Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Kekuatan Ajaib

Gambar
Ketika itu umurku 13 tahun. Dengan tubuh kurus berwajah tirus, banyak yang mengatakan aku mirip sekali dengan wajah ayahku. Aku yang beranjak ABG alias anak baru gede, sangat senang sekali melakukan petualangan. Walaupun aku baru menginjak kelas 1 setara SMP namun jiwa berpetualang itu seakan mendarahdaging dalam diriku. Aku tidak memiliki ayah, tapi hidupku terasa sempurna. Memiliki keluarga yang selalu mendukung segala keputusanku, itulah salah satu anugerah yang begitu luarbiasa. Saat aku lulus SD, aku memaksa ibuku untuk memberikanku kebebasan memilih SMP yang aku inginkan. Dan entahlah, aku seperti memiliki kekuatan ajaib, ibu yang tak memiliki uang, ditambah pula ibuku yang single parent dengan pekerjaan yang pas-pasan seakan menjadi kemustahilan bahwa aku akan masuk sekolah swasta. Tapi faktanya, aku berhasil masuk sekolah SMP elite di tengah kota. Jika bayaran SMP negeri waktu itu hanya Rp.20.000, maka sekolahku tiga kali lipat dari itu. Tidak sampai disitu, bukti ...

Kembali PadaNya

Gambar
Waktu itu... Ku dengar Lombok terkena bencana Gempa yang berakhir dengan luka Tak ada orang yang mengira Dalam hitungan menit Semua terjadi begitu saja Belum luka itu tertutup rapat Palu dan Donggala membuat sesak Teriakkan mereka yang memilukan telinga Mencari anak dan saudara Namun hanya tangisan yang tersisa Kini.... Bencana itu datang tanpa undangan Singa yang melesat lepas mengudara Tak tahu keberadaannya Hilang seketika tanpa ada yang tahu penyebabnya Seakan Allah sedang menunjukkan keagunganNya Bahwa nyawa ada dalam genggamanNya Rasa takut saat kubayangkan kematian di hadapan Padahal setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya Padahal jelas bahwa kekekalan hidup ada setelahnya Padahal jatah hidup hanya sebentar diberikanNya Terselip rasa sesal karena lalai dalam sujudku Rasa sesal ku menyiakan waktu Membayangkan diri ini diselimuti kafan Yang di dalam kubur hanya ku terbaring sendirian Dan hanya amal kebaikan yang mampu menyelamatkan Cileg...

Project : Mobil Truk

Gambar
Kecerdasan Intelektual "Mengenal Bentuk Bangun Datar" Alhamdulillaahirobbil'alaamiin.... Tantangan kali ini, emak syuudah membuat planning beberapa proyek berkaitan dengan Kecerdasan. Dan tahukah mak? Sejak diciptakan olehNya, anak-anak sudah di install segala kecerdasan lho... Di dalam diri tiap individu. Tinggal bagaimana orangtua yang meningkatkan dan mengasah kecerdasan tersebut. Berbagai jenis kecerdasan anak-anak menjadi penyemangat tersendiri bagi emak pribadi. Sebegitu cintaNya kepada kita, hingga fasilitas yang sempurna diberikanNya secara cuma-cuma. Padahal belum tentu manusia tersebut bersyukur atau tidak. Dan melatih kecerdasan anak-anak merupakan salah satu bentuk syukur kita terhadap Allah SWT sang Maha pencipta. Buat apa coba mak? Tentu saja, untuk menjadikan kita Abdi Allah yang bersyukur dan ta'at kepadaNya. Apa sih hubungannya syukur, ta'at dengan Kecerdasan? Jadi gini mak, semakin meningkatnya kecerdasan manusia yang 4 p...

BookReview Hijrah Sakinah

Gambar
Judul : Hijrah Sakinah Penulis : Hanny Dewanti Penyunting : Ilona Alle Penerbit : Jejak Publisher ISBN : 978-602-61440-8-9 Tebal Halaman : 240 Genre : Non fiksi Harga : Rp. 89.000,00 #Review Perjalanan rumah tangga yang tak selalu mulus, karena rumah tangga dibina oleh dua orang dari latar belakang yang berbeda. Dua orang yang menyatakan diri akan mengarungi lautan pernikahan walaupun badai angin topan menyerang. Namun tak sedikit, mereka yang menyerah dalam keadaan yang berantakan, seakan-akan melupakan janji suci berdua pasca ijab qobul yang terucap dari bibir mempelai pria. Saat satu sama lain tak mampu saling memahami, maka kata manis dan cinta sudah terasa hambar untuk dinikmati bersama. Berbagai polemik persoalan dalam rumah tangga di jaman ini, menjadikan perceraian adalah satu-satunya jalan keluar. Padahal, begitu banyak cara untuk mempertahankannya. Nah, buku #HijrahSakinah ini mengupas berbagai macam persoalan yang sering terjadi dalam rumah tangga sepasang k...

Aliran Rasaku#2

Gambar
Masyaa Allah.... Sepuluh hari tantangan yang begitu luarbiasa untuk melatih kemandirian mereka Karena bukan hanya masalah bisa sendiri atau tidak, Justru mereka sangat membutuhkan 'penyemangat' untuk mampu percaya diri melakukan hal-hal yang mereka bisa lakukan sesuai dengan usianya. Penyemangat itu adalah kami !!! Ya, para ibu yang siap berjuang melatih dan mendidik mereka. Ibu profesional yang tidak hanya semangat di awal menapaki jalan perjuangan, namun akan tetap konsisten mempraktikkan walaupun tanpa setoran. Ya, penyemangat itu adalah kami !!! Walaupun kami tahu, begitu banyak batu jalan yang akan menyulitkan menapaki jalan perjuangan ini. Tapi percayalah, Dia yang Maha Bijaksana, akan memudahkan kita melalui semuanya. Tak pernah lelah membimbing kita tuk menggapai predikat Cumlaude dihadapanNya kelak. Selamat berjuang, hai para ibu profesional. Ini bukanlah akhir dari cerita kita melatih kemandirian mereka. Justru ini adalah awal menuju langkah panjan...

Cerita Rika

"Bu...." pelan-pelan aku mendekati ibu. "Kamu ngapain disini, Ka?," Nada ibu terdengar agak kesal. Ibu sibuk dengan berbagai macam bahan dagangan nanti sore. "Ini..." Kusodorkan lima buah sedotan sambil tertawa senang. Tapi ku lihat ekspresi ibu marah luarbiasa. "Aduuh...kamu jorok banget Rika, sana buang di tempat sampah. Terus jangan lupa cuci tangan. Sedotan kotor malah diambil." Suara ibu agak meninggi. Membuatku tertunduk lemas dan ketakutan, tiap kali ibu memarahiku. Entahlah, mengapa kemarahan ibu selalu saja mendarat ke arahku. Padahal yang aku inginkan, ibu bisa membuatkan sedotan panjang seperti milik Tika. Kemarin saat Tika bangun tidur dan menangis minta digendong, dengan cepat ibu mengambil langkah panjang dan buru-buru. Beberapa sedotan digabung menjadi satu, berbentuk dan berwarna-warni. Ya, aku ingat, sama seperti bentuk yang bu Laras ajarkan, mirip seperti persegi, segitiga, persegi empat dan juga bentuk lainnya, yang...

Menggosok Gigi

Hari ke sepuluh. Masih di kejar-kejar lemburan. Pulang sore, beberes rumah di skip dulu maak. Gak kuuuuaat. Khawatir nge-drop. Akhirnya melatih kemandirian yang lain aja yah anak-anak abi yang sholih dan sholihah. Hehe... Menggosok gigi sebelum tidur. Anak-anak masih harus diingatkan. Kalau ga diingatkan, gitu deh, bablas seketika. Lupa menggosok gigi. Aa Fahmi sangat semangat, nah, besok coba di cek lagi deh, sudah mandiri belum ya? Menggosok gigi tanpa diingatkan. Hehe... Mandiri? Melakukan sesuatu sendiri. Nah, kalau masih diingatkan  Belum mandiri kan? Hehe #harikesepuluh #tantangan10hari #gamelevel2 #kuliahbundasayang #melatihkemandirian #institutibuprofesional

Akang_Neng

#EVENT_CERITA_DIALOG #JALAN-JALAN Saat ku letakkan teh hangat serta pisang goreng di teras, mulai ku merayu Akang. "Kang, jalan-jalan yuk!" Pintaku sambil mengaduk teh. "Kemana?" "Ya, terserah aja deh. Tempatnya Akang yang pilih. Neng kan cuma duduk cantik." Aku tersenyum malu-malu. Hening sejenak, sepertinya Akang bingung. Tapi segera dijawabnya, "Ya.. Oke deh, mumpung libur." "Tapi jauh, Neng?" sambungnya lagi. "Wah, kalau jauh tambah seru dong jalan-jalannya, Kang. Neng siap-siap dulu, ganti pakaian." Akang mengangguk, sambil melahap pisang goreng yang kubuat. ***** Sampailah kami di depan rumah mungil nan asri. Membuatku kebingungan. "Kang, kok kita kesini?" Tanyaku heran . "Ini rumah teman Akang waktu kuliah...." Belum selesai bicara, langsung kupotong penjelasan Akang. "Tapi kan Neng minta jalan-jalan, bukan ke rumah teman, Kang." Aku yang tadinya tersenyum leba...

Emak Terkejut

Hari ini emak pulang sore. Pas pulang anak-anak masih TPA. Ga ketemu deh. Di rumah juga semua udah beres 😂 Emak terkejut 😱😱 Ternyata, baju kotor syudah di cuci, piring kotor juga ga ada, lantai ki'clong kayak abis di pel, emm... Apalgi ya?, oiya, baju dari jemuran, semua udah di setrika. Uoz, lupa, belum lagi, kasur yang di jemur, udah di angkat juga. Uwoow....banget ya mak. Lha, siapa yang ngerjain tuh?. Yang ngerjain tentu buka aa Fahmi dong, secara masih umur 5 tahunan. Yang ngerjain abinya, entah dari jam berapa mengerjakannya. Yang pasti emak bengong. Sambil hati senang. Hihi...#upz Ga ada target melatih kemandirian suami. Tapi ya, tetep di setor ya. Insyaa allah, kalau ga pulg sore, bisa membersamai anak-anak. #harikesembilan #tantangan10hari #gamelevel2 #kuliahbundasayang #melatihkemandirian #institutibuprofesional

Menyetrika pakaian

Kemarin pulang ke sekolah agak sore. Emak langsung gelar-gelar baju, untuk menyetrika. Tanpa di suruh, aa Fahmi langsung mengambil bagian. Walaupun hanya dua baju. Melipat baju belum sempurna, emm... Tapi ga papa, sedikit-sedikit insyaa allah aa akan mandiri melipat. #harikedelapan #tantangan10hari #gamelevel2 #kuliahbundasayang #melatihkemandirian #institutibuprofesional

Mengepel Lantai

Melatih kemandirian, bukan hanya sekedar menyetrika, mencuci piring, menyuci baju, dll. Tapi mandiri disini, mengajak anak-anak belajar dewasa. Iyupz, ini salah satu sharing di grup Pe Er#4. Emak jadi termenung. Betapa jauh sekali emak ini untuk menjadi ibu profesional. Jika teman yang lain, mampu mendidik dengan penuh duka dan perjuangan. Emak ini belum bisa berjuang penuh. Entahlah, mungkin karena hanya separuh waktu untuk publik kah?. Semoga kalian ikhlas, membiarkan emak yang juga mendidik anak-anak lain. Hari ini skill menyetrika libur dulu ya. Karena ada tamu. Jadi ga keburu. Emak dan anak tepar. Hehe.... Tapi mencuci baju dan mengepel, insyaa allah dengan senang hati aa Fahmi menjalankan. Kayaknya kalau emak gelar baju, ikutan nimbrung juga. Tapi emak ga tega. Khawatir kecapean, mending istirahat dulu. Insyaa allah besok jadwal menyetrika. Oiya, anak-anak juga ga minta di foto. Alhamdulillah, walaupun tanpa reward, hanya secara verbal, seperti ungkapan terimakasih...

Setrika Baju Sendiri

Gambar
Astaghfirullah.... Hampir aja emak lupa setor. Perasaan udah setor, eh ternyata belum. Efek abis Show di grup Pe Er Bunda Sayang, hehe... Okey, Lanjut ya ! Hari ke enam Minggu ini insyaa allah, skill menyetrika. Awalnya karena anak-anak keppo deh kalau emak menyetrika, ya ke pingin ikutan juga.  Dan setelah di coba pun, alhamdulillah, bisa berhati-hati menggunakan setrikaan. Dijelaskan juga mak, berbahaya memutar bagian tombol setrika. Sehingga anak-anak akan memahami, bahwa semakin tinggi panas setrika, maka akan membahayakan kulit yang nanti terkena panasnya. Awalnya pasti belum mengerti, tapi kalau sering dikomunikasikan, lama-lama anak akan faham. Sore tadi, Emak sengaja menyisakan baju anak-anak. Ingin melihat apakah masih antusias berlatih menyetrika mandiri ?. Ternyata benar ya, energi anak-anak ga ada habisnya. Padahal baru aja pulang dark sekolah sore. Dan sempat rebutan juga. Berdua. Fahmi dan Fakhri. Heemm... Yang satu gak mau mengalah, yang satu teta...

Puisi Emak

Gambar
Hari ke lima .... Emak masih terdampar di pulau busa Mengumpulkan sisa-sisa tenaga Karena kemarin sempat sakit luarbiasa Tapi sekarang emak bangun juga Membereskan sisa-sisa pekerjaan domestik yang lumayan banyak tak terhingga Mulai dari menyetrika Menyapu lantai kotor yang membuat tak enak di pandang mata Mencuci pakaian yang sedikit adanya Mencuci piring juga iya Dan saat emak menyetrika Anak-anak ingin ikutan juga Dasar bocah, kepingin meniru emak ya Asik juga .... Emak bisa selonjoran walau hanya sepuluh menit sambil terjaga Aa Fahmi alhamdulillah menyetrika baju tiga Mencuci piring setelah makan dilakoni juga Dan tidak lupa mencuci baju sambil mandi bersama adiknya Aa Fahmi semangat berlatih mandiri Teteh Alya dan Fakhri pun mengikuti Anak-anak walau bikin gemas hati Emak cuma bisa senyum sendiri Masyaa Allah.... NikmatMu luarbiasa Emak yang sakit, bersyukur tak kuasa Menahan haru melihat bocil-bocil yang memang sedang tumbuh sesuai dengan fitrahnya...

Terjebak Review

Review oh Review Salah satu grup yang saya ikuti, heboh dengan review salah satu anggota yang meng-kritik karya terfavorit dalam grup. Tentu saja, karya yang berada di nominasi tertinggi like di atas seribu dan juga di bawah seribu. Bermacam-macam respon dari reader, marah, kesal, senang, sedih, galau, dan lain sebagainya campur jadi satu. Tentu marah dong yah, karena cerita kesayangannya dijatuhkan dengan pemberian nilai di bawah KKM. Padahal yang like ribuan lho... Komen ratusan. Share puluhan. Tak kalah, saling membalas satu sama lain antar anggota. Ada yang menggunakan kata-kata pedas. Ada juga yang memberikan kritik saran dengan cara yang sopan. Masing-masing dengan gaya kritikan yang berbeda. Tak hanya itu, authors bersorak. Ada yang mogok menulis. Ada yang semakin bertambah percaya diri. Ada yang siap untuk memperbaiki tulisannya. Ada yang gak sabar juga ingin ikut dikritik pedas oleh yang lain. Ada yang silent reader, karena bingung mau ngomong apaan. Dan jujur, saya ...

Cuci piring sendiri#4

Hari ini emak ga bisa membersamai mereka Hari ini emak terkapar tak berdaya di pojok kamar Hari ini emak ga bisa berdiri kayak pohon yang kokoh di pinggir jalan Karena emak ini sedang lemah tak ada tenaga ***** Alhamdulillah, untungnya sebelum mempraktikkan latihan kemandirian, sudah dikomunikasikan kepada suami. Lope lope dah pokoknya...😘 Tak disangka juga aa Fahmi masih ingat latihan mencuci piring jika selesai makan. "Bi, aa mau cuci piring dulu ya sebelum ke nenek?" Sambil nyengir kuda. Abinya memang sengaja mengajak ke nenek, mau nitipin anak. Hehe.. Efek emak ga bisa berbuat apa-apa. "Oh, aa mau cuci piring dulu. Yaudah abi tungguin ya." Padahal abinya, mau berangkat kerja karena masuk pagi. Alhamdulillah saling support melatih kemandirian aa Fahmi. Tak hanya milik aa Fahmi, beberapa piring lainnya pun di cuci. Masyaa Allah, luarbiasa nak... Padahal baru 4 hari, dan aa hari ini ga minta difoto karena ngerti emaknya sakit. Semoga emak se...

Ajarkan Mereka Berempati

Bencana yang datang di negeri ini, cukup memilukan hati. Walaupun mereka berada di Palu dan Donggala disana, namun seluruh negeri ikut meneteskan airmata. Gempa, tsunami dan konon katanya lumpur yang melahap satu kampung secara tiba-tiba menjadi perbincangan menarik di seluruh penjuru poloksok tanah air. Penggalangan dana pun secara serentak dilakukan untuk membantu mereka yang menderita disana. Ya, rumah, harta, keluarga dan semuanya habis begitu saja. Tak lagi yang dipunya. Hanya kedinginan, tangisan dan jeritan yang mungkin tersisa. Disinilah pentingnya kita mengajak buah hati untuk berempati. Anak-anak memang tak akan mengerti apa yang sedang terjadi di negeri ini. Tapi setidaknya, kita sebagai orangtua mengajarkan mereka sedini mungkin, mengajak merasakan apa yang orang lain rasakan. Mengajak anak-anak untuk menolong satu sama lain. Misal, jika terjadi di luar rumah, seperti bencana di Lombok, Palu dan Donggala, ajarkan mereka untuk menyisihkan uang jajan dari uang yang k...

Mencuci.Piring sendiri#3

Hari ke-3 Eeeng iiing eeeng... Hehe... Setelah sarapan emak nanya ke aa Fahmi. "Mau cuci piring lagi a?," Eh...si aa nyengir.😂 Wadaw, kapok ternyata. "Capek mi, aa-nya." Emak tepok jidat. Hahaha Yowiz... Jangan dipaksa deh, nanti komprod yang syudah dibangun bisa lenyap... Sore hari. "Aa abis makan cuci piring ya mi?", Emak yang nyengir.😂 "Tapi di foto kan mi?," Ho ho ho... Minta reward-nya foto. Okelah tak apa yah, semangat mencuci piring selama 3 hari ini lumayan. Sehingga menular ke dede Fakhri dan Teteh Alya. Cuci piring berjama'ah..hihi.. #hariketiga #tantangan10hari #gamelevel2 #kuliahbundasayang #melatihkemandirian #institutibuprofesional

Mencuci piring sendiri#2

Gambar
Setelah sarapan, aa Fahmi meminta untuk mencuci piring sendiri. Hehe... Karena memang sebelumnya, point kemandirian masih diingatnya. Seperti mencuci baju, mencuci piring, belajar mandiri. Alhamdulillah, hari ini target tersebut masih dilalukan dengan semangat oleh aa Fahmi. Piring yang dicuci tidak hanya milik dirinya sendiri. Tapi juga milik yang lainnya. Duh, duh, duh..emak terkejut. Sampai mangkok, sendok dan lainnya bersih semua. Semoga besok makin konsisten ya aa Fahmi. #harikedua #tantangan10hari #gamelevel2 #kuliahbundasayang #melatihkemandirian #institutibuprofesional

Pernikahan dengan Syarat

#Pernikahan_dengan_Syarat #Part10 #Mudho_Wamah Pak Wisnu meninggalkan Aziz sendiri. Di Cafe itu. Langsung menancap gas mobil. Tak dihiraukannnya kemacetan yang memadati jalan. Langsung diambil gawai miliknya dan membuka aplikasi. Menemukan jalanan menuju rumah pak Wisnu, mencari celah jalan mana yang tidak dipadati kendaraan. Jantungnya berdetak lebih kencang. Ingin segera sampai. Pak Wisnu langsung memasuki pekarangan rumah. Membanting stir mobil dan memutar balik arah. Hanya untuk menjemput keduanya. Oangtua pak Wisnu yang sudah siap menunggunya. Sebelumnya, saat keluar dari Cafe, pak Wisnu langsung menghubungi keduanya. "Hallo, mih, assalamu'alaikum.., nanti Wisnu jemput ya sekarang. Pokoknya mamih dan papih siap-siap aja, kita ke Cianjur. Setengah jam lagi Wisnu sampai rumah." pak Wisnu menelpon tampak bersemangat. Dirinya begitu ingin sekali meminta maaf kepada Karin. Ya, rasa bersalah itu muncul saat Aziz menceritakan kronologis dirinya yang terdesak. Ke...

Mencuci Baju sendiri

Gambar
Wuah, Masya Allah... Games level 2 udah dimulai. Awalnya bingung mau apa aja yang jadi target... Dan akhirnya, membuat kesepakatan, agar anak-anak merasa dirinya sedang latihan. Bahasa anak-anak sih belajar. Alhamdulillah.., Fahmi nampak antusias sekali. Kalau Fahmi bersemangat, sidah sepaket deh sama Fakhri ikutan juga. Untuk beberapa hari ini, Fahmi mencoba berlatih kemandirian, mencuci baju sendiri. Sambil mandi, baju celana di sikat, ga lupa pakai sabun. Ehh, ga cuma itu, katanya mau nambah latihan cuci piring juga. Weeww.... Emak kaget. Saat menjelang waktu belajar pun, ga pakai disuruh,  langsung ambil buku, pensil dan meja lipat. Tapi ga papa deh ya, yang penting judulnya melatih kemandirian. Nanti belum terlihat, dari kegiatan mana yang terlebih dahulu, dilakukan dengan konsisten. Berikut beberapa foto saat belajar dan mencuci baju. Agak burem ga apa-apa ya mbak Facil  soalnya ci kembar ga mau di foto. Hehe #harikesatu #tantangan10hari #gamel...

Pernikahan dengan Syarat#9

#Pernikahan_dengan_Syarat #Part9 #Mudho_Wamah POV : Pak Wisnu Memang sejak awal, aku tak serius dengan Karin. Ya, Meila Karina Putri nama lengkapnya. Pegawai dapur kantor milik ayahku. Karin yang kulihat biasa saja. Tidaklah cantik seperti teman-teman wanitaku yang lainnya. Tapi sungguh ku menaruh hormat padanya. Terlebih saat dirinya mengatakan bahwa dia bekerja untuk membantu membiayai kuliah Marina, adiknya. Rasa penasaranku mulai muncul. Karin bekerja keras karena bertekad ingin menjadikan adiknya menjadi seorang sarjana. Sedangkan dirinya hanyalah lulusan pesantren setara SMA. Makan hanya seadanya. Seringkali ku mengajaknya makan bersama, traktiran kutawarkan, tapi tetap saja dia selalu menolak. Hanya penasaran! Ya, sekedar itu. Jika wanita lainnya di kantor sangat agresif mendekatiku. Tapi tidak dengan Karin. Kuputuskan untuk membuat hubungan lebih dari teman, tapi Karin menolak. Haha... Hanya Karin, satu-satunya wanita yang benar-benar menolak diriku. Oiya, yang aku t...

Pernikahan dengan Syarat#8

#Pernikahan_dengan_Syarat #Part8 #Mudho_Wamah Aziz yang tak ingin kalah saing dengan pak Wisnu, berusaha menjalin silaturahim dengan keluarga Karin. Ga tanggung-tanggung euy, dua minggu sekali selalu datang walau hanya sesekali berbincang. Abah dan ibu pun terlihat begitu senang, pertanda bahwa Aziz benar-benar serius akan niatnya untuk menjalin ikatan tersebut. Karin sendiri pura-pura selalu sibuk saat Aziz berusaha mendekatinya. Tak ada getaran rasa ataupun jantung yang berdetak lebih cepat dibandingkan bertemu dengan pak Wisnu. "Rin, mau aku antar ke TPA ?" Aziz menawarkan diri. "Ga usah repot-repot ka, saya biasa berjalan kaki ke sana." Sebisa mungkin Karin menolak tawaran Aziz. Karena khawatir Aziz akan mengambil kesempatan untuk mendekati dirinya. Ditolak seperti itu, tentu saja Aziz tak mundur begitu saja. Beberapa kali bertemu merupakan kesempatan dirinya untuk mendekati Karin. Memenuhi wasiat terakhir mendiang ayahnya. Pak Narto. Meskipun Aziz...

Pernikahan dengan Syarat#7

Oleh : Mudho_Wamah R E S I G N ? "Rin, ini benar keputusanmu??", pak Wisnu seakan tak percaya. Senyumnya menyatakan keperihan. Belum Karin menjawab pertanyaan pak Wisnu. Mba Mekka masuk ke dalam ruangan. "Ada apa pak?," "Tolong segera urus ini ya!." Sambil memberikan surat pengajuan Resign milik Karin. "Oiya Mekka, semuanya selesaikan hari ini juga ya!." Karin masih membisu. Sekuat mungkin ditahannya airmata itu. Ya, sedih bukan hanya karena akan berpisah dengan pak Wisnu, tapi bagaimana dirinya akan membiayai kuliah Marina. Gaji seorang guru TPA, pasti akan jauh berbeda. Santai Rin, insyaa allah rejeki gak akan kemana!. Urusan rejeki semua Allah yang ngatur, iya kan pak?!.#ngarep pak Wisnu yang bayarin. Hehe... "Terimakasih, kalau begitu saya pamit pak. Dan saya ucapkan mohon maaf jika selama bekerja disini, banyak hal yang tidak berkenan di hati bapak." Suara Karin terbata saat mengatakannya. "Atas segala ...