Nol Dua dan Nol Tiga
Bismillaahirrahmaanirraahiim
Hari ke 9
Ketika anak-anak ingin berkreasi sendiri. Sejatinya, mereka memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Lebih banyak bertanya apa yang dilihat. Lebih banyak bercerita, setelah mereka mendengar. Lebih banyak bereksplorasi, ketika mereka ingin sesuatu yqng lebih.
Sama seperti kemarin, dua lembar kertas berisi gambar dan harga, yang biasa tercecer di depan pagar rumah. Membuat mereka bertanya, "Ini kertas Indoma*** ya, Mi?" Saya hanya mengangguk tanda mengiyakan. Akhirnya, kertas tersebut dibawa pulang.
Si kembar masih mengamati kertas tersebut, benda dalam gambar tersebut, biasa nongkrong di rumah. Seperti, detergen, minyak, sabun, susu, teh, dan lain-lain. Otomatis mereka pun sudah hafal bentuk dan rupa benda tersebut.
Tercetuslah ide saya untuk mengenalkan kepada mereka angka ratusan dan ribuan. Secara kurikulum nasional sih anak-anak belum wajib mempelajarinya. Tapi, dalam kurikulum emak-emak rumah tangga, sah aja kan ya, mengenalkan anak. Eits, yang penting, jangan dalam koridor terpaksa.
Saya mencoba membagi dua halaman kertas menjadi delapan bagian. Kemudian, kami membuatnya puzzle matematika. Merangkai gambar dan harga yang didalamnya. Salesai merangkai, kami menebak beberapa harga pada gambar yang ditunjuk. Hihi, permainan sederhana, namun membuat anak-anak gembira.
Alhamdulillah, si kembar mulai mengena nol dua dan nol tiga, yang berarti ratusan dan ribuan melalui harga pada gambar. Usia si kembar memang belum waktunya juga sih, mengenal simbolik. Next, insyaa allah nanti direncanakan mengenal melalui benda konkret.
Next, sekian dulu cerita kami. Insyaa allah foto menyusul ya.
Salam sukses, Matematika.
#Harike9
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic
Hari ke 9
Ketika anak-anak ingin berkreasi sendiri. Sejatinya, mereka memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Lebih banyak bertanya apa yang dilihat. Lebih banyak bercerita, setelah mereka mendengar. Lebih banyak bereksplorasi, ketika mereka ingin sesuatu yqng lebih.
Sama seperti kemarin, dua lembar kertas berisi gambar dan harga, yang biasa tercecer di depan pagar rumah. Membuat mereka bertanya, "Ini kertas Indoma*** ya, Mi?" Saya hanya mengangguk tanda mengiyakan. Akhirnya, kertas tersebut dibawa pulang.
Si kembar masih mengamati kertas tersebut, benda dalam gambar tersebut, biasa nongkrong di rumah. Seperti, detergen, minyak, sabun, susu, teh, dan lain-lain. Otomatis mereka pun sudah hafal bentuk dan rupa benda tersebut.
Tercetuslah ide saya untuk mengenalkan kepada mereka angka ratusan dan ribuan. Secara kurikulum nasional sih anak-anak belum wajib mempelajarinya. Tapi, dalam kurikulum emak-emak rumah tangga, sah aja kan ya, mengenalkan anak. Eits, yang penting, jangan dalam koridor terpaksa.
Saya mencoba membagi dua halaman kertas menjadi delapan bagian. Kemudian, kami membuatnya puzzle matematika. Merangkai gambar dan harga yang didalamnya. Salesai merangkai, kami menebak beberapa harga pada gambar yang ditunjuk. Hihi, permainan sederhana, namun membuat anak-anak gembira.
Alhamdulillah, si kembar mulai mengena nol dua dan nol tiga, yang berarti ratusan dan ribuan melalui harga pada gambar. Usia si kembar memang belum waktunya juga sih, mengenal simbolik. Next, insyaa allah nanti direncanakan mengenal melalui benda konkret.
Next, sekian dulu cerita kami. Insyaa allah foto menyusul ya.
Salam sukses, Matematika.
#Harike9
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic
Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini