Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Pernikahan dengan Syarat#6

#Pernikahan_dengan_Syarat #Part6 #Mudho_Wamah Pak Wisnu langsung menyapa keduanya, "Assalamu'alaikum, Bah..," Pertemuan kedua kalinya dengan camer dirasakan berbeda. Ga pake deg-degan. Hehe... Lebih santai ya, Pak !. "Bagaimana Keadaan Karin sekarang nak Wisnu??," Ibu terlihat begitu khawatir. "Ada di ruang VIP no. 201 tante, kondisi Karin belum sepenuhnya membaik." Ibu semakin cemas. Aziz mengajak ketiganya segera masuk ke dalam ruangan, agar langsung melihat langsung kondisi Karin. Hohoho....seperti ada yang terlihat kurang senang dengan keberadaan pak Wisnu.#upz "Saya pamit dulu ya, Bah. Mohon maaf tidak bisa mengantar masuk. Assalamu'alaikum.." Pak Wisnu langsung izin pamit bersalaman.  "Wa'alaikumussalaam.." ***** Airmata ibu berlinang tak bisa ditahan, melihat anak sulungnya terbaring lemah di rumah sakit. Lely dan Marina menunggu di luar kamar. Keduanya nampak serius membicarakan kondisi Kar...

Pernikahan dengan Syarat#5

#Pernikahan_dengan_Syarat #Part5 #Mudho_Wamah ***Jika seorang Fatimah saja mampu memendam rasa ini ***Maka kuatkanlah aku seperti itu ***Jika sang Ali saja mampu memendam rasa yang sama ***Maka kuatkanlah kami berjalan di atas jalanMu ***Jagalah hati kami dan jangan ada yang saling menodai ~Karin_26092018~ Untaian kata diukir Karin dalam buku diary miliknya. Berwarna ungu muda, dengan list di bagian kanan berwarna pink. Tepat di cover depan tertulis nama, Meila Karina Putri. ***** Fikirannya menerawang. Saat abah mengajukan pertanyaan kepada Karin. "Rin, bagaimana menurutmu?, jika ada seorang lelaki, akhlaknya dan ilmu agamanya juga bagus. Berniat menikahi seorang wanita". "Ya bagus dong bah, berarti wanita tersebut beruntung, karena akan memiliki calon imam yang bisa membawa rumah tangga di jalan yang lurus. Biar ga belok-belok. Hehe...", jawaban Karin asal. Tidak tahu maksud abah bertanya seperti itu. "Alhamdulillah, kalau begitu. Berarti...

Pernikahan dengan Syarat#4

#Pernikahan_dengan_Syarat #Part4 #Mudho_Wamah Aaarrrgghhh.... . . . Kaaaarrrriiiiinnn.... . . Bikin pak Wisnu kecewa berat !!!. Jauh-jauh susah payah, naik turun puncak. Belum lagi panas-panasan di tengah kemacetan. Huuufffttt.... Pak Wisnu manyun lima senti. Kenapa lagi tuh Karin pakai senyum segala. Senang melihatku menderita. Dalam hati pak Wisnu menggerutu. Duh, rasanya ingin cepat keluar dari ruangan yang tiba-tiba bikin sesak. Gagal jadi calon mantu !!!, hihi.... Upz, laki-laki memakai koko berdiri di samping Karin. Pak Wisnu segera menjabat dan mencium punggung tangan abah Karin. Tersenyum mengembang ditambah lesung pipi sebagai pemanisnya. Ehem....Deg degan sih sudah pasti ya pak??. Hihi... Lha, koq respon abah yang seakan cuek saja dengan keberadaan pak Wisnu. Tanpa basa basi. DATAR. Berbeda ketika abah bertemu dengan lelaki itu. Yah, lelaki mana lagi?. Tentu saja yang katanya akan dijodohkan dengan Karin. Ya Allah, ujian apalagi ini?, hati pak Wi...

Aliran Rasa T10 Komunikasi Produktif

Gambar
Aliran Rasa T10 Games Level 1 #KomunikasiProduktif Masyaa Allah pelajaran sekaligus pengalaman yang saya dapatkan dari praktik komunikasi produktif ini. Mendalami peran keibuan dengan kesungguhan. Memulai untuk membiasakan kata - kata positif. Walaupun masih merangkak untuk menjalannya, tapi saya yakin, dengan membiasakan diri, maka akan bisa menjadikan komunikasi produktif ini sebagai komunikasi keseharian. Tanpa adanya teriakan atau mata yang yang siap menerkam. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, pasangan pun turut andil mempraktikkan. Apakah semua mulus berjalan??. Tentu saja tidak, masih banyak yang harus saya pelajari lagi dan butuh keistiqamahan untuk menjalankannya, belajar, belajar dan terus belajar lagi. #gameslavel1 #bundasayang #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Pernikahan dengan Syarat#3

Gambar
#Pernikahan_dengan_syarat #Part_3 #Mudho_Wamah Surat cinta??!! . . . Tentu bukan dong !!! Surat ini adalah permintaan pak Wisnu saat perjanjian di atas perahu kemarin ketika bertemu Karin. Menanyakan kepastian !!! Setelah membaca tulisan tersebut, secercah harapan itu muncul. Entah Karin yang salah menulis kata dalam surat atau pak Wisnu yang salah memahami alias ke-ge-er-an. Hehe.... Yang pasti mengembang senyuman khas orang yang lagi kesemsem pingin cepat bertemu camer alias calon mertua. Padahal sebelum bertemu Karin, tak pernah sedikit pun ada keseriusan pak Wisnu untuk berbicara soal PERNIKAHAN. Masih teringat jelas saat itu, ketika pak Wisnu bertanya soal pernikahan. "Kenapa ya rin, banyak orang langsung menjalin ikatan pernikahan?". Tanya pak Wisnu penasaran. "Duh ya, tanyanya ke yang sudah nikah dong pak. Saya kan belum pernah nyobain. Lha wong saya belum pernah menjalani". Jawab Karin asal, tidak terlalu tertarik. Tiba-tiba teringat ...

Pernikahan dengan Syarat#2

Gambar
#Pernikahan_dengan_syarat #Part_2 Pak Wisnu ngajak Nikah !!! . . . Huuuffttt.... Pikiran Karin kini benar-benar kalut dibuatnya. Bagaimana tidak?. Hidup Karin yang lurus mulus kayak aspal, kini seakan banyak polisi tidur dimana-mana. Sebulan yang lalu, hubungan mereka masih biasa saja. Pak Wisnu melihat sosok Karin yang berbeda, membuat daya tarik tersendiri untuknya. Padahal Karin hanya seorang 'pegawai dapur' di kantoran. Pak Wisnu memang selalu menanyakan berbagai macam hal terutama yang berhubungan dengan Islam. Ya, karena keterbatasan pak Wisnu yang sama sekali tidak pernah mendalami Islam. Kalau sholat lima waktu sih tentu saja pak Wisnu tahu, tapi ogah-ogahan untuk menjalankannya alias suka bolong-bolong. Sssttt....tapi sejak ketemu dengan Karin, pak Wisnu jadi rajin lho....hihi....ciiyyeehh.... Puasa?? Fuull Ramadhan sudah pasti. Zakat?? Wuih, jangan ditanya. Sedekah??? Sering memberikan ke masjid paling utama ditambah getol banget kepada fakir mi...

Pernikahan dengan Syarat#1

Gambar
    Part#1 Kalla hadzil ard mataqfii masahah Lau na’isibila samahah Wanta’ayasna bihab Lau tadiqil ardi naskan kalla kolb Lagu populer yang dinyanyikan Sabyan, terdengar jelas berdering melalui ponsel Karin. Diliriknya bagian layar, tertera nama yang menghubungi. PAK WISNU. Deg!!!. Hati Karin seketika langsung berdebar. Karin menengok ke arah jam dinding yang menggantung. Pukul 10.30. Ini kan belum jam istirahat. Mengapa pak Wisnu tiba-tiba menelpon. Yah, walaupun pak Wisnu adalah seorang atasan tapi setidaknya pak Wisnu harus menghargai bawahannya dong. Karin menggerutu. Angkat? Tidak? Angkat? Tidak? Huuuffttt....kalau di reject pasti pak Wisnu akan berbicara panjang lebar dan gak akan berhenti pas nanti ketemu. "Rin...cepetan angkat tuuuh..berisik tau!!", teriak Lely yang tengah sibuk membuat kopi untuk para karyawan. "Hallo, Assalamu'alaikum....", "Rin...cepet kemari ya, aku tunggu kamu disini. Pak Johan udah stand bay didepan. Sudah s...

Kata Ibu

Gambar
Teringat pada ibu-ibu gemuk yang kemarin memberikanku uang. Ibu itu salah satu rombongan yang sengaja berkunjung kesini. Ke tempat biasa aku dan teman-teman bermain. Keraton Kaibon namanya. Aku pun bingung, mengapa banyak orang berkunjung ke Banten ini. Kata ibu ini tempat bersejarah zaman kesultanan. Jauh sebelum aku dilahirkan. Dan yang lebih aku bingungkan lagi mengapa ibuku selalu menyuruh mengajak adik perempuanku setiap minggu untuk bermain disini. Walaupun aku tak suka bermain disini. Karena disini sangat panas sekali. Keringat mengucur membasahi. Lelah sekali berkali-kali mengelilingi keraton Kaibon, walaupun luasnya yang kata orang-orang hanya mencapai 2 hektar. Lebih kecil dan lebih sempit dari keraton Surosowan. Tetap saja kakiku selalu merasa kepanasan. Sambil mengelilingi Keraton, kami terus mengikuti setiap rombongan yang datang, kata ibu harus selalu mengikuti mereka. "Caaaapek kak..", adikku merintih karena telapak kaki kepanasan. "Ya sudah, janga...

Positif Thinking maak !!!!

Gambar
Duh..duh...duh.... Gawat !!!😱😱 Kumaha ngobrol dengan suami??!, #nyeselceritanya Begini mak, Ada orang yang pinjam uang alias kepingin utang. Waduh, boro-boro dirikuh bisa pinjemin. ATM aja ludes...hihiy....dompet tinggal uang yang gambar pangeran bawa pedang. Nah lho...yang emak-emak langsung kebayang uang serebuan kan.😂😂 (udaah....tutup dompetnya maaak....ga usah dicocokin. Percaya aja sama aku. Wkwkk....) Ada juga uang belanja sampai akhir bulan mak. Sengaja diselipin di dalam buku. Bukunya dalam lemari. Haha....biar mata ga keliatan kalau ada uang nganggur.🤑🤑 Back 👉😬 Ibu yang pinjam tadi melas-melas....kepepet banget katanya. Duh, kalau pasang muka melas begitu mah, beneran ga tega mak. Bayangin deh....kejepit diantara dua pilihan. Kepikiran juga sih, khawatir ga bayar. Daaan parahnya lagi suami gak ada. Mau nelepon udah ga keburu, karena ibu tadi buru-buru.#makinterjepit😢😥 Akhirnya, Berusaha positif thinking. Stay cool maak. Allah masih ada di samping kita...

Kenapa Harus Aku

Gambar
Sepeninggalnya, kami seperti tak tentu arah. Entahlah, kaki ini akan melangkaj kemana. Jika karena bukan kuasaNya. Tak mungkin ku bisa berdiri disini. Ya, waktu itu, keputusan yang amat berat, saat aku akan dikirim ke sebuah pesantren di salah satu desa. Ayahku meninggal saat usiaku menginjak 15 tahun. Ahh...kenapa harus aku??!. Kesal dan marah pada ibu. Apakah ibuku tak sanggup mengurus anaknya sendiri??, batinku menjerit. Menangis semalaman membuatku lega. Segala penolakan sudah kulakukan, tapi terasa percuma. Seringkali ku marah kepadaNya. Mengapa harus aku yang 'dibuang' kesana??!. Pesantren kecil yang penuh dengan aturan yang kuanggap tak berguna. "Buuu....aku ga mau ke pesantren. Titik", tangisku pecah saat ibu sedang beres-beres menyapu halaman. "Rei....Pesantren tempatnya enak lho....", rayunya lagi, sambil mengelus rambutku pelan. Itu, itu dan itu saja yang ibu ucapkan. Enaklah. Banyak temenlah. Mandirilah. Bisa jadi ustadzahlah. Dan yang pa...

Bersemangat !!!!

Gambar
Hari ini agak sedih. Ya lumayan sedih. Interaksi dengan anak-anak hari ini kurang banget. Padahal pulang sekolah sebelum jam 12, lanjut acara lain kayak ondangan dan lain-lain. Huuufff....sampai dirumah bertemu dengan Fahmi Fakhri yang sama-sama loyo juga alias capek abis manasik haji. Ga sampai satu jam, semua pun tidur. Bablaaas deeh sampai jam segini (pukul.19.30). Nah, berinteraksi teteh Alya juga di rumah hanya satu jam.😱😱 huuwwaaa... Ya Allah ..sebentar banget yak. Ketemu sama anak dalam satu hari hanya itungan satu dua jam. Teteh Alya pulang 15.30, eeh...pulang-pulang langsung minta sekolah lagi. 😆😆 "Mi, mau mandi dulu yah, mau pergi TPA", sambil melepas pakaian seragam. Emaknya cuma bisa melongo 😬😬 Dalam hati, ini anak semangat syeeekaleeee yaak belajarnya....hohoho....tapi disamping itu, kasian kan fisik dan fikiran terkuras..duh duh duh... "Wuuahhh...teteh semangat banget mau TPA??". (Pakai Observasi ya...bukan Interogasi). "Iya don...

SURPRISE

Gambar
Aku benar-benar merasa tak percaya. Surprise banget saat suami ngajakin jalan-jalan. Dan ternyata si doi bikin kejutan tuk liburan kesini. Iyups....persis kayak gambar yang terpampang diatas. Wuuaah...ga kebayang senengnya. Cuma B E R D U A. Iyyees....aku ulangi yah kalau ga percaya, B E R D U A. Suami menitipkan anak-anak ke ibu mertua. Dan ibu mertuapun dengan senang hati mengasuh cucu-cucunya. Segala perlengkapan sudah kusiapkan, bajuku dan baju kesukaan suami. Semua komplit. Handuk, perlengkapan mandi pun sudah. Oiyah, kenapa kubawa perlengkapan mandi yah. Kan di hotel pasti sudah menyiapkannya juga. Iyups, kami akan menginap di salah satu hotel disana. Hotel dan Tempat wisata yang entah pantai apa namanya. Haha...barang kali Raja ampat yah. Salah satu tempat liburan yang paling ngetrend juga.#berharap😁😁 ***** Pas di pantai. Doi memegang tanganku. Menyusuri pantai berdua....aahhh...sooo sweet....😆😆. Selfie kayak orang-orang di atas tebing. Aalaaamaakkk...pas berada di a...

Gara-gara tukang Petis

Saat menjemput aa Fahmi di rumah nenek. Ada aja yah yang bikin aa nangis. Untuk ke sekian kalinya. 🤔🤔 Masih ingat kan, saat emak-emak ini salah ngomong juga, di days kemarin. Sok deh...baca di link berikut..... http://www.coretanpenakoe.com/2018/09/mi-dengarkan-aku.html?m=1  Ini aa Fahmi gak karuan emosinya. Dan hari ini, gara-gara tukang petis 😱😱. Hohoho...ampe tukang petis segala dibawa-bawa 😁. Aa fahmi haaaamppppiiiirrrrrr banget nangis gak karuan. Grreng...greeeng...greeng...saat mau starter motor. "eh, ada petis a....beli petis yuk.. mau nanas a??", tanyaku menawarkan. Duh, kan siang-siang seger tuh makan petis. Refleks saja aa Fahmi senang. Lha wong nanas salah satu buah favoritnya. "Beli melon aja yah a, jangan nanas", neneknya langsung memberitahukan aa Fahmi batuk dan ngambek di atas motor. Wuahh..alamat mau nangis nih. Segera kucari cara untuk mengalihkan emosinya yang sempat naik. "nanti kita beli obat batuk yah a...", hiburku....

Aku dan kamu

Gambar
Komunikasi hari ini berlanjut ke doi yang lelah sepulang kerja. Biasa...kalau masuk jam pagi, pulang sore jam ashar, dan doi pun cerita kalau lagi banyak kerjaan di tempat kerja. Ditambah sehabis pulang kerja langsung ku minta antarkan anak-anak ke TPA. 😝😝 (alaamaak....ini mah istri ngerjain suami). Dan aku?? Huuffttt....asik banget lihat kotak kecil ajaib ini (baca : hape), jempol pun bergoyang atas-bawah-bawah-atas.😆😆 Si doi bertanya. Cuma ku jawab, hmm ....ya...ohh.... (duuhh....ga peka banget yah jadi istri) 😑😑 Sadar ga sih nyuekin suami?? Sadar maak....tapi bener-bener nanggung deh....lagi cari ide tulisan untuk membahas KulWhap kemarin. Give Away lhoo...yuuhhuuu kalau kita berhasil posting dan nge-tag mak Oney....plus plus plus lumayan kan kalau dapet buku mak Oney yang 'Rooftop Buddies'. (dasar yah...emak-emak...ga jauh-jauh dari gratisan)😝😝 Deg-degan dan khawatir kelewat posting tulisan tentang Mak Oney. Sssttt.....yang belum tau siapa mak Oney, k...

Kenalan dengan mak Oney yuukk...

Gambar
Bismillaahirrahmaanirraahiim.... Mengikuti kuliah via Whatsapp baik di grup ODOP ataupun di grup lainnya, selalu menimbulkan semangat baru dari sisi yang lain. Seperti jum'at lalu, tanggal 14 September 2018, kami berdiskusi dengan mak Oney. Memang nama beliau belum begitu terlalu familiar ku dengar, ahh..sepertinya aku yang kudet alias jurang update. Hihiy... gak terlalu mengenal penulis-penulis kece seperti ini. Sebelum kuliah berlangsung, ku coba gapai smartphoneku, meng-klik akun Fb milik mak Oney, dengan nama asli Hanny Dewanti. Nama pena Honey Dee. Ku coba Scrool mencari-cari biografi beliau melalui fb-nya. Masyaa Allah, tak disangka di kolom komentar berebut banyak sekali fans yang bertanya macam-macam. Iyyeess...seketika takjub. Memang benar, jawaban yang mengalir seperti itu, jarang sekali kutemui. Ahh...ini mak Oney pakai jurus apa yah, sampai fans-fans benar-benar terpikat. Ternyata eh ternyata kunci dari semua tulisan beliau adalah membaca ...membaca dan membac...

Antara Laporan dan Kepala Mickey Mouse

Gambar
Siang tadi, Kepikiran laporan sekolah yang belum kubuat. Huuuffttt...kalau dikerjakan malam, sering kali rasa kantuk yang ga bisa ditahan. Karena seharian kelelahan. Kulirik sejenak anak-anak yang bermain sendirian. Eh, ga sendirian dong, kan mereka bertiga. Hihiy... Tapi ya tetep judulnya bermain ga bareng uminya. Permainan yang mereka mainkan, hanya permainan sederhana. Lari-larian, pelototan (dibaca : adu mata hehe...), dan gendong-gendongan. 😱😱 ditambah dorong-dorongan. Duh duh duh...daripada emak-emak ini ga fokus kerjain laporan, karena berhubungan dengan 'fisik'. Akhirnya, langsung deh karton dan senjata lainnya dikeluarkan. Hehe...solasi, gunting, pulpen, hayuk action.🤓🤓 "Mau bikin apa mi?", tanya teteh terlihat senang. "Bikin nama yuk untuk pintu kamar", ajakku semangat. "Umi kasih contoh dulu ya", Kugunakan pulpen untuk menggambar kepala Mickey Mouse. Nah, setelah digambar, gak simetris, jadi ga mirip kepala Mickey. Lebih ...

Antara kesulitan dan kemudahan

Gambar
Saat aa Fahmi sedang belajar menulis huruf hijaiyah, terlihat dimatanya apa yang dituliskan tidak sebagus huruf-huruf kemarin. Jika kemarin aku membantunya untuk menulis dengan mengikuti titik-titik yang terbentuk, kini aku memberikan semangat kepada aa Fahmi untuk mencoba menulis tanpa titik-titik. "Umi....liat geh, hurufnya miring-miring dan bengkok...", 😧 Aa Fahmi mulai ga PeDe. "Coba umi liat....", hihiy...memang alifnya miring seperti garis miring. Upzzz .., kalau ada yang salah, ga boleh ketawa yah. Nanti malah bubar KomProdnya. 😁 "Aa Fahmi ga bisa...susah nulisnya...", tambahnya lagi makin nge'down'. "Wuah, ini sudah bisa menulis huruf hijaiyah a....coba liat, sama kan kayak kemarin dengan titik-titik", tambahku lagi menyemangati. "Sekarang di coba lagi, yang huruf alif kayak angka satu a....".🤗 Siipp...tanda-tanda Percaya Diri sedikit mulai terlihat lagi. Dihapusnya alif yang miring ke arah kiri. Alhamdulil...