Kekuatan Ajaib
Ketika itu umurku 13 tahun. Dengan tubuh kurus berwajah tirus, banyak yang mengatakan aku mirip sekali dengan wajah ayahku. Aku yang beranjak ABG alias anak baru gede, sangat senang sekali melakukan petualangan. Walaupun aku baru menginjak kelas 1 setara SMP namun jiwa berpetualang itu seakan mendarahdaging dalam diriku. Aku tidak memiliki ayah, tapi hidupku terasa sempurna. Memiliki keluarga yang selalu mendukung segala keputusanku, itulah salah satu anugerah yang begitu luarbiasa. Saat aku lulus SD, aku memaksa ibuku untuk memberikanku kebebasan memilih SMP yang aku inginkan. Dan entahlah, aku seperti memiliki kekuatan ajaib, ibu yang tak memiliki uang, ditambah pula ibuku yang single parent dengan pekerjaan yang pas-pasan seakan menjadi kemustahilan bahwa aku akan masuk sekolah swasta. Tapi faktanya, aku berhasil masuk sekolah SMP elite di tengah kota. Jika bayaran SMP negeri waktu itu hanya Rp.20.000, maka sekolahku tiga kali lipat dari itu. Tidak sampai disitu, bukti ...