Lihat Mereka!



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Bermain menjadi salah satu kegiatan paling mengasyikkan bagi anak-anak, termasuk Fahmi dan Fakhri. Tetapi tidak semua kondisi selepas bermain, akan membuat emak tidak mengeluarkan gigi taring. Hehe ....

Sebelum bermain, ada sesuatu yang ingin emak tanamkan. Apabila kondisi bermain membuat berantakan, maka selesai bermain harus menempatkan barang-barang ke tempat semula. Barang akan terlihat semerawut di dapan mata, bahkan mampu membuat emosional juga.

Alhamdulillah, belum juga emak selesai bertanya, siapa yang membereskan barang-barang? Mereka akan langsung menjawab. Hal ini memang rutin terjadi, sudah tidak ada lagi rasa beban ketika mereka membereskan barang mainannya. Terkadang emak takjub, ketika semua sudah bersih seperti sedia kala.

Masyaa allah, anak-anak luarbiasa yaa ....

Point yang tidak kalah penting yaitu, anak-anak akan dengan cepat menirukan sesuatu, misal jika si emak turut serta membantunya juga. Anak akan serta merta mengikuti tanpa ada lagi aba-aba. Mungkin bisa dikaitkan dengan perkembangan bagian sisi intra personal. Dalam diri sudah memilini konsep, bahwa mereka harus bertanggungjawab atas apa yang dilakukan.

Fahmi dan Fakhri terlihat bersemangat dalam membereskan barang-barang. Pernah mendengar salah satu guru di sekolah, Fahmi bercerita kalau ia sulit sekali untuk di suruh. Anehnya, di rumah Fahmi termasuk anak yang sangat mudah untuk dimintakantolong. Di sini saya baru menyadari, bahwa mungkin kenyamanan untuk membantu uminya berbeda dengan gurunya.

Untuk itu, bagian ranah inter personal emak usahakan untuk turut serta dalam pendidikan di rumah. Dimanapun lingkungannya, kita harus bekerja sama satu sama lain dalam melakukan suatu pekerjaan. Awalnya, hal ini mungkin tidak mudah bagi sebagian anak-anak, termasuk Fahmi.

Di rumah, mereka cenderung cemburu, ketika melihat teteh Alya berdiam diri tidak membantu. Nah, di sinilah emak berulang kali tanamkan, ada hal yang tidak semua orang ikut serta menanggung apa yang kita perbuat. Jika ingin dibantu, kita contohkan dengan kata tolong kepada teteh Alya.

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit mereka mulai mengerti. Ahh, memang benar. Anak-anak kita memang bintang di hati kita sendiri. Jangan pernah membedakannya satu sama lain. Arahkan, Biasakan, dan Syukuri diri untuk terus menjadi orangtua yang selalu menjadikan mereka bintang di hati kita.

#tantangan10hari
#Level7
#KuliahBusnayIIP
#BintangKeluarga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2