DIY dan Matematika
Bismillaahirrahmaanirraahiim
Hari ke 1
Matematika dan DIY.
Emak di tantang selama 10 hari untuk menjinakkan dunia DIY. Eits, tapi nggak sembarang DIY. Nilai yang terkandung harus ada unsur matematika.
Apa coba manfaatnya?
Banyak dong, gaes.
Di sini, dunia matematika tidak hanya melulu angka, ada banyak hal yang tanpa kita sadari bahwa matematika ini selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Nah, diharapkan melalui DIY anak akan senang dengan matematikanya.
Banyaknya kesalahpahaman orang tua dan guru, mengajarkan matematika hanya sekedar melalui angka. Sehingga banyak anak yang kurang menikmati dunia matematika.
Nah, berikut ini merupakan hasil semedi emak-emak PG#4 dalam membuat DIY untuk beberapa hari ke depan bersama keluarga tercinta. Di hari pertama, sengaja emak belum memulainya, karena badan emak juga kurang enak (ciyeee... Curhat). Untuk itu, emak mengumpulkan dulu beberapa ide DIY yang cocok untuk usia teteh Alya dan ci kembar.
1. DIY Jam dinding, terbuat dari kardus. Hal ini berfungsi untuk mengenalkan waktu.
2. DIY hundred board. Terbuat dari kardus. Semacam kotak kecil dengan menyusun angka. Rencana emak, untuk Fahmi fakhri 1-50 dan Alya genap-ganjil.
3. DIY number strips puzzle. Nah, ini semacam puzzle, namun di potong secara teratur. Rencana emak, akan menge-print beberapa gambar dan menempelkan dengan angka yang sesuai dengan usia mereka.
4. DIY Matching shape, terbuat dari kotak kardus. bentuk geometri. Fahmi Fakhri akan membuat rumah.
5. Membuat hiasan dinding. Terbuat dari sedotan. Melalui sedotan, anak-anak akan di ajak mengenal pengukuran.
6. Membuat fly over. Terbuat dari kardus. Rencana emak, membuat yang simpel aja dulu ya. Tidak perlu yang ribet. Karena akan mepakan tenaga dan waktu juga. Ini pun salah satu bentuk pengenalan pengukuran baku.
7. Membuat bunga mawar. Terbuat dari kertas. Emak bisa mengajarkan kep1da anak-anak untuk mengenalkan besar kecil.
8. Membuat boneka makan mie. Terbuat dari kardus. Ketika boneka memakan mie, anak-anak bisa diajak menghitung penjumlahan dengan benang wol sebagai mie-nya.
9. Membuat tempat sampah. Terbuat dari kardus. Mengenalkan kepada anak tentang geometris, beberapa bentuk bangun datar.
10. DIY Matching Cards. Terbuat dari kertas origami. Mengenalkan berbagai bentuk dan ukuran kecil-besar.
Itulah, nominasi 10 terbaik yang emak sudah rangkum menjadi satu. Tentu saja, diaplikasikan sesuai usianya ya. Sewaktu-waktu planning bisa berubah, tergantung kebutuhan dan ide yang berkeliaran. Next, kita akan melanjutkan eksekusi dari salah satu item DIY di atas.
Salam sukses, Matematika.
#Harike1
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic
Hari ke 1
Matematika dan DIY.
Emak di tantang selama 10 hari untuk menjinakkan dunia DIY. Eits, tapi nggak sembarang DIY. Nilai yang terkandung harus ada unsur matematika.
Apa coba manfaatnya?
Banyak dong, gaes.
Di sini, dunia matematika tidak hanya melulu angka, ada banyak hal yang tanpa kita sadari bahwa matematika ini selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Nah, diharapkan melalui DIY anak akan senang dengan matematikanya.
Banyaknya kesalahpahaman orang tua dan guru, mengajarkan matematika hanya sekedar melalui angka. Sehingga banyak anak yang kurang menikmati dunia matematika.
Nah, berikut ini merupakan hasil semedi emak-emak PG#4 dalam membuat DIY untuk beberapa hari ke depan bersama keluarga tercinta. Di hari pertama, sengaja emak belum memulainya, karena badan emak juga kurang enak (ciyeee... Curhat). Untuk itu, emak mengumpulkan dulu beberapa ide DIY yang cocok untuk usia teteh Alya dan ci kembar.
1. DIY Jam dinding, terbuat dari kardus. Hal ini berfungsi untuk mengenalkan waktu.
2. DIY hundred board. Terbuat dari kardus. Semacam kotak kecil dengan menyusun angka. Rencana emak, untuk Fahmi fakhri 1-50 dan Alya genap-ganjil.
3. DIY number strips puzzle. Nah, ini semacam puzzle, namun di potong secara teratur. Rencana emak, akan menge-print beberapa gambar dan menempelkan dengan angka yang sesuai dengan usia mereka.
4. DIY Matching shape, terbuat dari kotak kardus. bentuk geometri. Fahmi Fakhri akan membuat rumah.
5. Membuat hiasan dinding. Terbuat dari sedotan. Melalui sedotan, anak-anak akan di ajak mengenal pengukuran.
6. Membuat fly over. Terbuat dari kardus. Rencana emak, membuat yang simpel aja dulu ya. Tidak perlu yang ribet. Karena akan mepakan tenaga dan waktu juga. Ini pun salah satu bentuk pengenalan pengukuran baku.
7. Membuat bunga mawar. Terbuat dari kertas. Emak bisa mengajarkan kep1da anak-anak untuk mengenalkan besar kecil.
8. Membuat boneka makan mie. Terbuat dari kardus. Ketika boneka memakan mie, anak-anak bisa diajak menghitung penjumlahan dengan benang wol sebagai mie-nya.
9. Membuat tempat sampah. Terbuat dari kardus. Mengenalkan kepada anak tentang geometris, beberapa bentuk bangun datar.
10. DIY Matching Cards. Terbuat dari kertas origami. Mengenalkan berbagai bentuk dan ukuran kecil-besar.
Itulah, nominasi 10 terbaik yang emak sudah rangkum menjadi satu. Tentu saja, diaplikasikan sesuai usianya ya. Sewaktu-waktu planning bisa berubah, tergantung kebutuhan dan ide yang berkeliaran. Next, kita akan melanjutkan eksekusi dari salah satu item DIY di atas.
Salam sukses, Matematika.
#Harike1
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic










Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini