Membuat Buku Sendiri
--Hari ke 15--
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Setelah diskusi di kelas Bunsay dengan teman-teman sekelas, terkait dengan cemilan rabu. Begini bunyi flyer di dalamnya,
"Bahan bacaan tidak harus dari toko buku dan perpustakaan, bila perlu orangtua membuat sendiri untuk anak (Self Made Book) bahannya kertas kosong yang sudah tidak dipakai untuk ditulis dan kertas tebal untuk sampulnya."
Dari kutipan tersebut, ada yang kami garis bawahi, sesuatu yang memang sering kita lakukan namun tanpa kita sadari mampu menjadi fasilitas dalam games level lima ini. Awalnya, tercetus dari salah satu kawan berfikir buku ini seperti kliping, dan emak pun sepakat jika ada gambar yang ditempel didalamnya, kemudian dilanjutkan dengan menulis cerita dibawahnya.
Namun, salah satu kawan memberikan contoh hasil karya anaknya. Gambar dan cerita yang di tulis sendiri. Masyaa Allah, luarbiasa ya. Dan ini menjadi penambah motivasi, untuk emak dan bocil di rumah. Teringat sebuah buku yang dibikin Fakhri dan teteh Alya.
Emak memulai cerita di bawah gambar mobil yang sudah di gambar Fakhri. Terinspirasi salah satu buku bacaan literasi dari USA. Kemudian, halaman kedua, kami membuat bersama. Tentang Angsa. Masing-masing satu gambar angsa serta cerita. Semua turut serta dan begitu mengasyikkan.
Bocil begitu bersemangat, cerita didalamnya tentang keluarga angsa. Yang besar ayahnya, ada juga kakak, adik dan bayi angsa juga. Haha, imajinasi anak-anak memang luarbiasa ya. Semoga melalui ini semua, anak-anak semakin menjadi bersemangat untuk membaca.
Pohon literasi sudah mencapai puncaknya, namun apakah kita akan berhenti sampai disini?
Tentu saja, ini hanyalah awal langkah untuk membangun literasi keluarga. Selanjutnya akan lebih tertantang lagi untuk menggapai konsisten setiap harinya.
Catatan pohon literasi :
Fahmi 1 Apel
Fakhri 1 Jeruk
Teteh Alya 1 Durian
Emak 1 Mangga
#Day15
#Gameslevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThistoChangeMustChangeFirst
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Setelah diskusi di kelas Bunsay dengan teman-teman sekelas, terkait dengan cemilan rabu. Begini bunyi flyer di dalamnya,
"Bahan bacaan tidak harus dari toko buku dan perpustakaan, bila perlu orangtua membuat sendiri untuk anak (Self Made Book) bahannya kertas kosong yang sudah tidak dipakai untuk ditulis dan kertas tebal untuk sampulnya."
Dari kutipan tersebut, ada yang kami garis bawahi, sesuatu yang memang sering kita lakukan namun tanpa kita sadari mampu menjadi fasilitas dalam games level lima ini. Awalnya, tercetus dari salah satu kawan berfikir buku ini seperti kliping, dan emak pun sepakat jika ada gambar yang ditempel didalamnya, kemudian dilanjutkan dengan menulis cerita dibawahnya.
Namun, salah satu kawan memberikan contoh hasil karya anaknya. Gambar dan cerita yang di tulis sendiri. Masyaa Allah, luarbiasa ya. Dan ini menjadi penambah motivasi, untuk emak dan bocil di rumah. Teringat sebuah buku yang dibikin Fakhri dan teteh Alya.
Emak memulai cerita di bawah gambar mobil yang sudah di gambar Fakhri. Terinspirasi salah satu buku bacaan literasi dari USA. Kemudian, halaman kedua, kami membuat bersama. Tentang Angsa. Masing-masing satu gambar angsa serta cerita. Semua turut serta dan begitu mengasyikkan.
Bocil begitu bersemangat, cerita didalamnya tentang keluarga angsa. Yang besar ayahnya, ada juga kakak, adik dan bayi angsa juga. Haha, imajinasi anak-anak memang luarbiasa ya. Semoga melalui ini semua, anak-anak semakin menjadi bersemangat untuk membaca.
Pohon literasi sudah mencapai puncaknya, namun apakah kita akan berhenti sampai disini?
Tentu saja, ini hanyalah awal langkah untuk membangun literasi keluarga. Selanjutnya akan lebih tertantang lagi untuk menggapai konsisten setiap harinya.
Catatan pohon literasi :
Fahmi 1 Apel
Fakhri 1 Jeruk
Teteh Alya 1 Durian
Emak 1 Mangga
#Day15
#Gameslevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThistoChangeMustChangeFirst


Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini