Kapasitas Diri


#KapasitasDiri
#Day17
#ODOPNovemberChallenge

Hari gini saya baru pasang Messenger. Hehe... Maklumlah memory dengan kapasitas yang terbatas hanya 2gebe dan gawai yang seadanya (yang penting ada app Al-Qur'an, Facebook dan Whatsapp) sudah menjadi sesuatu yang "wow" bagi saya pribadi. Hemat saya, kalau messenger dan lainnya hanya sebagai pelengkap aplikasi.

Berawal dari telegram yang ternyata naik tingkat menjadi kebutuhan, maka saya pun berkeinginan ganti hape aja. Yaelah, emang beli hape kayak beli tempe?. Cari cara lain dong, Mak. Biar dompet gak jebol.

Sudah full memory dan gak bisa meng-install apa yang saya butuhkan, membuat saya mikir di pojokan. Abis install instagram, kini telegram. Lha wong Wattpad yang dari dulu ingin di install, sampai sekarang belum kesampean juga.

Akhirnya, setelah ngobrol panjang lebar dengan suami dan salah satu teman, seakan kompak memberikan saran untuk membeli memory card baru dengan kapasitas yang lebih besar.

Sebagai istri dan teman yang solid binti penurut (#sambilbenerinjilbab), saya pun membeli memory card sebesar 16gebe yang seharga cepe. Wuih, gede banget kan ya mak, akhirnya saya jingkrak-jingkrak saking senangnya...dan bikin pengumuman segala di grup 'Emak-emak heboh', kalau saya punya memory card baru.

Langsung saya hajar install #telegram, lanjut #Wattpad yang dari dulu saya butuhkan untuk tetap update mengikuti #SaipehBaper teh Yuni, #SavannaDrey Mak Oney dan bacaan lainnya yang menambah gizi kosakata. Tak lupa #Picsart, untuk tampil cantik saat setoran tulisan dengan melampirkan foto atau gambar.

Alhamdulillaah... Semuanya lancar jaya... (Merdeka!!! hehe...) gak perlu payah ganti hape juga.

Sebenarnya, messenger gak masuk whistlist. Tapi sepertinya berkomunikasi di zaman ini sangat dibutuhkan. Kalau whatsapp membutuhkan nomor hape. Nah, kalau messenger sudah otomatis terhubung kontak Facebook dengan segala pertemanan dunia maya kita.

Saat messenger sudah berhasil terpasang, pesan yang belum terbaca satu persatu sudah bisa dilihat. 18 balon percakapan, nongkrong cantik disana. Saya pun memohon maaf yang sebesar-besarnya, bukan karena saya tidak mau membaca dan membalas pesan, tapi sungguh-sungguh tidak bisa karena keterbatasan hape saya.

Setelah ini, biasanya saya delete lagi jika sudah tidak dibutuhkan. Berganti lagi dengan kebutuhan yang lain. Bukan saya gak mau canggih kayak horang-horang, kembali lagi kepada kapasitas hape yang terbatas.

Sampai disini, saya pun jadi merenung sejenak. Manusia dengan segala kemampuan yang berbeda-beda, apalagi dari segi finansial tidak bisa disamaratakan. Masing-masing punya kebutuhan yang berbeda. Punya cara pandang yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak bisa mengikuti horang-horang yang diberikan 'kelebihan' harta. Apabila dipaksakan, maka semuanya akan berantakan.

Begitu juga kapasitas kecerdasan intelektual anak-anak. Kebanyakan orangtua menginginkan 'sesuatu' yang 'wuah' dalam diri mereka dan berharap mampu melebihi anak-anak lainnya, hanya sekedar bersaing mencapai siapa yang terhebat. Padahal anak-anak memiliki 'keunikan' dalam diri mereka, yang terkadang kita hanya melihat mereka dengan sebelah mata.

Pantaslah, jika kita manusia diperintahkanNya untuk bersabar dan bersyukur.

Bersabar ketika sesuatu tak mampu kita capai dan bersyukur dengan segala sesuatu yang kita dapatkan walaupun tak seperti mereka yang diberikan kelebihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2