Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Masa yang Tak bisa Diulang

Abdurrahman Ukasha (4th) selalu rajin mengambilkan sisir rambut untuk diberikan kepada mama, sambil meminta tolong, agar rambutnya disisirkan. Abdul Malik yang menjelang 7, sering merasa iri pada adiknya dan juga minta dimandikan oleh mama sesekali. Azzama Munjiza (11 th) masih tetap merengek terkadang untuk sekedar ditemani tidur walau cuma sebentar. Seakan akan mereka belum rela melepaskan masa kekanak-kanakkannya. Sementara disatu sisi, sebagai ibu rumah tangga, kita terkadang sudah terlalu lelah untuk menanggapi maslaah remeh temeh seperti demikian. Padahal, Ukasha bukan karena manja, meminta mama untuk menyisirkan rambutnya. Karena memang ia motorik kasarnya blm sempurna untuk bisa menyisir rambut sendiri sehingga rapi. Kendati Abdul Malik sudah bisa mandi sendiri, terkadang ia masih kangen dengan sentuhan sayang mamanya yang dulu sehari-hari dirasakan ketika dulu ia masih dimandikan setiap harinya. Semakin tahun berganti, semakin sentuhan itu berkurang. Ia rindu. Ia t...

Siapa yang salah???

Copas dari salah satu grup pendidikan. Sy pernah menghypno seseanak yg ga sayang sm ibunya. Seperti punya dendam sm ibunya. Dan ternyata stlh sy hypno menggunakan age regression (penelusuran di masa lalu) sy dapatkan keterangan bahwa dia dulu kecil ditinggal ibunya kerja dan ibunya lbh mementingkan pekerjaannya sehingga sering marah krn alasan sepele di rumah. Emosi dr kantor dibawa pulang ke rumah. Sampe rumah cape dan ga ada waktu bercinta sm anak. Hiks. Sy sbg terapis sedih banget membayangkannya. Dan ternyata trauma itu mengendap di bawah sadar si anak dan terbawa hingga ia besar. Dia 'menagih' hutang pengasuhan ibunya dgn tiada memiliki cinta dan kasih syg thd ibunya. Bukankah ini balasan menyakitkan?? 😭😭 Dan sy coba damaikan masa lalunya. Pelan2 dia bs mengurangi tingkat emosinya. Tp agak sulit memang krn trauma anak yg 'kehilangan' orangtua trutama ibu di usia kecil dan ga ada yg mengisi hatinya (dlm kasus ini pembantu) lebih dalam efeknya dan berefek san...

Tak akan berguna kecuali....

Gambar
#Repost @renny.renz (@get_repost) ・・・ Akan Datang Saat Piala-piala anakmu Tak Berguna . Kelak datang waktunya saat ijazah, sertifikat dan Piala-piala anak2 mu tidak berguna untukmu.. . Karena pada saat itu, hanya do’a Anak yang Sholih saja yang dapat berguna bagimu.. . Wahai sholihin dan Sholihat, bangun prestasi anak-anak dibawah naungan Tauhid yang kokoh.. . Semoga Gelisahmu lebih hebat apabila nilai agama anakmu lebih rendah dibandingkan nilai Matematikanya.. . Jika kelak Anakmu Berujar tak pantas, maka mohon ampunlah pada Allah dengan Lirih yang amat sangat sampai penduduk Langit mendengar, semoga Allah melembutkan Hati Anakmu.. . Wahai Para Ayah, temukan jalan pulang dengan segera, waktumu tak banyak sementara Ia tumbuh besar dengan cepat, jika tak kau dampingi, jangan menangis jika kelak anakmu diterkam Serigala pornografi atau Anarkisme akhir zaman.. . Wahai Para Ibu, sederhanakan Keluhanmu, simpan saja dalam Hati, adukan saja kepada yang Berhak yaitu Allah SW...
Allah SWT berfirman: يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً  ۚ  وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 1) * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Hanya akan jadi kenangan

Tepat di tanggal 16 Juli 2018, ramai sekali jalan. Memenuhi jalur beton yang biasa sepi selama lima minggu liburan. Kini sudah dipadati dengab kendaraan motor dan mobil yang siap balapan. Tidak biasanya....karena hari ini masuk sekolah. Awal tahun ajaran baru kan dimulai. Masing-masing siswa yang sibuk menjalani Masa Orientasi pun mulai melirik balon-balon yang berjejer dijalanan. Tahun tetap berganti tahun. 2017-2018 berganti 2018-2019. Semangat siswa tak kalah dari semangat orangtua yang sudah siap siaga. Baik menyiapkan dari pagi buta sampai mengantar hingga ke pintu gerbang. Semua tampak biasa. Tapi bagi mereka yang menjalankan, semua terasa istimewa, karena hari ini akan menjadi kenangan di tahuk berikutnya. Tak kalah orangtua yang memasukkan anaknya ke tingkat sekolah dasar sudah berebut kursi dari hari sebelumnya. Hihiy....senyum dan geli dibuatnya. Saking (bahasa banten) khawatir anaknya tidak kebagian bangku di kelas satu. Begitu ucapnya. Di tulisnya pula nama anak di k...

Aku Ingin Hamil !!!

Aku memegang perutku, seperti ibu-ibu lainnya yang datang bergantian kesana. Kulihat satu persatu perut mereka, ada yang sebesar balon, ada yang masih kempes seperti tidak berisi, ataupun ada juga yang sangat besar karena badan kegemukan. Tapi aku sangat senang, senang sekali melihat mereka yang memiliki perut kebesaran. Lagi-lagi ku memegang perutku sendiri. " Sudah berapa bulan mbak?? ", tanya salah seorang ibu muda berbaju merah. " Ohh... Sudah 9 bulan mbak", jawab ibu yang satu lagi sambil menahan lelah karena menggotong perutnya yang sembilan bulan. Kuperhatikan mereka yang asyik mengobrol berdua. Seru. Asyik. Menyenangkan melihatnya. " Ibu Mita.... Ibu Mita.... Ibu Mita.... ", panggil salah seorang bidan puskesmas itu kepada seluruh pasien yang berada di ruang tunggu. Tapi ibu Mita tidak kunjung datang, atau mungkin ibu Mita pulang setelah mendaftar. " Mbak, siapa namanya?? ", salah satu ibu setengah baya tersebut menatapku, mungkin d...

Ini Salah Mama !!!

" Bangun nduk....bangun....hei...sudah siang nih, mana belum sholat shubuh nduk. Mau jadi apa kamu?". Suara si mbok terdengar nyaring ditelingaku. Berisik. Kututup kepala dengan bantal. "Yaa ampuuun....sholat nduk!, ayo sudah jam 6 ini." Lama kelamaan gendang telingaku bisa pecah mendengar ocehan mbok yang ga jelas. Langsung ku mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi, sambil lulur lebih asyik ketimbang diceramahi di atas tempat tidur. "Oiyah mbok, mama kemana? Sudah pergi?", tanyaku sambil mengeringkan rambut panjang dengan handuk. "Ya begitulah nduk, mbok juga ga lihat ibumu pergi jam berapa", muka si mbok terlihat sedih. Sebetulnya tanpa menanyakan pun aku sudah tahu kemana mama pergi. Aku pun tahu, jam berapa mama keluar rumah. Diam-diam shubuh tadi ku sengaja mengintip di balik jendela. Mama pergi setiap hari diam-diam entah kemana. Sedangkan aku??. Hanyalah anak yang tak tahu harus menempuh jalan yang mana. " Huuussttt....kok...

Yakinlah....

Pada saat dirimu terjatuh Tal perlu lagi mencari pegangan Tak perlu lagi mencari pundak untuk bersandar Karena akan ada saatnya kita harus bangkit sendiri Karena ada saatnya kita bangun tanpa ada yang menemani Pada saat dirimu merasa sendiri singkirkan segala prasangka di hati Yakinlah selalu Allah akan menemani Dibalik ketegaranmu Masih tersimpan kekuatan yang tak terkalahkan oleh waktu Masih tersimpan kekuatan doa yang kan menguatkan diri Bahwa kita sanggup melewati setiap lika liku kehidupan ini Karena dengan kasih sayangNya yang tak alan pernah habis mengiringi langkah kaki By : Coretan Pena

Syurga yang Terlupakan

Yang kutahu Diri ini hanyalah sosok wanita rapuh Tak berdaya saat diri menjalani hidup tanpa makna Yang kutahu Diri ini hanyalah sosok istri yang hanya terkurung di dalam sangkar Seakan tak berdaya dalam rumah kotak tak berseni Menyibukkan diri dengan perabot yang ku anggap tak berarti Yang kutahu Diri ini hanyalah sosok ibu tak berharga Dengan menelantarkan fitrah sang buah hati yang terus berkembang setiap hari Mendidik mereka hanya sekedar alasan mencari label ibu sejati Ahh....dangkal sekali rasanya Jika ku bayar nikmatNya dengan keluhan apalagi dengan keegoisan Hingga akhirnya kutemukan Bahwa semua hanyalah kesalahpahaman Mencari maksud mengapa diri ini diciptakan Menemukan arti peran kehidupan Mulai kufahami ada syurga dunia yang kulupakan Dalam tiap tetes airmata saat diri ini bersujud dihadapanNya Saat terjatuh di atas jalan keridhoan Dengan tekad akan menjalani semua dengan ketulusan Berusaha menapaki dengan penuh keikhlasan Menjadi syurga keluarga ...

Sarah dan Hajar

Baru kali ini, saya membaca buku kisah nabi yang lengkap banget. Awalnya merasa ga tertarik untuk membacanya. Lama kelamaan dengan penih penghayatan, ternyata buku ini seakan memberitahukan bahwa banyak ilmu yang tidak saya ketahui. Dangkal sekali rasanya ilmu yang saya miliki saat ini. Semoga Allah selalu membuka jalan bagi kita, agar kita senantiasa senang dan tidak pernah bosan menuntut ilmu. Kisah yang saya baca kali ini adalah kisah nabi Ibrahim. Masyaa allah...luarbiasa karunia yang Allah berikan kepada beliau. Beliau dikenal dengan para nabi. Ibrahim menikah dengan Sarah. Sarah adalah wanita yang paling cantik setelah Hawa. Luarbiasa bukan. Saat Sarah bertemu dengan seorang Raja yang lalim, Raja tersebut langsung jatuh hati saat bertemu dengan Sarah. Sudah kebayang cantiknya Sarah, sampai sang Raja pun sampai tak kuasa ingin memegang tangan Sarah. Tapi, doa nabi Ibrahim a.s menjadi pelindung bagi istrinya. Tak henti-hentinya beliau berdo'a keselematan Sarah dari perbuatan ...

Ayo Manfaatkan Liburan

Liburan panjang ??? Bagus atau ga sih untuk anak-anak ???  Awalnya, saya pun berfikir, kayaknya kurang bagus yah, libur terlalu lama, bisa membuat jenuh anak-anak di rumah. Bosan melakukan aktifitas yang itu-itu saja. Untuk pergi berhari-hari keluar rumah sekeluarga pun pasti membutuhkan banyak biaya yah mah....hihi...😁. Ditambah lagi, jika ayah sudah masuk kerja seperti semula, tidak bisa cuti lagi. Berfikir apakah bagus atau tidaknya anak-anak tidak masuk sekolah karena liburan tahun ini tergolong liburan yang sangat panjang kurang lebih 5 minggu yah mah, nah, tergantung dimana tolak ukur kita atau dilihat dari sudut pandang yang bagaimana. Jawaban yang memungkinkan bisa 3: 1. Bagus bagi anak 2. Tidak bagus bagi perkembangan anak 3. Biasa saja Untuk jawaban pertama, Anak-anak bisa berkembang di lingkungan rumah. Mulai dari pembiasaan hal terkecil hingga hal-hal yang tidak biasa dilakukan anak-anak pada umumnya. Misalnya, jika sewaktu anak sibuk sekola...