Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Anakkku Seperti Malaikat#part3

Gambar
Tak ku sangka mas Adit pulang lebih awal, punggung tangan lelaki itu langsung ku cium sambil kepalaku dibelainya tulus. Matanya sayu. Badannya yang kekar tertunduk lalu digenggamnya kedua tanganku erat. Diciumnya dengan kumis tipis yang amat kurindukan. Tak terasa tetesan airmata pun mengalir di kedua tanganku. "Maafkan mas yah....", suaranya lirih pelan menahan isakan. Mata kami bertemu dekat dan menatapku dalam-dalam. Ku hanya menggangguk. Diciumnya keningku dengan kasih sayang. Ahh... Mas Adit memang selalu membuat beban dipundakku terasa berkurang. Hanya dengan ciuman keningnya yang tulus seperti membuatku mendapatkan energi baru untuk menghadapi semua ini. Dari balik tirai kak Dini menutup tirai rapat. Tak ingin mengganggu kami, yang sedang menahan isak tangis. Mas Adit memelukku. Lama. " Mas...anak kita...", ku mulai membuka pembicaraan hendak memberitahukan kepada mas Adit apa yang terjadi, walaupun ku tahu pasti kak Dini sudah menceritakannya. " ...

Anakku Seperti Malaikat#part2

Gambar
Pasca operasi, kekuatanku seakan berada di titik terendah. Bayangan pulang ke rumah diringi tawa suka cita atas kelahiran bayi kami yang hadir kini seperti jauh dari kenyataan yang kini kuhadapi sendirian. Jika kelahiran malaikat pertamaku tak bisa bertahan hingga hitungan hari, kini malaikat keduaku harus menanggung ujianNya. " Insyaa allah bayimu sehat fir....lengkap tanpa kekurangan apapun", kak Dini mengambil nafas panjang, "hanya dibagian bibir saja ada celah sedikit", ditahannya tangis sebisa mungkin, hanya getaran suara yang keluar. "Maksud kak Dini....bayiku sumbing??", airmata yang sedari tumpah tak berirama, semakin menjadi-jadi bercampur isakan yang tak bisa kutahan. Kak Dini hanya mengangguk pelan. Wajahnya tertunduk lemas. Tubuhku tiba-tiba terasa kaku, tak bisa bergerak. Padahal efek bius sudah hilang beberapa jam sebelumnya. Ujian apalagi ini ya Allaah??. Kupejamkan sejenak mata ini. Menghembuskan dalam-dalam bayangan bayiku yang en...

Anakku Seperti Malaikat#part1

Gambar
Dadaku bergemuruh. Jantung yang berdetak kencang, merasakan denyut lain melalui alat pendeteksi jantung yang merekam detak makhluk mungil yang ada dalam perutku. Rasanya sungguh ku tak sabar menantinya keluar melihat dunia, merajut benang kehidupan hingga membentuk perpaduan kehidupan yang sempurna. Tak hanya aku, seluruh pasukan keluarga sudah menanti. Suamiku yang sedang bertugas di ujung pulau sumatra, terpaksa kuikhlaskan. Perkiraan HPL memang belum tiba, namun dokter meminta kami mempercepat kelahiran melalui operasi. Bukan karena aku tidak menginginkan kelahiran normal. Sungguh, bukan itu. Walaupun seringkali ku mendengar bisikan yang kerap kali menggangguku, kuberusaha untuk bersikap tenang. Dibilang tidak sabar dalam menghadapi proses kelahiran pun, hanya ku balas mereka dengan senyuman. Padahal di dalam hatiku, kelahiran normal adalah sebuah keajaiban dariNya. Airmataku menggenang di pelupuk mata. Buru-buru ku usap sebelum terlihat oranglain. "Mba, saya cabut selangny...

Mau Tahu Bagaimana Cara Mendidik Anak Sesuai Fitrah

Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin.... Tepat di hari wisuda matrikulasi batch 5, diiringi dengan seminar ustadz Harry Santosa. Masyaa allaah....luarbiasa mendengarkan setiap penjelasan beliau. Ada decak kagum untuk sosok seorang bapak yang mampu mendidik anaknya sesuai dengan fitrah yang Allah anugerahkan ke setiap diri manusia. Merumuskan pendidikan berdasarkan fitrah dilandasi konsep Islam yang tak akan dipisahkan. Tetap kekaguman selalu tertuju kepadaNya, Dzat yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Karena Dialah, maka kami menjadi orangtua yang diamanahkan anak-anak yang memiliki fitrah luarbiasa. Prolog ustadz Harry, agak membuat kami tercengang. Sistem pendidikan apakah yang kami pakai hingga akhirnya tak mampu menancapkan modal fitrah yang sudah ada, mampukah kami para orangtua yang masih belum faham akan pendidikan mampu mengembangkan fitrah anak-anak, atau justru merusak fitrah mereka. Pilihan cara mendidik yang salah, maka akan berdampak kepada masa depan anak-anak....