Sarah dan Hajar
Baru kali ini, saya membaca buku kisah nabi yang lengkap banget. Awalnya merasa ga tertarik untuk membacanya. Lama kelamaan dengan penih penghayatan, ternyata buku ini seakan memberitahukan bahwa banyak ilmu yang tidak saya ketahui. Dangkal sekali rasanya ilmu yang saya miliki saat ini. Semoga Allah selalu membuka jalan bagi kita, agar kita senantiasa senang dan tidak pernah bosan menuntut ilmu.
Kisah yang saya baca kali ini adalah kisah nabi Ibrahim. Masyaa allah...luarbiasa karunia yang Allah berikan kepada beliau. Beliau dikenal dengan para nabi. Ibrahim menikah dengan Sarah. Sarah adalah wanita yang paling cantik setelah Hawa. Luarbiasa bukan. Saat Sarah bertemu dengan seorang Raja yang lalim, Raja tersebut langsung jatuh hati saat bertemu dengan Sarah. Sudah kebayang cantiknya Sarah, sampai sang Raja pun sampai tak kuasa ingin memegang tangan Sarah. Tapi, doa nabi Ibrahim a.s menjadi pelindung bagi istrinya. Tak henti-hentinya beliau berdo'a keselematan Sarah dari perbuatan Raja. Sarah pun memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT. Alhamdulillah Sarah selamat dari tangan jahat Raja yang ingin berbuat tidak baik kepadanya. Raja pun mendapatkan petaka, saat hendak memegang tangan Sarah. Namun Raja meminta Sarah berdo'a agar dilepaskannya dari petaka tersebut.
Do'a Sarah di ijabah oleh Allah SWT. Dan Raja menghadiahkannya seorang pelayan untuk dibawakannya pulang. Sarah sangatbersyukur kepada Allah atas segala penjagaan terhadap dirinya. Sarah pun membawa pulang Hajar. Disini saya baru mengetahui, ternyata Hajar adalah seorang budak yang dimiliki Raja, yang berpindahtangan kepada Sarah. Allahu akbar ..... Hal ini yan membuat kekaguman saya kepada ibunda Hajar bertambah. Sejauh cerita yang saya dengar, ibunda Hajar memiliki keimanan luarbiasa. Buktinya terletak pada Isma'il, anak yang taat kepada Ayan dan Ibunya, walaupun Isma'il bukan hasil didikan langsung dari Ibrahim. Ibunda Hajar mampu menjadi ibu sekaligus ayah bagi Isma'il mungil yang tumbuh dewasa sebagai penerus kenabian.
Bagaimana Hajar bisa menikah dengan nabi Ibrahim??
Budak yang dihadiahkan Raja kepada Sarah, dibawa pulanglah ke rumah menemui Ibrahim. Setelah beberapa tahun menikah, Sarah tidak dikaruniai seorang anakpun. Timbullah rasa putus asa dalam dirinya, dan menghadiahkan Hajar kepada Ibrahim untuk digauli. Setelah itu, Hajar benar-benar hamil. Allah mengabarkan berita gembira imi kepada Hajar, untuk tidak takut menghadapi kehamilannya, karena Allah akan menganugerakahkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi pemimpin besar hingga keturunannya.
Disinilah keimanan Hajar untuk senantiasa ta'at kepada Allah semakin bertambah. Keikhlasan menjalani suka dan duka kehidupan pun kian terasa mudah. Bagaimana tidak?? Kabar gembira tersebut adalah amanah yang tidak mudah dijaga olehnya. Hingga suatu hari atas kehamilan tersebut, Sarah merasa sangat cemburu terhadapnya. Sarah yang awalnya memang mengikhlaskan Hajar untuk mengandung anaknya, kini meminta kepada nabi Ibrahim, untuk membawanya pergi jauh dari hadapan Sarah. Agar api cemburu yang ada dalam hati Sarah bisa padam.
Nabi Ibrahim pun membawa pergi Hajar ke tempat yang sangat jauh. Sebiah lembah yang kita kenal sekarang ini dengan nama Mekkah. Hajar yang penuh keikhlasan rela dirinya ditemoatkan dimana saja. Walaupun nabi Ibrahim tidak ikut mendampingi dirinya. Nabi Ibrahim justru berbalik dan akan meninggalkan Hajar dan Ismail sendiri. Masyaa Allah...entah terbuat dari apa hatimu wahai ibunda, padahal engkau hanyalah budak biasa, itupun ungkapan hadiah Raja. Sesaat setelahnya, Hajar melepaskan kepergian nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah. Keimanan keduanya terlampau jauh, tak bisa diterima akal. Namun ini adalah sebuah bukti yang Allah tunjukkan, kaum wanita yang mampu mengemban amanah dengan penuh keikhlasan, akam senantiasa mendapat penjagaan Allah baik di dunia dan akhirat. Wallahu'alam bisshawab....
Kisah yang saya baca kali ini adalah kisah nabi Ibrahim. Masyaa allah...luarbiasa karunia yang Allah berikan kepada beliau. Beliau dikenal dengan para nabi. Ibrahim menikah dengan Sarah. Sarah adalah wanita yang paling cantik setelah Hawa. Luarbiasa bukan. Saat Sarah bertemu dengan seorang Raja yang lalim, Raja tersebut langsung jatuh hati saat bertemu dengan Sarah. Sudah kebayang cantiknya Sarah, sampai sang Raja pun sampai tak kuasa ingin memegang tangan Sarah. Tapi, doa nabi Ibrahim a.s menjadi pelindung bagi istrinya. Tak henti-hentinya beliau berdo'a keselematan Sarah dari perbuatan Raja. Sarah pun memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT. Alhamdulillah Sarah selamat dari tangan jahat Raja yang ingin berbuat tidak baik kepadanya. Raja pun mendapatkan petaka, saat hendak memegang tangan Sarah. Namun Raja meminta Sarah berdo'a agar dilepaskannya dari petaka tersebut.
Do'a Sarah di ijabah oleh Allah SWT. Dan Raja menghadiahkannya seorang pelayan untuk dibawakannya pulang. Sarah sangatbersyukur kepada Allah atas segala penjagaan terhadap dirinya. Sarah pun membawa pulang Hajar. Disini saya baru mengetahui, ternyata Hajar adalah seorang budak yang dimiliki Raja, yang berpindahtangan kepada Sarah. Allahu akbar ..... Hal ini yan membuat kekaguman saya kepada ibunda Hajar bertambah. Sejauh cerita yang saya dengar, ibunda Hajar memiliki keimanan luarbiasa. Buktinya terletak pada Isma'il, anak yang taat kepada Ayan dan Ibunya, walaupun Isma'il bukan hasil didikan langsung dari Ibrahim. Ibunda Hajar mampu menjadi ibu sekaligus ayah bagi Isma'il mungil yang tumbuh dewasa sebagai penerus kenabian.
Bagaimana Hajar bisa menikah dengan nabi Ibrahim??
Budak yang dihadiahkan Raja kepada Sarah, dibawa pulanglah ke rumah menemui Ibrahim. Setelah beberapa tahun menikah, Sarah tidak dikaruniai seorang anakpun. Timbullah rasa putus asa dalam dirinya, dan menghadiahkan Hajar kepada Ibrahim untuk digauli. Setelah itu, Hajar benar-benar hamil. Allah mengabarkan berita gembira imi kepada Hajar, untuk tidak takut menghadapi kehamilannya, karena Allah akan menganugerakahkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi pemimpin besar hingga keturunannya.
Disinilah keimanan Hajar untuk senantiasa ta'at kepada Allah semakin bertambah. Keikhlasan menjalani suka dan duka kehidupan pun kian terasa mudah. Bagaimana tidak?? Kabar gembira tersebut adalah amanah yang tidak mudah dijaga olehnya. Hingga suatu hari atas kehamilan tersebut, Sarah merasa sangat cemburu terhadapnya. Sarah yang awalnya memang mengikhlaskan Hajar untuk mengandung anaknya, kini meminta kepada nabi Ibrahim, untuk membawanya pergi jauh dari hadapan Sarah. Agar api cemburu yang ada dalam hati Sarah bisa padam.
Nabi Ibrahim pun membawa pergi Hajar ke tempat yang sangat jauh. Sebiah lembah yang kita kenal sekarang ini dengan nama Mekkah. Hajar yang penuh keikhlasan rela dirinya ditemoatkan dimana saja. Walaupun nabi Ibrahim tidak ikut mendampingi dirinya. Nabi Ibrahim justru berbalik dan akan meninggalkan Hajar dan Ismail sendiri. Masyaa Allah...entah terbuat dari apa hatimu wahai ibunda, padahal engkau hanyalah budak biasa, itupun ungkapan hadiah Raja. Sesaat setelahnya, Hajar melepaskan kepergian nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah. Keimanan keduanya terlampau jauh, tak bisa diterima akal. Namun ini adalah sebuah bukti yang Allah tunjukkan, kaum wanita yang mampu mengemban amanah dengan penuh keikhlasan, akam senantiasa mendapat penjagaan Allah baik di dunia dan akhirat. Wallahu'alam bisshawab....
Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini