Arti sebuah kerjasama

Hari ini, 02 april 2018 tepat di hari senin. Salah satu murid saya, memaksakan diri masuk ke sekolah. Setelah dua minggu beristirahat di rumah. Awalnya saya hanya mendengar informasi bahwa anak tersebut sakit diare. Setelah beberapa hari kemudian, terdengarlah kabar bahwa dia sakit maag.

Aneh bagi saya....
Karena anak umur 10tahun harus merasakan sakit maag. Jangankan yang anak-anak, orang dewasapun akan kesulitan cara memasukkan makanan ke dalam lambungnya. Karena sangat perih saat asam lambung meningkat dan makanan masuk ke dalamnya.

Di hari ini pun, saya tidak melihat adanya perubahan yang terjadi. Anak tersebut hanya bisa beristighfar dan memegang perutnya yang kesakitan.
Aah....rasanya tak mungkin jika penyakit tiba-tiba datang tanpa sebab. Sayapun mulai bertanya, makanan yang sering dikonsumsi...minuman yang sering dibeli  ....sampai kepada pola makan sehari-hari.

Salah satu jawabannya membuat saya sedih. Aahh...salah siapa ini?? Hingga anak yang harus menanggung sakitnya. Aah ..tanggungjawab bapa atau ibunya kah hingga ia tak terkontrol saat makanan masuk ke dalam perutnya??. Berbagai macam pertanyaan pun bermunculan.

Sepele memang, hanya makan mie instan. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut mengkonsumsinya, lama kelamaan pun perut tak sanggup menampungnya. Anak hanya akan mengejar makanan yang menurutnya enak dan mengenyangkan, belum peduli sehat atau tidaknya.

Disinilah peran keduanya harus menjadi prioritas sebagai pendidik utama. Jika sang ibu sedang bekerja, maka anggota keluarga yang lebih tualah yang harus ikut menjaga. Maka akan senantiasa dibutuhkan kerjasama dalam sebuah team keluarga.

Sosok ibu yang seharusnya menjadi madrasah utama, harus memikul membanting tulang demi keluarga. Ahh...rasanya tak tega jika harus menyalahkan ibunya. Tam perlu ada yang disalahkan, karena tugas saling menjaga adalah tugas kita semua. Itulah arti penting sebuah kerjasama. Terutama di dalam keluarga.

#salingmenjagasatusamalain
#salamibupembelajar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2