Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Day 2 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 2 Hari ini kami kedatangan tamu. Ada kakak dan Uwa yang sengaja datang karena ada keperluan. Anak-anak otomatis senang ya, kebiasaan jajan bareng sama sepupu-sepupunya adalah hal biasa. Mereka biasanya bisa membeli es krim, tanpa harus ada omelan umi-nya. Ini salah satu kelemahan umi, nggak bisa tegas di depan orang lain. Jatah uang 5.000 untuk membeli Air gelas, ternyata di pakai semua untuk membeli es krim. Karena katanya uangnya gak cukup kalau gak di pake yang 5.000. Yawis, emaknya ikhlas lahir batin deh kalau sudah begini. Besok besok kita akan coba lagi ya, untuk selalu memberikan pemahaman, mana kebutuhan dan keinginan. Selanjutnya, setelah uwa pulang. Masing-masing diberikan uang Rp.10.000. Girang banget anak-anak, eits tapi emak coba lagi memberikan arahan kalau sebaiknya uang masuk ke dalam tabungan. Alhamdulillah, mereka sepakat. Ternyata gak mudah ya, untuk mengubah kebiasaan sebelumnya, dari hidup boros menjadi hidup hemat. #Day2 ...

Day 1 Level 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 1 Hari ini saya mencoba untuk menerapkan toples 3S. Ada dua kaleng bekas dan 1 celengan, yang insyaa allah nanti akan kami gunakan untuk sama-zama belajar me-menej keuangan. Masih ingat kan 3S itu apa? Nah iy, salah satunya adalah toples pembelanjaan. Mencoba memberikan pemahaman terkait kebutuhan dan keinginan. Fahmi (6y1m) seringkali mengutarakan unek-uneknya. Ada masa dimana Fahmi menginginkan untuk membeli mainan mobil remot kontrol. Biasanya saya hanya mengiyakan, walau berujung belum tentu saya belikan. Sikap yang saya lakukan ternyata keliru. Seharusnya memberikan pemahaman bahwa kita terlebih dahulu harus mengumpulkan uang, terdengar lebih bijak daripada kita membiarkan mereka hidup dalam kebohongan. Malah anak akan lebih dekat dengan kebohongan yang sengaja dilontarkan. Nah, setelah saya diingatkan kembali, untuk mengoreksi diri baik ucapan dan prilaku yang kurang pantas. Sedikit demi sedikit saya jelaskan apa saja kebutuhan sehari-...

Aku Ingin Sepertimu, Bu!

*Aku Ingin Sepertimu, Bu* Aku menatap ibu yang sedang mengaduk teh dalam cangkir putih, tatapannya fokus pada sendok yang yang bergerak berputar agar tidak menyentuh dinding cangkir. "Bu, apa dulu ibu juga sering menangis saat aku lahir?" tanyaku tiba-tiba. Gerakan tangan ibu berhenti sejenak, lalu tersenyum memandangi cangkir yang dipegangnya. Netranya seperti menatap sesuatu, kemudian menengadah ke atas sambil tersenyum. Masih kutunggu jawaban ibu, agak lama ia terdiam. "Ibu dulunya juga seringkali menangis. Membesarkanmu seorang diri, tanpa bantuan siapapun rasanya menjadi beban terberat ibu. Rasanya ibu tidak ingin keluar rumah membawamu, Nak." Sambil mencicipi teh di ujung sendok, ibu berbicara lagi, "Kamu tahu, Tya? Bagaimana jika teh dan gula tidak menggunakan air panas?" Aku mengangguk, "Teh tidak akan langsung mengeluarkan aromanya, gula juga akan sulit larut dalam air yang tidak panas." Ibu tersenyum lagi, menatapku dalam....

Day 10 : Reward

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 10 Menyiram tanaman. Bukan hal yang pertama, saya meminta anak-anak membantu menyiram tanaman. Bukan hal pertama juga, mereka merasa keberatan. Wajar, apa yang tergambar dari ekspresi wajah dan binar mata mereka. Tapi, apa emak membiarkan begotu saja? Tentu tidak. Emak terus menerus menanamkan dalam diri anak-anak, bahwa tugas di rumah adalah milik kita bersama. Nah, dari sinilah akan tercipta kesadaran dalam diri masing-masing. Tugas dan tanggungjawab dari kita berbeda. Sama seperti menyiram tanaman, dengan senang Fahmi menggotong ember kecil keluar rumah. Apa emak memaksa? Nggak juga. Tetapi, emak kasih reward, yang bersedia membantu boleh menunggu di masjid sampai adzan berkumandang. Jreeeng jreeeng jreeeng, dan mereka bersemangat sekali ke masjid. Pastinya juga dalam pikiran anak-anak, ke masjid itu sama kayak bermain. Sudah ditanamkan etika juga, semoga anak-anak bisa menempatkan diri, kapan saat bercanda dan serius dalam shalat. Untu...

Day 9: Bola

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 9 Bola. Salah satu benda yang digandrungi anak-anak seusia mereka, Fahmi dan Fakhri. Kebeneran banget abinya libur, jadi mereka nodong main bola bareng. Ya, memang sih, nggak beneran main bola. Hehe, kan cuma asal tendang kalo ukuran usia mereka. Namun, kami lihat dari binar matanya. Mereka suka bola, walaupun belum memahami peraturan dalam memainkannya. Keduanya bermain dengan kesungguhan. Karena bagi mereka, hal ini membuat bahagia. Emaknya gimana? Cuma bisa nonton. Nggak berdaya. Terkadang terlintas, andai kesehatan bisa terjaga sejak dahulu kala, mungkin emak bisa main bareng juga. Ya, kapan-kapan insyaa allah emak main bareng. Oiya, satu hal lagi yang membuat mereka bahagia bermain bola. Ketika bola yang ditendang melewati kiper, nah di situ kebanggaan luarbiasa. Tidak ada anak yang tidak hebat, semua anak sudah tercipta dengan segala keunikannya. #Day9 #tantangan10hari #Level7 #KuliahBusnayIIP #BintangKeluarga

Day 8 : Membaca

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 8 Membaca. Buku seringkali tergeletak dimana-mana. Kadang di kamar, kadang di kasur, atau di meja emak. Hehe, emaknya kedengeran jorok banget ya, nggak pernah rapih-rapih. Sejujurnya emak sengaja juga sih. Kan kalau anak-anak pas di kasur, mereka lihat buku. Pas anak-anak di kamar emak, mereka bisa lihat buku. Ya, biar emak juga termotivasi untuk selalu membacakan buku untuk mereka. Mumpung masih kecil. Kalau sudah besar, kayaknya mereka ogah dibacain. Hahahaaa.... Selain emak yang merasa nggak perlu rapi-rapi. Ada untungnya juga sih, ternyata Fakhri selalu memperhatikan. Fakhri jadi gemar baca buku. Sudah mengeja sendiri. Kalau di tantangan sebelumnya, doi bakalan minta dibacakan sampai abis. Kalau ini, doi cuma buka selembar, dan mengeja kata demi kata. Yang dianggap susah, ya lewat aja gitu. Atau kadang nanya ke umi abinya, itu bacanya gimana. Alhamdulillah, mempengaruhi Fahmi juga. Jadi karena penasaran huruf yang di eja, Fahmi ikutan menge...

Day 7 :Sakit

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 7 Sakit. Sudah beberapa hari jari kelingking Fahmi sakit. Iya, cuma satu jari. Kayak ada bisul gitu di bagian pinggir kuku bawah. Tapi Fahmi malah pakai tangan kiri untuk makan dan aktifitas lainnya. Padahal, empat jari lainnya sehat wal 'afiat. Mungkin karena khawatir tersentuh, atau kenapa-kenapa Fahmi lebih pakai cara aman. Nah, lho. Fakhri yang nggak tega'an lihat kakaknya makan pakai tangan kiri. Langsung nawarin untuk suapin nasi ke dalam mulut Fahmi. Hehe, emak sampe geleng-geleng kepala. Ada-ada aja ya anak-anak, masyaa allah. Tapi dari hal sekecil itu, Fakhri memberikan pelajaran luarbiasa. Bahwa kita harus menolong kepada sesama saudara. Ada saudara kesusahan, ya Fakhri sering kali memberikan pertolongan. Nak, semoga kalian menjadi anak yang cerdas ya kelak, untuk dunia dan akhirat. Aaamiiin.... #Day7 #tantangan10hari #Level7 #KuliahBusnayIIP #BintangKeluarga

Day 6 : Menyayangi

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 6 Penyayang. Salah satu sifat yang ada dalam diri mereka, yang membuat emak bangga. Ketika anak yang lain seringkali menyiksa hewan di sekitar, atau lebih tepatnya menggunakan cara yang salah dalam mengungkapkan rasa sayang terhadap hewan tersebut, tetapi teteh Alya juga si kembar bisa menempatkan bagaimana cara menyayangi dengan benar. Teringat pasca membeli sepasang burung. Emak paling nggak tega, lihat hewan di kurung begitu. Apalagi tempatnya sempit banget, plus emak nggak tau gimana cara ngurusnya. Akhirnya, nego dengan anak-anak untuk lepasin aja. Tentu dengan memberikan pemahaman, kalau hewan pun punya hak untuk mencari makan di alam bebas. Nah, sama seperti kemarin. Melihat kucing anggora tetangga, gemesnya minta ampun. Teteh Alya sampai gendong-gendong kayak bayi. Disinilah emak kasih pemahaman lagi, kalau menyayangi hewan pun nggak cuma asal gemes aja. Dengan memberinya makanan yang baik dan keleluasaan bermain tanpa kita ganggu, itu sa...

Day 5 : Teteh Alya

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 5 Bernyanyi. Salah satu hobby teteh Alya. Pelajaran di sekolah yang dibuat lagu, biasanya akan membekas di ingatan. Mungkin karena dengan begitu anak-anak akan mudah menghafalnya. Refleks juga si kembar ikut bernyanyi. Apa yang diucapkan tetehnya, diikuti. Kalaupun tidak bisa, teteh akan mengajari. Senengnya banget y, kalau lihat anak-anak akur sedulur. Hehe .... Teteh Alya kadang memang nggak bisa di tebak, kadang ke arah kanan, kadang kiri, atau kadang lurus. Begitu juga kepada adik kembarnya, kadang sayangnya ya sayang banget. Kadang juga sampe bikin keduanya ngambek. Tetapi, bukankah itu lumrah mak? Jika kita mendidik mereka dengan cinta, terutama berlandaskan cintaNya. Insyaa allah akan ada waktu mereka kan memahami semua. Apa yang kini kita ajarkan dan tanamkan. Mereka adalah bintang. Ya, bintang yang kan selalu bersinar di hati orang tuanya. #Day5 #tantangan10hari #Level7 #KuliahBusnayIIP #BintangKeluarga

Day 4 : Si Kembar

Bismillaahirrahmaanirrahiim Day 4 Setelah libur panjang, akhirnya jari jemari ini masih bisa menuliskan cerita tentang mereka. Si kembar. Karena teteh Alya masih sekolah, jadi hanya dua lembar gambar jerapah yang kusuguhkan. Saat bertanya, apa yang lebih mereka senangi? Keduanya pun kompak menjawab menggambar dan mewarnai. Dua kotak pensil warna diberikan. Tidak akan ada rebutan. Satu sama lain fokus mewarnai gambar. Jari jemari pun sebenarnya ingin turut serta, tapi istirahat menjadi pilihan utama waktu itu. Sinyal tubuh yang mengatakan bahwa sepertinya kelelahan. Padahal mata ingin sekali terbuka membersamai mereka. Namun, ini nyatanya bukan hal yang pertama. Si kembar memang sering bermain dan mengobrol berdua. Mereka faham betul, ketika emaknya butuh istirahat lebih. Gambar belum sempat selesai diwarnai secara keseluruhan. Bertepatan dengan waktu anak-anak pergi ke TPA. Mereka bersiap-siap sendiri. Terkadang emak sedih, harusnya bisa berbuat lebih banyak lagi. Tetapi mere...

Aliran Rasaku

Aliran Rasaku Bismillaahirrahmaanirrahiim .... Masuk IIP, kayak sekolah. Tepatnya sekolah emak-emak muda yang ke pingin banget belajar lebih baik lagi. Posisi sebagai ibu yang bekerja di ranah publik, membuat saya makin minder (malah minder banget). Menjadi member yang aktif juga, rasanya nggak bisa banget. Minim ilmu pengasuhan dan pendidikan anak. Tetapi, saya coba untuk berusaha belajar dari mereka (senior) atau emak yang punya ilmu dan pengalaman luarbiasa. Menjadi pengurus? Nggak pernah kebayang sebelumnya menjadi bagian pengurus. Sama sekali nggak ada bayangan. Hihi ... sampai akhirnya, pembukaan lowongan tim admin blog menjadi daya tarik tersendiri bagi saya pribadi (mungkin karena doyan nulis, walau masih acak-acakan). Cuma balik lagi, rasa minder itu datang ketika berada di antara para pengurus yang kece abis. Totalitasnya bikin salut. Segala macem ilmu, keterampilan, wawasan, dan pengalaman mereka punya banyak. Haha .... perlu banget jadi motivasi diri sendiri. Se...