lalu, Kodok melompat mendekati ikan Mas. . "Ikan Mas, jangan dengarkan Merpati sombong itu. Ia tidak seharusnya bersikap seperti itu. Karena masing-masing kita punya kelebihan yang Allah beri...

Selamat Tinggal, Ayah!

Gambar
#Selamattinggal,ayah! #Day10 #ODOPNovemberChallenge. "Ayaaah..." Panggilku pelan. . "Kenapa ayah pergi...." Aku menangis di pojokan. Duduk tak berdaya. Lemas tak bertenaga. . Seluruh kerabat membujukku untuk menemui ayah. Tapi sungguh, aku tak sanggup membopong tubuhku sendiri. . "Ayo nduk, ayahmu sudah datang, jangan seperti ini. Nanti kamu menyesal, Nduk." . Aku menggelengkan kepala. Apakah kalian tak percaya bahwa aku tak sanggup melihat ayah? Batinku semakin menjerit. Lebih baik aku tak melihatnya, Jika dengan itu, kurasakan jauh menenangkan hatiku. . Tiba-tiba ramai sekali rumah kami. Mereka yang tak diundang. Memaksa masuk ingin melihatku di pojok ruang kamar. Mengelus kepalaku dengan kasihan. Beberapa dari mereka, menangis sepertiku. Sesenggukan. . "Shei... Ayo kita temui ayah dulu." Ibuku memeluk erat. . "Kenapa ayah pergi bu?" . "Sheila gak boleh begitu... Ayah pasti sedih melihat Sheila seperti in...

Satu Hari Dua#2

Gambar
#Day11 #Satu Hari Dua Ayat Sudah dua malam, kami menginap di rumah neneknya ci kembar. Masyaa Allah, kalau lagi T10 yang kayak begini agak sulit mengkondisikan. Dan proyek sebelumnya, terpaksa harus emak random yak. Insyaa Allah tidak mengurangi semangat melatih kecerdasan anak-anak. . Target emak 15hari dan Setor pagi sebelum shubuh. Hal ini merupakan upaya emak menjaga kestabilan dalam melaksanakan games level 3. Semakin tinggi gunung yang kita daki, maka semakin sedikit juga oksigen yang kita hirup. Jadi, kita harus mencoba berbagai strategi agar oksigen tetap masuk dengan baik. . Next . Hari ke 11, kami masih melaksanakan proyek Satu hari Dua ayat. Setelah diajak untuk memulai, anak-anak masih ogah-ogahan. Akhirnya, emak kehabisan akal. Dinasehati sudah, di rayu sudah, di bujuk juga sudah. . Dan emak ingat ide tebak Bunyi ayat dan nama suratNya. Di mulai dengan memancing Fahmi dengan menebak nama surat. Emak membacakan awal ayat surat tersebut. Dan alhamdul...