Day 5 Level 8
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Day 5
Kemarin, kami sempat berkunjung ke salah satu rumah di daerah PCI, lebih tepatnya ke rumah Syams. Ada kegiatan yang sengaja kami buat khusus makan-makan.
Melihat berbagai mainan, anak-anak mulai melirik kesana kemari. Ingin mencari tahu, tetapi dipendam. Akhirnya, sepeda-lah yang tertuju oleh mata-mata kecilnya.
Kemudian, tak lama terlontarlah kalimat ajakan dari teteh Alya,
Alya : Mi, kita nanti beli sepeda kayak gini ya, Mi? (sambil dipegang-pegang)
Emak : Lho, kan kita udah punya teh?
Alya : Nggak papa sih, Mi. Beliin yah? yah?
Emak : Ya, boleh sih. Tapi nabung dulu aja yah. Umi-nya gak punya uang untuk beli sepeda. Uang ad untuk beli beras. (sambil muka melas)
Alya : Yaudah, Mi. Kita nabung dulu aja.
Emak : Okeh ...
Memang untuk saat ini, menabung secara mandiri, belum pernah berhasil. Oiya, pernah berhasil satu kali, berkali-kali gagal. Karena ya tadi, anak-anak yang sudah faham bahwa uang adalah alat untuk membeli jajanan, jadi mereka mencoba memakainya beberapa kali.
Suatu hari, celengan sudah agak banyak (versi Fahmi Fakhri). Di bongkar lagi oleh teteh, dan emak coba mengarahkan membeli sesuaty yang dibutuhkan. Alhasil, dibelilah tempat pensil, pensil, penghapus, dan manik-manik.
Hak tersebut sebenarnya untuk memberikan pemahaman, jikalau sesuatu dibeli karena di rasa manfaatnya. Dan kali ini tentang sepeda pun hampir sama, ingin memotivasi anak-anak agar uang yang dikumpulkan tidak dipakai sembarang keinginan.
Next, apakah tabungannya berhasil diisi?
Semoga saja mereka bersungguh-sungguh.
#Day5
#tantangan10hari
#Level8
#KuliahBusnayIIP
#CerdasFinansial
Day 5
Kemarin, kami sempat berkunjung ke salah satu rumah di daerah PCI, lebih tepatnya ke rumah Syams. Ada kegiatan yang sengaja kami buat khusus makan-makan.
Melihat berbagai mainan, anak-anak mulai melirik kesana kemari. Ingin mencari tahu, tetapi dipendam. Akhirnya, sepeda-lah yang tertuju oleh mata-mata kecilnya.
Kemudian, tak lama terlontarlah kalimat ajakan dari teteh Alya,
Alya : Mi, kita nanti beli sepeda kayak gini ya, Mi? (sambil dipegang-pegang)
Emak : Lho, kan kita udah punya teh?
Alya : Nggak papa sih, Mi. Beliin yah? yah?
Emak : Ya, boleh sih. Tapi nabung dulu aja yah. Umi-nya gak punya uang untuk beli sepeda. Uang ad untuk beli beras. (sambil muka melas)
Alya : Yaudah, Mi. Kita nabung dulu aja.
Emak : Okeh ...
Memang untuk saat ini, menabung secara mandiri, belum pernah berhasil. Oiya, pernah berhasil satu kali, berkali-kali gagal. Karena ya tadi, anak-anak yang sudah faham bahwa uang adalah alat untuk membeli jajanan, jadi mereka mencoba memakainya beberapa kali.
Suatu hari, celengan sudah agak banyak (versi Fahmi Fakhri). Di bongkar lagi oleh teteh, dan emak coba mengarahkan membeli sesuaty yang dibutuhkan. Alhasil, dibelilah tempat pensil, pensil, penghapus, dan manik-manik.
Hak tersebut sebenarnya untuk memberikan pemahaman, jikalau sesuatu dibeli karena di rasa manfaatnya. Dan kali ini tentang sepeda pun hampir sama, ingin memotivasi anak-anak agar uang yang dikumpulkan tidak dipakai sembarang keinginan.
Next, apakah tabungannya berhasil diisi?
Semoga saja mereka bersungguh-sungguh.
#Day5
#tantangan10hari
#Level8
#KuliahBusnayIIP
#CerdasFinansial
Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini