Tebak Waktu
Bismillaahirrahmaanirraahiim
Hari ke 3
Masih berkutat di sekitar kardus. Salah bahan pokok yang kudu ada, kalau anak-anak mau bikin 'sesuatu'. Memang saya sadari, terutama si kembar, selalu ingin tahu kala tangan tak pernah berhenti berekspresi. Hasilnya, akan ada saja kegiatan yang mereka buat sendiri. Seperti menggunting, menulis, menghitung, dan melipat kertas. Seringkali dilakoni kala rasa jenuh melanda.
Kelebihan lain yang dimiliki ci kembar yaitu keuletannya dalam mengerjakan 'sesuatu'. Misalnya seperti hari ini, saat saya menyodorkan kardus sebagai bahan utama. Peralatan lainnya seperti gunting, lem dan solasi.
Saat ditawarkan bantuan menggunting kardus yang sudah dilingkari dengan piring, Fakhri pun menolak. Katanya ingin mencoba sendiri. Angka yang dibuat dengan menggunakan kertas origami, menjadi bentuk perhatian saya pribadi. Menempel angka terbalik, salah satu hal yang saya harus selidiki. Lho, kenapa bisa terbalik ya?
Membentuk, menge-lem, dan menempel dikerjakan mendominasi berdua. Dan jadilah jam dinding ala Fahmo dan Fakhri. Hihi...
Keseruan lainnya, saat saya meminta keduanya menunjukkan waktu dengan jam buatan. Awalnya masih kebingungan menentukan jam satu, jam lima, jam tujuh, tapi setelah dijelaskan dengan jam buatan, alhamdulillah Fahmi dan Fakhri sudah mengenal waktu dengan tepat. Ya, belum sampai ke hitungan menit ya, karena itu sih porsi teteh Alya.
Melihat mereka pun senang mengenal waktu, ada perasaan bangga juga yang menyelinap diam-diam. Memang mengajarkan anak untuk 'suka' itu sulit, tapi akan mudah jika kita terlebih dulu mencoba menyalurkan rasa 'suka' di mulai dari orangtua.
Next,
Insyaa allah, berikutnya Fahmi ingin membuat mobil dengan roda dari tutup botol. Nah, kira-kira materi pembelajaran dalam matematikanya apa ya?
Hihi, tunggu hari selanjutnya ya... 😘😘
Salam sukses, Matematika.
#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic
Hari ke 3
Masih berkutat di sekitar kardus. Salah bahan pokok yang kudu ada, kalau anak-anak mau bikin 'sesuatu'. Memang saya sadari, terutama si kembar, selalu ingin tahu kala tangan tak pernah berhenti berekspresi. Hasilnya, akan ada saja kegiatan yang mereka buat sendiri. Seperti menggunting, menulis, menghitung, dan melipat kertas. Seringkali dilakoni kala rasa jenuh melanda.
Kelebihan lain yang dimiliki ci kembar yaitu keuletannya dalam mengerjakan 'sesuatu'. Misalnya seperti hari ini, saat saya menyodorkan kardus sebagai bahan utama. Peralatan lainnya seperti gunting, lem dan solasi.
Saat ditawarkan bantuan menggunting kardus yang sudah dilingkari dengan piring, Fakhri pun menolak. Katanya ingin mencoba sendiri. Angka yang dibuat dengan menggunakan kertas origami, menjadi bentuk perhatian saya pribadi. Menempel angka terbalik, salah satu hal yang saya harus selidiki. Lho, kenapa bisa terbalik ya?
Membentuk, menge-lem, dan menempel dikerjakan mendominasi berdua. Dan jadilah jam dinding ala Fahmo dan Fakhri. Hihi...
Keseruan lainnya, saat saya meminta keduanya menunjukkan waktu dengan jam buatan. Awalnya masih kebingungan menentukan jam satu, jam lima, jam tujuh, tapi setelah dijelaskan dengan jam buatan, alhamdulillah Fahmi dan Fakhri sudah mengenal waktu dengan tepat. Ya, belum sampai ke hitungan menit ya, karena itu sih porsi teteh Alya.
Melihat mereka pun senang mengenal waktu, ada perasaan bangga juga yang menyelinap diam-diam. Memang mengajarkan anak untuk 'suka' itu sulit, tapi akan mudah jika kita terlebih dulu mencoba menyalurkan rasa 'suka' di mulai dari orangtua.
Next,
Insyaa allah, berikutnya Fahmi ingin membuat mobil dengan roda dari tutup botol. Nah, kira-kira materi pembelajaran dalam matematikanya apa ya?
Hihi, tunggu hari selanjutnya ya... 😘😘
Salam sukses, Matematika.
#Harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini