Antara kesulitan dan kemudahan
Saat aa Fahmi sedang belajar menulis huruf hijaiyah, terlihat dimatanya apa yang dituliskan tidak sebagus huruf-huruf kemarin.
Jika kemarin aku membantunya untuk menulis dengan mengikuti titik-titik yang terbentuk, kini aku memberikan semangat kepada aa Fahmi untuk mencoba menulis tanpa titik-titik.
"Umi....liat geh, hurufnya miring-miring dan bengkok...", 😧 Aa Fahmi mulai ga PeDe.
"Coba umi liat....", hihiy...memang alifnya miring seperti garis miring. Upzzz .., kalau ada yang salah, ga boleh ketawa yah. Nanti malah bubar KomProdnya. 😁
"Aa Fahmi ga bisa...susah nulisnya...", tambahnya lagi makin nge'down'.
"Wuah, ini sudah bisa menulis huruf hijaiyah a....coba liat, sama kan kayak kemarin dengan titik-titik", tambahku lagi menyemangati.
"Sekarang di coba lagi, yang huruf alif kayak angka satu a....".🤗
Siipp...tanda-tanda Percaya Diri sedikit mulai terlihat lagi. Dihapusnya alif yang miring ke arah kiri.
Alhamdulillaaah....dicobanya lagi membetulkan sendiri.😍😍
Daaaaaannnn......
Pembelajaran lagi untuk kita hari ini,
Bahwa jangan ada kata 'tidak bisa' untuk menghadapi segala sesuatu yang kita anggap sulit (dibaca : menarik). Insyaa allah semua akan terasa mudah menjalaninya. Karena itu adalah janji Allah SWT,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6)
(Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com)
#harike10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesionalq


Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini