Aku Bisa
Bismillaahirrahmaanirrahiim Selepas bermain, Fakhri melihat tumpukan baju yang akan di setrika emaknya. Beberapa lembar, sudah rapih tapi emak milih istirahat karena badan mulai menunjukkan tingkat kelemahannya. Padahal, gampang banget jaman sekarang ada loundry-an. Tetapi, emak kok nggak rela ya kalau dikirimkan ke rumah orang lain. 🙈 upz, emak malah curcol.... Tiba-tiba saja, Fakhri menawarkan diri. Fakhri : Mi, dede bantu nyetrika ya? Emak : Nggak usah, De. Nanti khawatir kena tangan. Fakhri : Nggak kok, nggak. Dede bisa kok. (tetep keukeuh) Emak : Nanti Umi aja yang nyetrika. Fakhri : Nggak panas kok, Mi. (sambil pegang setrikaan, untung udah adem itu setrika) Emak : (ngalah) Mungkin memang betul, anak-anak hanya butuh kesempatan untuk mencoba hal yang membuatnya tertarik. Melihat Fakhri yang bersemangat dan menunjukkan ada binar ketika membantu uminya, maka emak patut memberikan Fakhri untuk mencoba keterampilan ini. Tidak sampai lima belas menit pastinya. Tapi...