Pergi ke Masjid

--Hari ke 13--

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hari ini berlanjut membaca buku cerita anak 'Aku Selalu Bangun Pagi', Fahmi dan Fakhri bergantian membaca kata per kata. Duh yah, masyaa allah, bener banget ya kalau kita bersungguh-sungguh, maka akan ada kemudahan.

Cerita tentang amar, berlanjut saat Amar merasa senang pergi ke Masjid. Wuah, tentu saja jadi bahan pembelajaran emak, untuk bocil lebih rajin lagi ke Masjid. Karena memang dianjurkan lelaki sholat berjamaah di Masjid.

Sedangkan teteh Alya, membaca buku pelajaran, karena ada soal yang harus diselesaikan. Daaan, anak-anak semakin bersahabat dengan buku masing-masing mereka. Semoga berlanjut hingga akhir hayat ya, Nak.🤗🤗

Dan senin motivasi kemarin, emak serasa di gembleng. 🙈 ealaah, di gembleng itu, macem di tampar, Mak. Jadi kerasa banget sakitnya. Jadi gini mak, coba simak deh, tulisan di bawah ini.

***************************************

*Senin Semangat, 21 Januari 2019*
📌Oleh : Yulianti Kalsum Rahman

💖 *Bermain Itu Penting* 💖

🏵Dunia anak adalah dunia bermain,  sehingga dianjurkan agar orang tua sering-sering bermain dengan anak. Bermain walaupun sederhana tetapi dapat menjadi momen yang akan terus *terekam* sepanjang kehidupan anak.

🏵Seorang ibu memiliki *potensi dan kesempatan* yang lebih besar untuk dapat bermain dan lebih dekat dengan anak-anak, meski ayah juga memiliki kesempatan yang sama tapi tidak sebesar ibu, gunakanlah ibu.

🏵Ketika bermain, tinggalkan semua kegiatan, *hadirlah seutuhnya* untuk anak, buatlah hubungan yang nyata, nikmati waktu bersama dan dengarkan cerita anak.

🏵Ketika bermain, ibu dan anak sebenarnya sedang menyelesaikan tantangan secara individu yaitu mengungkapkan *rasa cinta* yang sejatinya adalah hubungan mesra antara dua "aku" yang berbeda.

🏵Ketika bermain masing-masing "aku" dapat berekspresi dengan bebas. Anak dapat memperlihatkan *keunikan* karakternya sementara bagi ibu dapat berekspresi sebagai *pembimbing* yang mengarahkan, sekaligus *sahabat* yang asyik.

🏵Ketika bermain, terjadi proses belajar efektif yang dapat membentuk *kebiasaan* yang kelak menjadi ukuran kualitas hidup  untuk meraih kebahagiaan yaitu kejujuran, keberanian, giat dan rajin, saling bekerja sama, tidak egois dan rasa cinta sesama serta hati nurani yang hidup.

🏵Ketika bermain *hadirkan Allah* dengan doa dan senantiasa mengingat betapa besarnya limpahan rahmat, karunia Nya seperti waktu yang disempatkan juga perasaan yang dirasa. Perkenalkan cinta yang paling hakiki yaitu *cinta kepada Allah,* alasan mengapa kita melakukan semua kebiasaan yang semata-mata sebagai bentuk ketaatan makhluk kepada penciptanya.

🏵Bermian merupakan *ilmu, seni dan pendidikan,* baik untuk orang dewasa seperti ibu, terlebih lagi untuk anak-anak.
 
🏵Akhir dari bermain, kita dapat merasakan *kebahagiaan* karena sebuah niat yang telah terwujud, kemudian *bersyukur.*

📌Bermain Itu Penting 😊

*Sumber bacaan:*
-Lentera Hati : Kisah dan Hikmah Kehidupan, M Quraish Shihab
-Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia, DR 'Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, M.A

***************************************
Point ketiga, Mak. Hadirlah seutuhnya. Masyaa Allah, emak yang sering bermain sambil nyupir, nyetrika, nyuci piring, dan lain-lain jadi introspeksi diri. 😢 semoga emak bisa berubah.

Catatan pohon literasi :
Fahmi 1 Apel
Fakhri 1 Jeruk
Teteh Alya 1 Durian
Emak 0 Mangga

#Day13
#Gameslevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThistoChangeMustChangeFirst

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2