Penggalan Kisah


Duh duh duh, semalem bablas...ketiduran. Bye bye deh liat jam udah ke angka 02.35.

Tapi walaupun telat.
Rasa pengen tetap upload.
Yah, mubadzir kan udah di tulis di notes, dan ke buang gitu aja.

****
Aku Siapa?

"Rin .... " Panggilnya lagi. Menatap wajahku dengan kasihan. Tangannya menggenggam erat. Menguatkan apa yang baru saja terjadi hari ini.

"Aku baik-baik aja kok, Sel." Jawabku, mengusir kegelisahan Seli.

"Aku tahu, Rin. Kamu kuat. Sampai berapa lama kita akan disini?" Tanya Seli, sambil melihat jam tangan yang selalu ia pakai di pergelangan tangan kanan.

Aku tak menjawab pertanyaan Seli. Entahlah, aku lebih senang berada disini. Bersama lampu-lampu redup yang menghiasi ruang, memberikan keredupan dalam kegelapan.

Otakku seakan tak bisa berfikir jernih lagi. Hasil lab yang dijelaskan dokter Lika membuatku tak mampu berdiri. Seli yang mengantar ke rumah sakit, tak lebih terkejutnya daripada aku. Mengetahui bahwa aku bukanlah anak ayahku.

Aku senang berada di Restoran ini. Suasanya yang remang, mampu menenggelamkanku dari kenyataan. Di setiap sudut berhias lampu kecil berwarna warni, tak sedikit pun merusak gaya khas Restoran. Makanan disini sesuai standar seperti Restoran lainnya. Tapi aku suka cara mereka melayaniku. Senyuman ramah yang selalu terpancar di setiap pegawai Restoran, serta pelayanan yang tak diikuti keluhan.

"Aku tahu kamu kecewa berat. Tapi kita harus pulang, Rin." Nada Seli sedikit meninggi. Mungkin ia kesal menungguku lama di sini.

" Walaupun mereka bukan orangtua kandung, tapi kamu harus kuat, Rin."

Apa yang Seli katakan itu memang mudah, tapi ia tak tahu bagaimana sulitnya membalikkan hati. Andai saja hati semudah berbicara. Pasti aku pun tak akan larut dalam kesedihan ini, Sel.

#Penggalankisah
#Day19
#ODOPNovemberChallenge

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2