DIY Fifty Board
Bismillaahirrahmaanirraahiim
Hari ke 4
Banyak pelajaran baru bagi saya dan anak-anak. Ketika menantang diri membuat DIY yang ada kaitannya dengan matematika. Sebenernya, tipe saya bukan orang yang kegirangan membuat barang bekas menjadi sesuatu yang baru, apalagi semacam permainan bagi buah hati tercinta.
Namun, setelah perlahan saya merangkak untuk mengenali mereka, buah hati tercinta. Saya menemukan sesuatu yang berbeda. Unik. Ya, sesuatu yang dimiliki masing-masing individu, begitupun dengan anak-anak. Saya merasa kalau mereka --anak-anak-- memiliki keingintahuan yang tinggi, yang harus kita gali sebagai orangtua.
Begitu juga hari ini. Setiap kali saya mengeliarkan kardus, gunting, lem dan spidol. Secara cepat, mereka akan merapat. Menanyakan beberapa hal, yang pasti membuat keingintahuannya terpancing lagi.
Kali ini, saya akan membuat DIY Hundred Board. Namun karena papan angka tidak sampai 100, maka saya mengganti namanya menjadi DIY Fifty Board. Anak-anak tampak antusias membantu saya membuat papan ini. Caranya tidak terlalu sulit, cukup mengukur bagian sisi Board dengan ukuran yang sama. Kemudian, menggunting 50 kartu angka yang terbuat dari kardus juga.
Asyiknya bermain Fifty Hundred Board ini, kala kami adu cepat menemukan urutan angka-nya. Fahmi dan Fakhri sampai tertawa lepas saking senangnya.
Alhamdulillah, hal ini juga mampu melatih anak-anak dalam mengurutkan angka. Kadang saya temukan, beberapa kali Fahmi dan Fakhri terbalik mengambil angka yang di tuju, misalkan harusnya 13, malah mengambil 31. Angka yang tertukar, tapi saya pribadi yakin sesuai dengan kematangan usia dan juga ketekunan dalam mempelajari berbagai hal, insyaa allah mereka pun belajar bukan dengan paksaan, tapi dengan cinta.
Nah, tunggu kami di hari berikutnya ya... 😘
Salam sukses, Matematika.
#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic
Hari ke 4
Banyak pelajaran baru bagi saya dan anak-anak. Ketika menantang diri membuat DIY yang ada kaitannya dengan matematika. Sebenernya, tipe saya bukan orang yang kegirangan membuat barang bekas menjadi sesuatu yang baru, apalagi semacam permainan bagi buah hati tercinta.
Namun, setelah perlahan saya merangkak untuk mengenali mereka, buah hati tercinta. Saya menemukan sesuatu yang berbeda. Unik. Ya, sesuatu yang dimiliki masing-masing individu, begitupun dengan anak-anak. Saya merasa kalau mereka --anak-anak-- memiliki keingintahuan yang tinggi, yang harus kita gali sebagai orangtua.
Begitu juga hari ini. Setiap kali saya mengeliarkan kardus, gunting, lem dan spidol. Secara cepat, mereka akan merapat. Menanyakan beberapa hal, yang pasti membuat keingintahuannya terpancing lagi.
Kali ini, saya akan membuat DIY Hundred Board. Namun karena papan angka tidak sampai 100, maka saya mengganti namanya menjadi DIY Fifty Board. Anak-anak tampak antusias membantu saya membuat papan ini. Caranya tidak terlalu sulit, cukup mengukur bagian sisi Board dengan ukuran yang sama. Kemudian, menggunting 50 kartu angka yang terbuat dari kardus juga.
Asyiknya bermain Fifty Hundred Board ini, kala kami adu cepat menemukan urutan angka-nya. Fahmi dan Fakhri sampai tertawa lepas saking senangnya.
Alhamdulillah, hal ini juga mampu melatih anak-anak dalam mengurutkan angka. Kadang saya temukan, beberapa kali Fahmi dan Fakhri terbalik mengambil angka yang di tuju, misalkan harusnya 13, malah mengambil 31. Angka yang tertukar, tapi saya pribadi yakin sesuai dengan kematangan usia dan juga ketekunan dalam mempelajari berbagai hal, insyaa allah mereka pun belajar bukan dengan paksaan, tapi dengan cinta.
Nah, tunggu kami di hari berikutnya ya... 😘
Salam sukses, Matematika.
#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini