Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Mengubah Satuan Berat

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 15 Pembelajaran matematika hari ini, masih seputar pelajaran matematika dalam tematik kelas 2 SD. Terkait pengukuran berat gram, kilogram dan ons. Dimulai pengenalan berat buah-buahan seperti mangga, jeruk, apel dan sebagainya. Perubahan dari kilogram ke gram, turun tiga tingkat, itu berarti dikalikan 1000. Sedangkan ons, dikalikan 10. Untuk mengubah ketiganya, alhamdulillah teteh sudah mulai faham. Contoh : 1. 5 Kg = 50 ons = 5000 gram 2. 9 Kg = 90 ons = 9000 gram Kesulitan terjadi ketika teteh Alya menghitung kebalikannya. Misal : 1. 60 ons = ... Kg = ... gram 2. 75 ons =  ... Kg = ... gram Contoh soal tersebut membuat teteh enggan mengerjakannya. Mungkin karena abstrak ya, terlalu banyak simbol angka bertebaran di sana. Tapi saya pun memberikan contoh konkret lainnya, seperti membayangkan beli buah-buahan di pasar. Menghitung dengan cara menambah atau mengurangi akngka nol dalam soal. Sayangnya, teteh Alya merasa soal ini ...

Menghitung Uang

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 13 Salah satu keinginan teteh Alya adalah membeli tempat pensil dengan model kode. Entahlah, padahal sudah lama sekali teteh melihat harga tempat pensil tersebut. Namun, masih terngiang juga harga yang tertera di sana. Empat puluh ribu rupiah harganya. Beberapa hasil celengan yang dikumpulkan sudah menjadi target teteh Alya. Sepuluh ribu, dua puluh ribu, tiga puluh ribu, hingga hitungan uang mencapai enam puluh lima ribu. Kesempatan saya untuk memberikan pengalaman menghitung uang kepada si kembar. Di mulai dari uang kecilan, dan hitungan tidak terlalu besar. Sedangkan teteh menghitung lagi uangnya sampai rapi. Kalau teteh Alya sudah mandiri dalam berhitung uang. Kalau si kembar harus diberikan pengarahan. Nah, selain matematika, di sini kita dapat mengedukasi mereka untuk rajin menyisihkan uang. Agar sewaktu-waktu diperlukan, ada cadangan. Tidak meminta kepada orang tua. Sekian dulu untuk hari ini, semoga selalu berkah menjalani hari-ha...

Menghitung Kelinci

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 12 Seharian di luar rumah itu membuat saya lupa target setoran. Ups, rancangan DIY sempat terlupakan, gaes. Tapi kan matematika ada di sekeliling kita ya, sudah pasti dong masih bisa belajar dimana saja. Keseruan hari ini adalah membaca buku tentang kelinci. Awal mulanya pun emak nggak paham, lha wong pingin menstimulasi belajar matematika, ehh kenapa jadi belajar membaca. Tapi  yawis, emak ladeni kemauan si kembar. Sayang juga kan, kalau di sia-siakan semangat membacanya. Sebelum bercerita, ternyata si kembar sudah membuka lembaran demi lembaran dalam buku. Terdengar Fahmi dan Fakhri bersama menghitung kelincinya. Masyaa Allah, emak kok terharu ya. Ternyata anak-anak tetap mempraktekkan matematika dimanapun juga. Setelah berhasil menghitung dengan benar, emak ingin mencoba penjumlahan dan pengurangan. Sambil membaca tiap bagian gerombolan kelinci, emak ingin Fahmi dan Fakhri menjawabnya. Masing-masing antusias sekali menyebutkan jumla...

Sate Bebek

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 11 Sate. Salah satu makanan favorit anak-anak di rumah. Karena ada tusuknya, jadi emak pakai dulu ya, untuk belajar. Menghitung sate namanya. Saya membuat bentuk bebek dari kardus, bentuknya kecil, agar satu tusuk sate mampu menampung lebih dari tiga bebek. Fakhri pun ikut membantu membentuk bebek dan menusuknya dengan tusukan sate. Anak-anak cukup antusias membuatnya. Hitungan satu sampai sepuluh sate selesai. Anak-anak mulai jenuh dengan bebeknya. Emak mencari siasat lain, hohoho ... bentuk sate kepala bebeknya hilang, tapi tak membuat anak-anak tertarik juga. Belum sampai berjualan sate bebek, rasa kantuk sudah melanda para pembuat sate. Nah, langsung masuk kamar, melemas kelelahan. Next, insyaa allah besok lagi ya?=) Salam sukses, Matematika. #Harike11 #Tantangan10hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs #Thinklogic

Truk Apa Lagi?

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 10 Truk. Salah satu jenis mobil yang digemari si kembar. Imbasnya, bebikinan hari ini, saya harus membuat truk yang memiliki roda. Nah, kan? Saya mulai kebingungan dengan ide mereka. Tidak jauh dari matematika sebenarnya, dan hanya ingin mengajak si kembar untuk memulai duluan. Dengan arahan, Fakhri memulainya membuat empat potong persegi. Sedangkan Fahmi, tiga potong segitiga. Tapi tak apa ya, namanya juga proses belajar, insyaa allah emak bantu dengan meratakan kardusnya, serta merekatkan dengan lem. Truk mini pun sudah jadi. Ternyata, tidak sampai di situ saja ide mereka. Hehe, emaknya cuma bisa mengiyakan saja. Ketika Fahmi menginginkan truk-nya menjadi bermanfaat untuk tempat pensil. Maka, harus membuat penutup truk. Semuanya tidak terlepas belajar bagaimana menyamakan sisi pada bangun datar. Tidak terlepas juga dari pengukuran. Semua itu, memberikan pelajaran yang luar biasa, semoga anak-anak nggak alergi matematika. Salam sukses,...

Nol Dua dan Nol Tiga

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 9 Ketika anak-anak ingin berkreasi sendiri. Sejatinya, mereka memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Lebih banyak bertanya apa yang dilihat. Lebih banyak bercerita, setelah mereka mendengar. Lebih banyak bereksplorasi, ketika mereka ingin sesuatu yqng lebih. Sama seperti kemarin, dua lembar kertas berisi gambar dan harga, yang biasa tercecer di depan pagar rumah. Membuat mereka bertanya, "Ini kertas Indoma*** ya, Mi?" Saya hanya mengangguk tanda mengiyakan. Akhirnya, kertas tersebut dibawa pulang. Si kembar masih mengamati kertas tersebut, benda dalam gambar tersebut, biasa nongkrong di rumah. Seperti, detergen, minyak, sabun, susu, teh, dan lain-lain. Otomatis mereka pun sudah hafal bentuk dan rupa benda tersebut. Tercetuslah ide saya untuk mengenalkan kepada mereka angka ratusan dan ribuan. Secara kurikulum nasional sih anak-anak belum wajib mempelajarinya. Tapi, dalam kurikulum emak-emak rumah tangga, sah aja kan ya, mengena...

Menang Vs Curang

Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 8 Senangnya, melihat teman-teman lain bersemangat mendidik buah hati tercinta dengan matematika. Bertebaran kreatifitas dimana-mana. Bikin saya mupeng--muka pengen--ingin ikut praktik juga. Salah satu permainan hasil comot di salah satu instagram teman. Permainan apa ya ... mungkin permainan teka-teki bola kali ya. Jadi bola harus melewati tantangan balok kardus yang menghalanginya. Cara memainkannya di goyang. Nah, Fahmi dan Fakhri serius banget mainnya. Sesekali langsung memasukkan bola ke gawang dengan melanggar aturan. Tapi ya selalu kita sounding ya kan? Permainan pun harus diikuti jalan aturannya. Biar tambah menantang. Jangan karena ingin menang, harus berbuat curang. Hihi, bahasa saya nggak kayak gini lho ke anak-anak. Masih pakai bahasa cinta. Eh iya, sudah dulu ya ceritanya. Insyaa allah besok dilanjut lagi. Hari ini nggak pakai foto, du du du. Semoga besok bisa pakai foto. Salam sukses, Matematika. #Harike8 #Tantangan10hari ...

Anak Tangga

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 7 Sebenernya udah dari siang anak-anak  minta 'bikin-bikin', begitu mereka menyebutnya. Setiap kali saya beres-beres kardus, di sangka ingin bikin-bikin. Hihi, alhasil emak tetapkan lagi waktu bikin-bikin kita abis maghrib, insyaa allah. Bikin-bikin kali ini, saya mencoba untuk membuat anak tangga pengukuran panjang. Seperti km, hm, dm, m, dan sebagainya. Niat awal sih, ingin memudahkan teteh Alya dalam mengubah satuan panjang, misal dari kilometer pindah ke meter, tueun tiga kali, berarti di kali 1000. Di tengah perjalanan bermain, ternyata fahmi dan fakhri selalu berulang menghitung anak tangga, jadi saya mencoba mengajak anak-anak memainkan penjumlahan teelebih dahulu. Misal jika anak tangga di tambah, maka sepotong kertas akan naik. Ya, walaupun berulang kali dilakuka' percobaan, tapi anak-anak girang luarbiasa. Next, semoga anak-anak bisa memainkan pengurangan juga dengan anak tangga ini. Sekian dulu, bikin-bikin kita pa...

Senangnya Membuat Tong Sampah

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 6 Sehari sebelum challenge 10 hari dimulai, saya sudah menyiapkan beberapa ide untuk DIY, yang masih terkait matematika. Tidak jauh-jauh juga dari pemanfaatan kardus yang ada di rumah. Terlihat masih menumpuk, jadi lebih baik saya manfaatkan. Siang hari, saya coba tunjukkan cara membuat tempat sampah ini. Tujuannya agar selepas maghrib, kami sudah mulai eksekusi. Masing-masing sudah mengingat langkah-langkahnya. Kami membuat bersama, awalnya kebingungan saat harus menentukan ukuran. Penggaris yang di cari, nggak ketemu juga. Alhasil, kami membuat satu lembar kardus yang hampir membentuk segi empat, sedangkan lembaran lainnya mengikuti ukuran tersebut. Alhamdulillah, anak-anak girang luarbiasa. Apalagi saat bagian menempel dengan lem tembak. Ajaibnya, ke lima sisi mampu menyatukan sisi lainnya. Kami semua belajar menghitung sisi, memperkirakan pengukuran dan yang pasti belajar menjumlahkan ya. Nah, ketika tempat sampah sudah jadi. Kami pun ...

DIY Mobil Kardus

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 5 Udah sampai di hari kelima. Masyaa Allah, anak-anak masih senang dengan kardusnya. Hari ini hampir aja, gagal lagi membuat mobil-mobilan dari kardus bekas. Karena saya melupakan sesuatu, hampir lupa membeli lem tembak khusus untuk belajar membuat 'sesuatu' yang baru. Beberapa waktu lalu, sempat terpikir untuk membelikan mainan baru. Sejenak dipikirkan lagi, lebih baik kita memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita. Insyaa allah, akan berguna juga, dan akan menjadi pelajaran berharga. Uhuk, uhuk, ciyyeeeee, emak sok puitis... 😘 Next, Mobil-mobilan kardus judulnya. Tentu bahan dasar dari kardus bekas. Bungkus odol ini sudah menjadi target Fahmi, karena keinginannnya untuk menjadikannya mobil. Dengan modal empat tutup botol sebagai roda dan lem tembak. Alhamdulillah, kami berhasil membuat mobil-mobilan. Banyak pelajaran matematika yang kami dapatkan. Bangun ruang dari setiap benda, seperi kardus odol, lubang sedotan sebagai peny...

DIY Fifty Board

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 4 Banyak pelajaran baru bagi saya dan anak-anak. Ketika menantang diri membuat DIY yang ada kaitannya dengan matematika. Sebenernya, tipe saya bukan orang yang kegirangan membuat barang bekas menjadi sesuatu yang baru, apalagi semacam permainan bagi buah hati tercinta. Namun, setelah perlahan saya merangkak untuk mengenali mereka, buah hati tercinta. Saya menemukan sesuatu yang berbeda. Unik. Ya, sesuatu yang dimiliki masing-masing individu, begitupun dengan anak-anak. Saya merasa kalau mereka --anak-anak-- memiliki keingintahuan yang tinggi, yang harus kita gali sebagai orangtua. Begitu juga hari ini. Setiap kali saya mengeliarkan kardus, gunting, lem dan spidol. Secara cepat, mereka akan merapat. Menanyakan beberapa hal, yang pasti membuat keingintahuannya terpancing lagi. Kali ini, saya akan membuat DIY Hundred Board. Namun karena papan angka tidak sampai 100, maka saya mengganti namanya menjadi DIY Fifty Board. Anak-anak tampak antusia...

Tebak Waktu

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 3 Masih berkutat di sekitar kardus. Salah bahan pokok yang kudu ada, kalau anak-anak mau bikin 'sesuatu'. Memang saya sadari, terutama si kembar, selalu ingin tahu kala tangan tak pernah berhenti berekspresi. Hasilnya, akan ada saja kegiatan yang mereka buat sendiri. Seperti menggunting, menulis, menghitung, dan melipat kertas. Seringkali dilakoni kala rasa jenuh melanda. Kelebihan lain yang dimiliki ci kembar yaitu keuletannya dalam mengerjakan 'sesuatu'. Misalnya seperti hari ini, saat saya menyodorkan kardus sebagai bahan utama. Peralatan lainnya seperti gunting, lem dan solasi. Saat ditawarkan bantuan menggunting kardus yang sudah dilingkari dengan piring, Fakhri pun menolak. Katanya ingin mencoba sendiri. Angka yang dibuat dengan menggunakan kertas origami, menjadi bentuk perhatian saya pribadi. Menempel angka terbalik, salah satu hal yang saya harus selidiki. Lho, kenapa bisa terbalik ya? Membentuk, menge-lem, dan men...

Fly Over Cap Si Kembar

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 2 Benarkah kalau matematika itu membosankan? Sekilas memang iya. Terutama jika berkutat seputar numerik. Membuat anak-anak pintar matematika, sepertinya mudah kan? Cukup diberikan latihan matematika, lalu mereka akan mahir dalam hitungan. Tapi apabila kita sebagai orangtua salah dalam menerapkan pembelajaran, maka akan membuat fatal bagi kematangan ananda. Untuk itu, kami di sini, di kelas Bunda Sayang tahap level 6, akan mencoba untuk belajar bersama dengan cara yang berbeda. Bagaimana cara kami belajar? Tantangan I Love Matematic ini, nggak sembarangan tantangan recehan. Ini perihal anak mampu atau tidaknya dengan matematika dengan cara berbeda. Bukan dengan paksaan ya, Mak. 😁😁 Seperti halnya, ketika tercetus ide untuk mengajarkan Fahmi dan Fakhri tentang pengukuran panjang. Akhirnya, saya mengumpulkan bahan dan peralatan adalah sebagai berikut : 1. Gunting 2. Kardus 3. Lem doubel Cara membuatnya bagaiman...

DIY dan Matematika

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim Hari ke 1 Matematika dan DIY. Emak di tantang selama 10 hari untuk menjinakkan dunia DIY. Eits, tapi nggak sembarang DIY. Nilai yang terkandung harus ada unsur matematika. Apa coba manfaatnya? Banyak dong, gaes. Di sini, dunia matematika tidak hanya melulu angka, ada banyak hal yang tanpa kita sadari bahwa matematika ini selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Nah, diharapkan melalui DIY anak akan senang dengan matematikanya. Banyaknya kesalahpahaman orang tua dan guru, mengajarkan matematika hanya sekedar melalui angka. Sehingga banyak anak yang kurang menikmati dunia matematika. Nah, berikut ini merupakan hasil semedi emak-emak PG#4 dalam membuat DIY untuk beberapa hari ke depan bersama keluarga tercinta. Di hari pertama, sengaja emak belum memulainya, karena badan emak juga kurang enak (ciyeee... Curhat). Untuk itu, emak mengumpulkan dulu beberapa ide DIY yang cocok untuk usia teteh Alya dan ci kembar. 1. DIY Jam dinding, terbuat dar...