Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Membuat Buku Sendiri

Gambar
--Hari ke 15-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Setelah diskusi di kelas Bunsay dengan teman-teman sekelas, terkait dengan cemilan rabu. Begini bunyi flyer di dalamnya, "Bahan bacaan tidak harus dari toko buku dan perpustakaan, bila perlu orangtua membuat sendiri untuk anak (Self Made Book) bahannya kertas kosong yang sudah tidak dipakai untuk ditulis dan kertas tebal untuk sampulnya." Dari kutipan tersebut, ada yang kami garis bawahi, sesuatu yang memang sering kita lakukan namun tanpa kita sadari mampu menjadi fasilitas dalam games level lima ini. Awalnya, tercetus dari salah satu kawan berfikir buku ini seperti kliping, dan emak pun sepakat jika ada gambar yang ditempel didalamnya, kemudian dilanjutkan dengan menulis cerita dibawahnya. Namun, salah satu kawan memberikan contoh hasil karya anaknya. Gambar dan cerita yang di tulis sendiri. Masyaa Allah, luarbiasa ya. Dan ini menjadi penambah motivasi, untuk emak dan bocil di rumah. Teringat sebuah buku yang dibikin F...

Ngambek Lagi?

--Hari ke 14-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Fahmi ngambek lagi? Du du du du du Bocil satu ini memang sensitif banget. Ke senggol dikit aja hatinya, udah deh langsung ngambek. Jadi gini mak, tapi siang tuh ada acara tiup balon cair. Fahmi mau pinjam sedotannya, tapi nggak boleh sama Fakhri. Nah. Fahmi langsung nangis kenceng dan minta di gendong. Daripada emak marah-marah nggak jelas, mendingan kita orang baca buku ya, Mak. Masih di buku 'Nabi Sayang Binatang', sengaja sih mak di ulang-ulang, agar para bocil terbiasa membacakisah nabi Muhammad s.a.w. Emak yang sedang membacakan untuk Fahmi, ternyata membuat Fakhri penasaran. Setelah mereka berdua baikan, bergantian Fakhri yang bolak balik buku tersebut, Mak. Tanpa di suruh. Hihi, emak girang. Alhamdulillah dong ya mak, karena ternyata mereka sedikit demi sedikit menyukai dunia literasi. Dan sore hari, teteh Alya pun terdengar sedang membaca buku tersebut. Mungkin karena melihat tergeletak di lemari, belum dimasukkan...

Pergi ke Masjid

--Hari ke 13-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Hari ini berlanjut membaca buku cerita anak 'Aku Selalu Bangun Pagi', Fahmi dan Fakhri bergantian membaca kata per kata. Duh yah, masyaa allah, bener banget ya kalau kita bersungguh-sungguh, maka akan ada kemudahan. Cerita tentang amar, berlanjut saat Amar merasa senang pergi ke Masjid. Wuah, tentu saja jadi bahan pembelajaran emak, untuk bocil lebih rajin lagi ke Masjid. Karena memang dianjurkan lelaki sholat berjamaah di Masjid. Sedangkan teteh Alya, membaca buku pelajaran, karena ada soal yang harus diselesaikan. Daaan, anak-anak semakin bersahabat dengan buku masing-masing mereka. Semoga berlanjut hingga akhir hayat ya, Nak.🤗🤗 Dan senin motivasi kemarin, emak serasa di gembleng. 🙈 ealaah, di gembleng itu, macem di tampar, Mak. Jadi kerasa banget sakitnya. Jadi gini mak, coba simak deh, tulisan di bawah ini. *************************************** *Senin Semangat, 21 Januari 2019* 📌Oleh : Yulianti Kalsum Rahman ...

Semakin Sering, Semakin Biasa

--Hari ke 12-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Emak kaget ketika teteh Alya sedang sendirian di kamar sebelah. Memang bocil yang satu ini, senangnya main boneka sambil ngobrol sendiri. Tapi kali ini bukan boneka yang diajak ngobrol, tapi buku, pemirsaaah... Uhuk uhuk ... Diam-diam teteh Alya belajar membaca dan bercerita sendiri. Buku yang berjudul 'Nabi Sayang Sahabat" ini, dibacanya baru separo buku sih. Karena boardbook, jadi isinya cuma dikit banget. Pas emak nengok dikit ke kamar, teteh tersipu malu gitu. 🙈 Wakwaaw ... Nggak mau dilihat sama emaknya. Tapi sampai sejauh ini sih, berarti teteh Alya tertarik juga dari segi bercerita. Sedangkan Fakhri dan Fahmi masih sama, membaca cerita sendiri juga. Satu halaman emak rasa sudah luarbiasa yak. Walaupun Fakhri memaksa untuk membaca beberapa halaman, ya emak ikut memotivasi juga. Fahmi belum bisa membaca buku cerita yang sudah beragam kata. Untuk itu, buku baca level suku kata, masih emak asah terus. Buku 'Aku Selal...

Menuju Puncak Literasi

--Hari ke 11-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Stimulus membaca di hari sebelumnya, berdampak pada kemampuan melafalkan kata. Fakhri semakin bersemangat, dan mampu membaca sebayak empat kalimat. Sedangkan Fahmi sudah berusaha mencoba tanpa emak paksa, walaupun Fahmi belum berhasil, tapi Fahmi pantang menyerah. Akhirnya, dua buah buku bacaan menjadi lahapan Fahmi dan Fakhri. Secara bergantian, satu buku dengan level suku kata dan yang satu lagi level kalimat. Alhamdulillah, level suku kata dengan perlahan mampu dilewatinya. Bagaimana dengan teteh Alya? Sepertinya sedang kurang mood ya. Alhasil nggak emak paksa. Memang tipekal teteh Alya, lebih senang jadi pendengar. Hihi... Besok kita coba lagi ya teh .... Buah-buahan sudah lebat, semoga puncak literasi sesuai harapan kita juga. Catatan pohon literasi : Fahmi 2 Apel Fakhri 2 Jeruk Teteh Alya 0 Durian Emak 0 Mangga #Day11 #Gameslevel5 #Tantangan10hari #KuliahBunsayIIP #ForThistoChangeMustChangeFirst

Kenapa Harus Membaca?

Gambar
--Hari ke 10-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Kenapa sih harus membaca? Nah, ini sering kali terdengar di telinga kita. Banyak sekali orang yang menyepelekan membaca. Nah, untuk itulah tingkat membaca di Indonesia masih sangat rendah, Mak. Karena tadi ya, membaca hanya dianggap sepele oleh kebanyakan emak-emak. Kalau emak-emak udah menyepelekan, ya anak-anaknya pun ikutan deh. Di tambah, sang suami yang doyan banget main video game, nah lho, tambah deh, anaknya jadi ikutan hobby bapaknya juga. Upz, tenang ... bukan kita maaakkk, yang saya maksud, emak-emak di daerah sonoh.😜😜 Mak, tau gak sih? Membaca dapat membuat otak kita tetap aktif dan bereaksi untuk melakukan fungsinya secara baik dan benar. Membaca juga salah satu cara termudah untuk menstimulasi otak, bahkan dapat mencegah risiko pikun atau Alzheimer. Masyaa Allah, keren ya, Mak. Nah, untuk itu kita -para ibu profesional- (serasa beneran profesional, 😂 aamiiin...) berbondong-bondong menjadikan diri kita teladan j...

Gaya Membaca

--Hari ke 9-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Anak yang memiliki gaya belajar audio, tidak selalu melulu, tidak bisa menyukai buku. Beragam cara menstimulus anak agar mereka menyenangi buku, yang bisa disesuaikan dengan gaya belajar mereka. Berikut diantaranya: 1. Tipe Visual Sediakan buku yang memiliki warna dan judul yang menarik perhatian. Ketika membaca buku, tampilkan dengan memilih kata-kata yang menarik yang ada di dalam buku cerita. 2 Tipe Audio Gunakalan suara dan pemilihan kata yang menarik saat bercerita, hal ini akan membuat anak tertarik untuk melihat bukunya. Akan ada rasa ingin tahu yang dari dalam diri mereka. 3. Tipe Kinestetis Nah, untuk tipe yang ini, libatkan gerakan saat bercerita. Mirip seperti mendongeng, contoh jika emak membacakan tentang kelinci. Maka emak harus siap untuk memperagakan menjadi kelinci. Reading time kali ini, emak mencoba bercerita tentang usus. Ada usus besar, usus 12 jari, dan usus halus. Emak mencoba mengenalkan kalau Allahlah yan...

Membaca Adalah Beban

--Hari ke 8-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Setiap orangtua, pasti menginginkan anaknya mampu membaca dan menulis. Meningkatkan kualitas akademik, menjadi target dalam kehidupan. Sehingga lupa bagaimana dan kapan seorang anak melalui tahapan tersebut tanpa merasa terbebani. Mengajarkan anak membaca adalah sebuah kewajiban para guru dan orangtua. Namun, jika ia dipaksakan, maka anak bisa menjadi trauma. Dampaknya anak akan membenci belajar dan membaca. Oleh karena itu, para ibu yang belajar dalam perkuliahan ibu profesional ini, memberikan sebuah ilmu sekaligus pengalaman, bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan. Membaca adalah sarana membuat ilmu kita bertambah. Dan memberikan tantangan menstimulus anak untuk senang membaca. Seperti halnya emak yang kini tengah ditantang 10hari, menstimulus bocil untuk senang membaca dan bercerita. ketika Fakhri dan Fahmi semakin bersemangat untuk bisa membaca. Salah satu motivasi agar nanti mereka bisa membaca sendiri buku-bukunya. Walaup...

Gajah yang Sombong

Gambar
--Hari ke 7-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Menjadi teladan bagi anak-anak memang tidaklah mudah. Seperti halnya kini, jika emak menginginkan anak-anak mencintai literasi, berarti emak harus terlebih dahulu mencintai berbagai buku. Membaca dan memahami. Tak hanya sampai di situ, alih-alih, harus pandai menceritakannya lagi. Buku malam ini, tentang Fabel, menceritakan beberapa kisah binatang yang terdapat dalam Al-Qur'an. Misalnya ikan paus yang menyelamatkan nabi Yunus a.s. Ada juga kisah gajah, burung Hud-hud, anjing, kucing dan masih banyak yang lainnya, yang memang di kemas dalam satu buku yang full colour ini. Buku ini termasuk buku yang cukup lama berada di tengah keluarga, bolak balik membaca seringkali dilakukan, tapi tidak membuat bocil bosan. Nah, hari ini pun sama. Fahmi yang minta diceritakan membuat Fakhri ikut mendengarkan. Kisah kali ini tentang gajah yang sombong. Pasukan Abrahah yang berusaha menghancurkan ka'bah dan kota mekah. Penuh seman...

Gerobak Sodor

--Hari ke 6-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Salah satu buku yang udah lama banget nongkrong di rak buku, kali ini mendapat sentuhan emak, yang haus akan bacaan. #gayabangetmak Dan Fakhri mengambil buku pelajaran kelas 2 tema E. Hihi, karena ada beberapa gambar yang membuat tertarik. Terutama saat materi olahraga,  tentang gerobak sodor. Walaupun Fakhri dan Fahmi baru sedikit demi sedikit bisa membaca. Tapi, mereka bersemangat sekali melakukannya. Sayangnya emak gak mengambil dokumentasi saat anak-anak seru memainkannya. Nah, reading time sebenarnya di waktu ba'da maghrib. Fakhri membaca buku yang berjudul 'Nabi sayang binatang'. Lembar pertama berhasil dilewati. Selanjutnya hanya gambar-gambar yang diamati Fakhri dan Fahmi. Abinya yang juga mengontrol perkembangan anak-anak dalam membaca, ikut serta mengajarkannya. Masyaa Allah, seneng banget kalau kumpul sekeluarga begini. Menjelang tidur, bagian teteh Alya minta dibacakan cerita. Kali ini, emak sodorkan bacaan t...

Gagal berkunjung ke Taman Baca

--Hari ke 5-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Sesuai jadwal libur emak, yang cuma ada di hari minggu, sudah direncanakan jauh-jauh hari akan keluar rumah. Rencana berkunjung ke taman baca. Ketika kami sudah siap akan berangkat ke taman baca terdekat, di lingkungan perumnas, tiba-tiba ada telpon masuk. Tamu yang berencana akan berkunjung ke rumah, membuat kunjungan taman baca terpaksa mundur. Insyaa allah akan dilaksanakan lain waktu. Walaupun gagal berkunjung ke tama' baca, tapi anak-anak tetap bersemangat. Lama kelamaan, perencanaan Reading time, ternyata membuat anak mampu memahami kebiasaan selepas sholat maghrib. Kami sekeluarga biasa berkumpul, untuk membahas pelajaran, setor hafalan dan kini bersama membahas bacaan. Sebelum saya mengambil buku, Fahmi dan Fakhri sudah menyediakannya. Teteh ikut membaca juga. Lama saya peehatikan, ternyata mereka menirukan bagaimana emaknya bercerita. Buku berjudul 'Berbagi aahh....' ini dikeroyok bertiga, jika Fahmi terlewat me...

Tips Membaca Buku

Gambar
--Hari ke 4-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Seperti biasanya, selepas maghrib, Fahmi, Fakhri dan Alya bersiap untuk belajar. Sayangnya, teteh terlihat kurang bersemangat. Fakhri sudah membaca beberapa kalimat dalam buku 'bacalah'. Sedangkan Fahmi masih asyik menulis di bukunya. Menarik perhatian anak-anak agar keinginannya untuk membaca buku, memang bukanlah hal yang mudah. Walaupun sebagian anak sudah menyukai buku tanpa perlu bimbingan terlebih dahulu. Untuk itu, emak mencoba mengubah beberapa hal kebiasaan anak-anak. Bukan hanya dari segi kuantitas ataupun kualitas buku tersebut, bahkan untuk Quality time family harus direncanakan dengzn baik. Agar anak-anak merasa nyaman dan siap menerima berbagai ilmu yang ada di dalam buku. Nah, emak sempat browsing, beberapa nih ... Tips Membaca Buku Secara Efektif, diantaranya adalah sebagai berikut: ✔️ Pilihlah waktu luang yang tepat untuk membaca buku, misalnya saja saat  malam hari menjelang tidur. ✔️Pilih p...

Cintai Lingkungan dan Bukumu

Gambar
--Hari ke 3-- Bismillaahirrahmaanirrahiim Di tengah panas terik yang melanda sepulang sekolah. Emak udah nggak tahan mau peluk guling di barengi dengan angin sepoi dari kipas yang melambai-lambai mengajak memanjakkan. Ah, sayangnya emak tergoda bujukan. Mata yang tak bisa di ajak kompromi lagi, seakan meminta hak jatah terpejam barang sejenak. Emak segera mengatur ulang jadwal, membaca bersama keluarga, emak undur pindah jam tayang ba'da maghrib selepas sholat. Ketika ba'da sholat maghrib, Fakhri yang sudah tidak sabar ingin membaca buku panda, meminta ingin diambilkan bukunya. Bercerita tentang hewan yang hampir punah menjadi ketertarikan tersendiri bagi Fakhri. Alhasil, teteh Alya dan Fahmi pun ikutan menyimak apa yang emak ceritakan. Masing-masing mereka bersemangat menanyakan hewan-hewan tersebut. Terlihat antusian bertanya jawab dan mencoba mendalami setiap gambar hewan yang tertera. Ah, cuma receh begini saja emak senang luarbiasa. Judul buku : ...

Menagih Kreasi

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim --Tantangan hari kedua--      Kali ini pilihan emak jatuh kepada buku cerita anak, tentang hewan dan satu lagi buku kreasi berkarya. Ketiga buku tersebut akan menemani kita hari ini. Sebenarnya, buku yang ketiga ini, cocok banget dengan hobby teteh Alya yang senang membuat kreatifitas. Apakah pilihan emak kali ini tepat?   Sepulang sekolah emak memberikan buku tersebut. Fikir emak, biarlah para bocil yang memilih buku apa yang digemarinya.    Para bocil ini, cukup antusias melihat buku-buku tersebut. Terutama buku kreatifitas ini, teteh Alya mencoba mempelajari bahan apa saja yang dibutuhkan. Membaca satu per satu kerajinan tangan yang ada dalam buku. Apabila ada yang disenangi, seketika mereka akan menagih emak untuk membuat kerajinan tangan tersebut. Buku Aneka Kreasi Unik     Salah satunya, kerajinan membuat kepala kereta api yang terbuat dari bungkus pasta gigi dan juga bungkus per...

Bocil yang Penasaran

Gambar
Hari ini, tepat mengawali tantangan dengan membuat pohon literasi. Ya, sebuah tantangan yang menyenangkan, bagi saya pribadi. Karena berhubungan dengan dunia literasi. Tapi, belum tentu menyenangkan bagi mereka, para bocil alias bocah cilik yang asyik dengan dunianya sendiri. Dududu, semakin tertantang ya maak. #ngelapkeringet Pohon Literasi Keluargaku Pertama, kita susun rencana. Apa langkah mengawali kegiatan ini? Ya, saya mencoba membuat pohon literasi yang akan kita gunakan untuk tantangan, sekaligus modal awal kita mak. Fahmi dan teteh Alya ingin pohon yang berdaun lebat, nggak mau yang kosong, akhirnya setelah nego panjang, emak ajak membuat dan biarlah nanti buahnya yang semakin lebat. Oiya, jangan lupa bocil diberikan pengarahan juga. Sstt... Kalau bocil belum diberikan pengarahan, bisa-bisa belum 10 hari pohonnya tak berbentuk lagi. Kedua, mempersiapkan buku yang akan kita gunakan dalam melewati tantangan. Nah, untuk modal buku, alhamdulillah sudah ada beberapa. ...

Cerita Kita Bersama

Gambar
Ketika diri telah jatuh hati Maka kita akan siap menghadapi Walau duri kadang menyakiti Tapi raga tak boleh lemah untuk melewati Karena penulis sejati tak akan pernah mati Namun justru ia sedang memperpanjang umurnya lagi (Curahan hati di penghujung tiga puluh satu hari - Mudhowamah, 09 Januari 2019)     Menjadi penulis 'hebat', mungkin itulah yang sempat terfikirkan ketika saya lulus mengikuti tantangan selama tiga puluh satu hari. Tapi saya lupa, kalau penulis 'hebat', bukanlah sebuah tujuan.  Bukan juga cara untuk menjadikan kita membabi buta bersaing dengan sesama, menghalalkan segala cara. Tapi penulis hebat ialah penulis yang mampu memberikan manfaat bagi mereka yang membaca karyanya.    Perjalanan singkat selama tiga puluh satu hari, seakan memberikan saya banyak pelajaran. Ah, sesuatu yang tak pernah sedikit pun terbersit dalam angan. Memberanikan diri menjadi guardian, kadang merasa tak mampu berdiri untuk terus berjuang, saling menyeman...

Tentang Dia 3

#Seharisatutulisan8#30DWC#Squad3#Day30#30DWC16 Untuk mencapai ke kantor, tak memakan waktu lama karena letaknya yang tak jauh dari rumah bidan Mia. Beberapa berkas yang harus kukerjakan, harus segera ku selesaikan. Apalagi pak Bryan sewaktu-waktu akan mengeluarkan karyawannya kapan saja beliau suka. "Bro, lo kok telat sih? Pagi tadi, pak Bryan nyariin lo tuh." Leo setengah berbisik dari balik papan yang menyekat kursi antar karyawan. "Semalem gue abis nabrak orang, Bro." Ku balas dengan bisikan tepat di telinga Leo. Sontak saja, Leo terperanjat dan kaget mendengarnya. "Orangnya mati, Bro?" Teriak Leo. Suaranya melengking sampai terdengar seluruh karyawan di dalam ruangan. Kujelaskan kepada Leo kejadian semalam. Leo memberikanku saran untuk segera mengembalikan Tya kepada orangtuanya. Leo mengkhawatirkan, orangtua Tya akan mencari sampai melaporkan anaknya yang hilang kepada polisi. Dan bisa saja aku di tuduh tertangkap basah menabrak Tya. Ada ...

Eksekusi Karya

Sepintas, jika saya disodorkan untuk membuat tulisan dengan tema ini, maka hal pertama yang ada di benak saya yaitu action yang saat kita hendak menjalankan suatu rencana. Untuk makna murni, tidak terlalu mendalami. Karena titik fokus bukan pada arti eksekusi. Justru yang menjadi pertanyaan mendalam terkait 'Eksekusi' ini yaitu bagaimana caranya agar tetap melaksanakan eksekusi tulisan setiap hari. Pasti rasa jenuh dan bosan, ketika mood menurun melanda. Pasti ada kalanya ide yang didapatkan berjalan lambat, sehingga menghambat tulisan yang sudah difikirkan sedari pagi. Pasti akan berbenturan dengan pekerjaan harian yang tak ada habisnya untuk diselesaikan. Untuk itu kita perlu membuat kiat eksekusi tulisan agar bisa mempostingnya setiap hari. Bagaimana langkah pertama? Kembali pada niat. Tanyakan pada diri sendiri, untuk apa kita menulis, mengapa harus kita yang menuliskan, walaupun banyak orang yang sudah melangkah maju ke depan. Nah, ini harusnya menjadi perenungan, ...

Apa Resolusimu Tahun Ini?

Gambar
Kalian pernah nggak sih mendengar kata Resolusi? Pasti pernah dong ya. Memang kata resolusi ini sering nongol di beranda sosmed yang membuat mata jelalatan karena penasaran. Biasanya memang identik ketika pergantian tahun, karena di awal tahun baru itulaih banyak dari kita, menggantungkan harapan untuk mewujudkan target tujuan. Dengan kata lain, Resolusi merupakan langkah awal menapaki jalan kehidupan. Memperbaiki diri dan merencanakan untuk menggapai harapan yang diinginkan. Mengurangi kesalahan yang dilakukan di tahun sebelumnya pun menjadi bagian dari resolusi. Sama halnya ketika saya gagal untuk menulis selama 61 hari di salah satu platform akun media sosial. Apakah dengan begitu menyerah untuk kalah? Tentu saja tidak. Sejatinya, kehidupan ini memang diperuntukkan untuk berlomba. Bukan bersaing memperebutkan gelar pemenang, tapi hakikatnya kita diciptakan untuk berlomba menebarkan kebaikan. Bukan juga mempermasalahkan siapa yang menang atau kalah, tapi justru menjalani ...

Kegagalan

05 Januari 2019 . --Kegagalan-- . Adakah pernah merasakan sakit saat terjatuh ketika mengendarai sepeda? Pasti pernah dong ya. Minimal kita akan merasakan nyeri, kalau maksimal sih jangan ditanya, bermacam-macam rasanya. Ada yang hanya lecet saja, bisa juga luka dalam, atau mungkin mengalami sakit yang lumayan parah. Tapi apakah dengan begitu, lantas kita tidak pernah lagi mencoba untuk mengendarai sepeda? Kebanyakan menjawab, tentu akan mencoba kembali untuk memainkan sepeda, seberapapun seringnya kita terjatuh saat mengendarainya. Ya kan? Karena ada rasa 'suka' saat kita mampu mengayuh sepeda kemanapun kita suka. Rasa 'suka' itulah yang menjadikan diri kita tak pernah lelah walaupun berapa kali kita mengayuhkannya. Begitupun dengan kehidupan yang kita jalani di dunia ini, Gaess. Akan ada banyak hal yang membuat kita merasakan 'kegagalan' ketika diri tak mampu menggapai apa yang kita inginkan. Merasa terjatuh, di kala kita kalah. Padahal akan ad...

Tentang Dia#2

#Seharisatutulisan4#30DWC#Squad3#Day26#30DWC16 Kuletakkan jari telunjuk di bawah hidungnya. Ia masih bernafas. Kalimat takbir tak henti-hentinya kulafalkan. Mataku mencari klinik terdekat di pinggir jalanan, tapi tak kutemukan. Sebuah rumah bertuliskan 'Bidan praktek' menjadi alternatif terakhir untuk memeriksakan bahwa kondisi gadis tersebut baik-baik saja tanpa luka parah di tubuhnya. "Istrinya kenapa, Pak?" Salah satu asisten bidan bertanya kepadaku saat kuletakkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur. "Dia bukan istri saya, Mbak." "Oh, Maaf. Kalau begitu mas tunggu di luar, agar kami bisa memeriksa apakah ada yang terluka atau tidak." Setengah menundukkan kepala, sambil kuucapkan terimakasih kepada bu Mia, sambil mataku melirik ke arah papan kecil yang tertera. Aku menunggunya yang masih tak sadarkan saat itu. Berharap saat dirinya pulih, aku akan meminta maaf dan memberinnya uang, kemudian akan langsung kuantarkan ia pulang. Tapi ...

Tentang Dia

🦀 04 Januari 2019 🦀 . --Tentang Dia-- . #Seharisatutulisan3#30DWC#Squad3#Day25#30DWC16 "Mas, kamu setuju kan?" Pertanyaan Tya seakan membuat dadaku sesak tak bisa bernafas. . Tangannya mencari jari jemariku yang gemetar menahan kesakitan yang sama sekali tak tahu bagaimana untuk diungkapkan. Kubalas belaiannya, menggenggam punggung tangannya yang kedinginan. Tak mampu ku tatap mata indahnya memohon persetujuan. . Apalagi yang harus ku katakan, jika cinta tak sanggup untuk berlabuh ke lain hati. Ku kecup sejenak, keningnya yang tertutup jilbab. Haruskah kukatakan kepada Tya, bahwa aku sangat menyayanginya? Bahwa raga tak bisa berpisah hanya karena orang ketiga? . "Sayang, aku ...," suaraku terbata tak mampu melanjutkan. . Tya menatap sejenak terheran, menungguku untuk bicara. Tya, jangan kau menatapku seperti itu, ku mohon. Tatapanmu akan membuatku sulit untuk mengeluarkan kata. . "Mas Gilang, mau kan menikah dengan Amira?" Tya tersenyum, ...