Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Mendidik anak

Oleh : Sarra Risman 🌻Saya dibesarkan dengan tujuan. Ada target, ada finish line, ada goal. Tidak sekedar menjadi ‘anak shalihah yang berguna bagi keluarga, agama, dan bangsa’, seperti doa-doa umum yang sering kita katakan ketika mendengar berita kelahiran seorang bayi. Dari saya kecil, ibu saya tampaknya sudah mengikuti ‘developmental milestone’ yang menjelaskan bahwa anak usia segini, seharusnya sudah bisa begini. Kami dapat tugas khusus masing-masing, seperti kakak jadi tukang cuci baju, saya ahli cuci kamar mandi, dan adik sapu dan pel. 🌻 Tugas tersebut berotasi sesuai usia, kebutuhan, dan (karena kami hidup nomaden) tempat tinggal. Tentunya rumah di Amerika, yang tertutup karpet dari ujung ke ujung, tidak membutuhkan sapu dan pel. Tugas juga di bagi sesuai dengan kebutuhan, jadi ketika ramadhan tiba, dan pembantu pulang, kakak bertugas menyiapkan sahur, saya dan adik merapihkan setelah sahur. Siangan dikit kakak memasak, adik mencuci, saya tukang setrika. Sampai kesepakata...

💓Pengalaman CMSE di MIIP DKI 3💓

Saat masuk ke kelas MIIP DKI 3. Awalnya deg deg-an...hihiy..khawatir ditanya macem-macem sama peserta yang lain....daaan kebayang kalau ga bisa jawab...🤭 Namun, motivasi dan doa dari mba angrum dan kawan-kawan Banten 1...Alhamdulillah...akhirnya bisa dinikmati dan dijadikan pengalaman....bahwa setiap keingintahuan dari dalam diri berbalik kembali sampai sejauh mana kaki ini melangkah.... Nah...bagi teman-teman yang penasaran saat diskusi berlangsung...👇🏻ini dia diantaranya : 💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫 1. Apakah bunda sudah punya buku tulisan bunda?. (hmmm...saat ditanya ini langsung tambah deg-deg-an-nya...hihiy) 👉🏼👉Buku?? Ada buku diary mba.. Ups.. 🤗Saya juga masih tahap proses belajar untuk sampai tahap menulis buku ini.... Sempat kirim ke media cetak...dan diterbitkan oleh radar banten 💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫 2. Saya baca profil bunda suka membaca, sama seperti saya suka membaca juga, bunda suka baca" buku apa saja tuh kalau boleh tau?  😁 👉🏼👉Dulu..seri...

🌻Pentingnya 'Goals' Dalam Mendidik Anak🌻

Salah satu judul yang masuk di beranda facebook saya. Di poating oleh marwahmarwah, bersumber dari Sarra Risman. Hmm.... Sarra Risman agak aneh terdengar ditelinga saya. Hihiy..kalau Elly Risman, sudah tidak asing ditelinga. Yah..walaupun sekedar mendengar, tidak pernah mengikuti karier beliau. Sarra Risman menyebutkan bahwa beliau termasuk cetakan generasi yang dididik langsung oleh tangan ibu yang paham akan pola pengasuhan dan pendidikan. Tak heran, jika beliau pun mengikuti jejak sang ibunda. Pentingnya goals dalam mendidik anak. Lagi-lagi membuat saya sadar akan pentingnya goals ini. Memang saya pun menyetujui akan kesalahpahaman dunia pendidikan yang saat ini terjadi. Anak-anak yang seolah-olah hanya ditargetkan untuk bekerja dan hanya dipersiapkan untuk bekerja, baik laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan itu, namun, kekeliruan terjadi saat anak-anak kita dipersiapkan kala mereka kelak menjadi seorang istri ataupun seorang ibu.  Sehingga kasus tingka...

Arti sebuah kerjasama

Hari ini, 02 april 2018 tepat di hari senin. Salah satu murid saya, memaksakan diri masuk ke sekolah. Setelah dua minggu beristirahat di rumah. Awalnya saya hanya mendengar informasi bahwa anak tersebut sakit diare. Setelah beberapa hari kemudian, terdengarlah kabar bahwa dia sakit maag. Aneh bagi saya.... Karena anak umur 10tahun harus merasakan sakit maag. Jangankan yang anak-anak, orang dewasapun akan kesulitan cara memasukkan makanan ke dalam lambungnya. Karena sangat perih saat asam lambung meningkat dan makanan masuk ke dalamnya. Di hari ini pun, saya tidak melihat adanya perubahan yang terjadi. Anak tersebut hanya bisa beristighfar dan memegang perutnya yang kesakitan. Aah....rasanya tak mungkin jika penyakit tiba-tiba datang tanpa sebab. Sayapun mulai bertanya, makanan yang sering dikonsumsi...minuman yang sering dibeli  ....sampai kepada pola makan sehari-hari. Salah satu jawabannya membuat saya sedih. Aahh...salah siapa ini?? Hingga anak yang harus menanggu...

Temukan Passionmu

Passion?? Kata yang jarang kita dengar. Padahal sering kita menyebutnya dalam bentuk kata yang lain. Passion atau hobby merupakan sesuatu yang kita senangi. Dan saat memasuki dunia matrikulasi, passion benar-benar menjadi salah satu komponen utama sebagai bunda produktif. Eits...bunda produktif dipelajari 4 tahun mendatang yah kawan...hihi... Tahap awal matrikulasi ini, hanya untuk menentukan tapak langkah kaki yang hendak kami tuju. Yupz...passion harus dipilih. Passion adalah kesenangan kita. Yang dengannya mata kita selalu berbinar-binar. Yang dengannya tak pernah kita lelah melakukannya. Yang engannya dilakukan dengan 4E, enjoy, easy, excelent, and earn. Seseorang bisa menentukan lebih dari satu passion. Terkesan saat saya membaca resume diskusi dengan ibu Septi di sebuah blog, beliau menceritakan tentang seorang ibu yang senang sekali menyetrika. Yupz...hanya sekedar aktifitas menyetrika. Hal sepele yah. Aktifitas harian yang selalu berulang. Karena saking sukanya, ibu ter...