Selamat Tinggal, Ayah!


#Selamattinggal,ayah!
#Day10
#ODOPNovemberChallenge.

"Ayaaah..." Panggilku pelan.
.
"Kenapa ayah pergi...." Aku menangis di pojokan. Duduk tak berdaya. Lemas tak bertenaga.
.
Seluruh kerabat membujukku untuk menemui ayah. Tapi sungguh, aku tak sanggup membopong tubuhku sendiri.
.
"Ayo nduk, ayahmu sudah datang, jangan seperti ini. Nanti kamu menyesal, Nduk."
.
Aku menggelengkan kepala.
Apakah kalian tak percaya bahwa aku tak sanggup melihat ayah? Batinku semakin menjerit. Lebih baik aku tak melihatnya, Jika dengan itu, kurasakan jauh menenangkan hatiku.
.
Tiba-tiba ramai sekali rumah kami. Mereka yang tak diundang. Memaksa masuk ingin melihatku
di pojok ruang kamar. Mengelus kepalaku dengan kasihan. Beberapa dari mereka, menangis sepertiku. Sesenggukan.
.
"Shei... Ayo kita temui ayah dulu." Ibuku memeluk erat.
.
"Kenapa ayah pergi bu?"
.
"Sheila gak boleh begitu... Ayah pasti sedih melihat Sheila seperti ini." Ibuku membujuk.
.
Ku ikuti langkah kaki ibu menuju ruang depan rumah. Semua sudah siap mengantarkan Ayah ke rumah barunya. Di balik baju ibu, aku memandangi wajah ayah. Entahlah, airmata itu kian deras berurai sampai mengeluarkan lendir hidung yang tak kupedulikan.
.
Ayah berjanji akan mendaftarkanku ke SMP yang aku mau. Kenapa Ayah melupakan janji itu. Tapi Ayah tak berkata apa-apa. Hanya diam terbujur kaku.
.
Ayah digotong oleh beberapa orang kerabat keluarga. Pakaian ayah yang sudah bersih dan harum menyebar di seluruh ruangan, membuat hatiku semakin pilu.
.
Semua mengantarkan ayah sampai di tempat tujuan. Pelan-pelan menutup rumah ayah yang baru dengan papan. Aku tak berani mendekat. Ku hanya melihat ayah dari kejauhan. Hanya mampu mengucapkan selamat tinggal.
.
Ku berharap, kelak ku bisa menjadi anak yang sholihah, yang doanya kan menjadi amal ayah yang tak akan terputus, sampai kapan pun juga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2