Strategi Parit (Perang Khandaq)
**Sebuah sejarah yang tak akan terlupakan sampai akhir zaman
**Kisah nyata yang akan abadi mencetak peradaban
**Tetes darah yang tak hanya berlabel nama perjuangan
**Merekalah pahlawan abadi sepanjang zaman
******
Sebuah peperangan populer yang begitu kita kenal saat berada di bangku sekolah. Sebuah peperangan populer yang meneteskan keringat darah dan airmata penuh keikhlasan. Disanalah mereka berjuang mempertaruhkan nyawa, demi tegaknya Islam yang mulia.
Tidak banyak waktu yang dimiliki kaum Muslimin ketika itu. Hanya satu minggu. Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan peperangan. Luka pasca perang Uhud yang belum sembuh, seakan ingin menambah luka baru bagi kaum muslimin.
Kaum kafir Quraisy yang merasa bangga akan kemenangan yang dicapai ketika perang Uhud, menjadikan semangat baru yang membara untuk menghancurkan kota Madinah. Tak hanya itu, mereka pun Mengajak bala tentara lainnya dari negeri tetangga yang juga memiliki kebencian terhadap Islam untuk bersatu padu menyerang Madinah sekaligus menyerang Islam.
Kaum kafir Quraisy merasa yakin akan mendapatkan kemenangan lagi untuk kedua kalinya, memiliki kepercayan diri yang tinggi dalam menghadapi musuh yakni kaum Muslimin.
Jumlah berlipat-lipat dari sebelumnya, membuat kaum kafir menjadi bertambah sombong dan membuat kaum muslimin semakin tidak percaya diri akan mampu meraih kemenangan.
Kaum kafir Quraisy mengganggap mereka telah memenangkan pertempuran sesungguhnya dan meremehkan kaum muslimin sebagai musuh yang kalah total. Tapi tidak bagi kaum muslimin, peperangan Uhud tersebut bukan kekalahan, namun musibah yang harus ditanggung akibat kelalaian.
Musibah yang dialami tersebut membuat luka dalam, tidak hanya dalam bentuk fisik tapi juga secara psikis. Banyak anak yang menjadi yatim, banyak istri yang menjadi janda, dan banyak orangtua yang kehilangan buah hati. Sayatan luka yang dialami oleh orang-orang beriman belum sembuh total dan hal ini membuat jumlah pasukan kaum muslimin semakin berkurang.
Perang ahzab disebut juga perang mental. Hal ini dikarenakan kaum muslimin Menghadapi musuh dalam jumlah banyak dengan persiapan satu minggu. Belum lagi hasut yang dilakukan kaum munafik yang berada di antara kaum muslimin membuat semangat perjuangan itu sedikit dzmi sedikit mulai padam.
Nabi meminta pendapat untuk membuat strategi dalam menghadapi musuh. Namun tak ada yang memberikan pendapat. Hanya Salman Alfarisi yang memberikan ide untuk membuat parit di sekitar madinah.
Waktu satu minggu sangatlah kurang bagi kaum muslimin. Belum lagi kondisi pasca perang uhud dan berpuasa membuat badan semakin kurang bertenaga. Untuk itu, hanya beberapa titik utama yang akan dijadikan parit ketika itu.
Ada satu hal yang menarik disini, ketika rasa lelah sudah mencapai puncak. Nabi menyuruh Bilal Bin Rabah mengistirahatkan kaum muslimin dengan shalat.
Apa maksud Nabi, semua tak ada yang tahu.
Dan ternyata maksud ucapan Nabi adalah hanya dalam shalat, mereka bisa beristirahat, tak lagi bisa santai menikmati hangatnya roti ataupun makan kurma bersama sambil bercengkrama. Rutinitas sehari-hari hanya bekerja keras membuat parit dari pagi hingga malam demi mempertahankan Madinah. Tubuh yang kelelahan sudah tak lagi dipedulikan. Begitu pahitnya perjuangan yang harus dilakukan, demi tegaknya Islam.
Dan anehnya, rasa lelah itu menjadi pemicu semangat bagi kaum muslimin. Istirahat yang kurang seakan tak membuat kaum muslimin menyerah begitu saja.
Apakah kaum kafir memenangkan pertempuran ini?
Bagaimana kaum muslimin menghadapi mereka dengan parit yang dibuat dalam kurun waktu satu minggu?
Nah, disinilah banyak hal luarbiasa, yang tak bisa kita ukur dengan logika.
Mau tahu bagaimana kelanjutannya?
#Day15
#ODOPNovemberChallenge

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini