Kenapa Harus Membaca?

--Hari ke 10--

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kenapa sih harus membaca?

Nah, ini sering kali terdengar di telinga kita. Banyak sekali orang yang menyepelekan membaca. Nah, untuk itulah tingkat membaca di Indonesia masih sangat rendah, Mak. Karena tadi ya, membaca hanya dianggap sepele oleh kebanyakan emak-emak.

Kalau emak-emak udah menyepelekan, ya anak-anaknya pun ikutan deh. Di tambah, sang suami yang doyan banget main video game, nah lho, tambah deh, anaknya jadi ikutan hobby bapaknya juga. Upz, tenang ... bukan kita maaakkk, yang saya maksud, emak-emak di daerah sonoh.😜😜

Mak, tau gak sih?

Membaca dapat membuat otak kita tetap aktif dan bereaksi untuk melakukan fungsinya secara baik dan benar. Membaca juga salah satu cara termudah untuk menstimulasi otak, bahkan dapat mencegah risiko pikun atau Alzheimer.

Masyaa Allah, keren ya, Mak.

Nah, untuk itu kita -para ibu profesional- (serasa beneran profesional, 😂 aamiiin...) berbondong-bondong menjadikan diri kita teladan juga. Salah satunya menstimulasi membaca kepada anak.

Ya tetap dimulai dari diri sendiri, kemudian mengajak anak-anak. Menggunakan beberpaa strategi agar anak mau tanpa dipaksa.

Seperti halnya Fakhri, memiliki teman bernama Ja'far. Pas banget kan, ada kisah sahabat rasulullah -sekaligus sepupu beliau-, emak langsung cerita tentang sosok sahabat yang satu ini. Pengorbanan dan pembelaan terhadap islam emak utamakan dalam pembahasan. Dan berkomunikasi dengan bocil, bahwa itulah yang membuat Rasulullah s.a.w cinta kepada para sahabatnya. Eits dah maak, buuukaaan, jangan berfikir emak berada di garis keras ya mak, pliiiiiissssss. 😭😭😭



Walaupun toh, anak-anak belum memahami apa arti pengorbanan tapi emak yakin, saat mereka besar nanti, mereka nggak akan asing lagi mendengarkan kata-kata itu. Bukan menajdi hal tabu, karena memang esensi kita di dunia adalah memperjuangkan Islam yang hakiki. Ya kan, Mak?

Sok atuh, yang kurang sepakat, 🙈 beneran emak nggak maksa kok.



Untuk teteh Alya sih masih belum tertarik cerita begini. Sempat terdengar saat emak di kamar sebelah, teteh membaca dan bercerita kepada adiknya tentang saluran pencernaan yang kemarin sempat dibacakan. Ssstt ... Teteh niru gaya emak bercerita. Uhuk uhuk, emak kudu memperdalam ilmu bercerita nih. Biar nggak monoton gaya itu mulu. Upz.

Next,
Buku apa lagi ya yang akan di baca sendiri oleh teteh Alya.

Nantikan kisah selanjutnya ya ... 😚😚

Catatan pohon literasi :
Fahmi 2 Apel
Fakhri 2 Jeruk
Teteh Alya 1 Durian
Emak 1 Mangga

#Day9
#Gameslevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThistoChangeMustChangeFirst

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2