Jalan-jalan ke Bulan



#Jalan_Jalan_Ke_Bulan
#Day16
#ODOPNovemberChallenge

Aku merasa bangga sekali. Mengikuti kompetisi menulis penelitian ilmiah bertema benda di luar angkasa dan aku terpilih menjadi juara pertama. Aku pun tak mengira namaku akan berderet dengan penulis lainnya, para peneliti yang bertahun-tahun lamanya menggeluti dunia ini. Juara satu sampai tiga akan bersama melakukan studi bersama para astronot untuk meneliti benda luar angkasa.

Sepulang kuliah, aku langsung menceritakannya kepada ibu dan ayah. Meminta izin untuk melanjutkan studi penelitian benda di luar angkasa. Aku tak tahu pasti akan berapa lama berada disana, tapi aku menyiapkan beberapa baju dan memasukkannya di dalam koper. Karena tak mungkin, aku mencuci di dalam pesawat atau di planet Mars.

Esoknya, aku berpamitan. Ayah dan ibuku terlihat sedih sekali. Ini kali pertama melakukan perjalanan terjauh selama hidupku. Pergi melintas antar planet, bukan hanya antar negara. Aku sudah membayangkan melihat bumi kita dari kejauhan sana.

Sesampainya di tempat berkumpul para antariksawan, aku segera masuk ke dalam sebuah pesawat ruang angkasa, mengganti pakaianku dengan baju ruang angkasa Extravehicular Mobility Unit. Tiba-tiba salah seorang berkebangsaan Inggris menyapaku,

"Hello, What is your name?"

Awalnya aku hanya bengong, tapi aku baru ingat ini pelajaran SD dulu. Dan mudah sekali menjawabnya.

"My Name is Angga".

Orang bule itu membalas ucapanku,
"Nice to meet you, I'm Kevin."

Sekarang aku ingat, Kevin adalah juara ke 2 dalam kompetisi ini. Aku kira Kevin adalah anak kuliah juga, ternyata Kevin sudah menikah dan memiliki anak 3.

Semua persiapan dan pengecekan dilakukan sedimikian rupa. Kami layaknya Neil Armstrong yang akan pergi ke Bulan dengan memakai baju ruang angkasa.

Ku pernah membaca, baju ruang angkasa pertama kali adalah Soviet SK-1 yang cocok dikenakan oleh Yuri Gagarin pada tahun 1961. Dan masih banyak lagi modelnya dari beberapa negara lainnya, model baju amerika serikat yaitu mercuri suit, sedangkan feitian space suit adalah model dari china.

Misi pertama kami yaitu pergi ke bulan, ingin sekali rasanya aku menginjakkan kakiku disana. Jarak antara bumi dan bulan adalah 380.000 km. Jarak terdekat (perigee) adalah 363.104 km sedangkan jarak terjauh (apogee) adalah 405.696 km. Di tengah perjalanan, ku melihat beberapa benda luar angkasa yang menakjubkan, meteoroid, asteroid, komet dan berbagai benda lainnya yang ku lihat dari kejauhan. Ada juga debu antariksa yang katanya itu sebutan pasir yang terbentuk dari sampah antariksa.

Di tengah perjalanan, kurasakan sesuatu keanehan terjadi, gerimis tiba-tiba datang tanpa di undang. Ahh... Kenapa ada gerimis di pesawat ruang angkasa secanggih ini.

"Barangkali ada minuman yang tumpah disini." Fikirku.

Tunggu dulu, bukankah aku memakai baju ruang angkasa, yang tak mungkin air masuk ke dalam baju yang sudah tertutup rapat seperti ini. Aku berkata dalam hati.
.
.
.
Aku pun kaget saat air yang jatuh ke wajahku semakin banyak.
.
"Astaghfirullaah...." Aku mengucapkannya dan terperanjat saat ku lihat ibu berada di sampingku sambil berteriak.

"Anggaa... Sampai kapan kamu tidur?. Lihat sudah jam berapa ini? Cepet mandi dan siap-siap ke kampus."

Aku yang masih bengong, menyadari bahwa air yang membasahi wajahku adalah air yang ibu cipratkan saat aku kebablasan tidur siang sampai sore hari.

Dan Jam menunjukkan angka lima kurang sepuluh menit, pertanda kuliah sebentar lagi di mulai.

***The End***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2