Celoteh Mereka



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Bercerita. Ada semangat menggebu kala mereka bercerita bersama. Ada bahagia kala mereka mengungkapkan kata. Ada rona wajah yang selalu tersenyum lepas kala mereka merasa didengarkan.

Fakhri dengan gaya bahasanya yang masih belum sempurna, harus berusaha keras merangkai kata. Hal yang paling membuatnya semakin bersemangat, tanpa peduli seberapa berat untuk merangkai peristiwa hari ini adalah ketika emaknya dengan antusias mendengarkan ia bercerita.

Tak perlu membandingkan dengan anak lainnya, seperti Fahmi dan teteh Alya. Karena mereka tak akan pernah sama. Cara bercerita mereka secara otomatis akan berbeda. Karena berbeda adalah fitrah.

Tak perlu ada cela atau tertawa, ketika ada rangkaian kata yang tak sempurna. Ini hanyalah segelintir proses dari sekian perjalanannya. Cukup jadilah pendengar yang terbaik di sekitarnya, hal tersebut akan membuat perubahan yang luarbiasa.

Kelak, seorang anak berusia enam tahun, akan semakin lincah berbicara. Tanpa beban dan ketakutan. Apabila di sekolah, ia tak mampu bercerita dihadapan gurunya, bukan karena Fakhri tak mampu. Tetapi, ada hal lain yang mempengaruhi. Di rumah, anak akan bebas berekspresi dan bergaya. Emaknya yang akan menjadi penonton pertama yang bertepuk tangan gembira.

Noted :
Fakhri sedang berproses di ranah intra personal, mencoba untuk membentuk kepercayaan diri ketika bercerita.
Juga ranah interpersonal, berkomunikasi langsung dengan orang di lingkungan rumah.
Dan terakhir, berusaha menuju cahnge faktor, melek perubahan. Membuat cerita yang mampu membuat emaknya terkesan dengan ceritanya.

#Day2
#tantangan10hari
#Level7
#KuliahBusnayIIP
#BintangKeluarga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2