Show Tell
#Show&Tell#Day30#ODOPNovemberChallenge
.
Masyaa Allah, sudah hari ke-30.
Rasanya nano-nano mengikuti tantangan, besok insyaa allah akan berlanjut lagi mulai 1 Desember dengan #satuharisatutulisan. Uhuk... Uhuk... Semoga bisa.
.
Bulan November ini, empat hari bolong setoran. It's Okay, No problem. Kita coba lagi ya, semoga bulan depan lebih baik.
.
Oiya, cerita sedikit. Barusan saya mengikuti #kelasmenulis1000peserta, yang diadakan oleh mbak Rosi. Awal pertemuan, beliau minta pendapat tentang pribadi mbak Rosi yang kita ketahui. Eaalaah... Saya mah gak tau kalau beliau penulis+editor (Maapkeun, kudet).
.
Hanya saya jawab sebisanya. Pertama, Beliau pawangnya Fiksi dan kedua beliau banyak fans-nya. Gimana gak banyak coba?, target 500 peserta, malah yang daftar lebih dari 1000. 😂 saya sampai geleng-geleng kepala. Ilmu gratisan, siapa yang gak ngiler duluan?
.
Kira-kira ada 19 materi yang beliau singkat. Dan terakhir kami diminta untuk berlatih SHOW dengan memilih satu dari 5 tema yang disediakan. Ingat ! Harus kalimat harus menggunakan Show, bukan Tell. Berikut 5 tema yang disediakan :
1. Laki-laki itu perokok berat.
2. Gadis itu buta.
3. Aku tersadar tidak mencintainya lagi.
4. Tetangga kami sudah tua dan pelit.
5. Hari ini panas bukan main.
.
Saya memilih yang ketiga. Entahlah, kenapa saya lebih 'klik' dengan cerita cinta. Apa efek buku yang saya baca ya? Hehe...
.
Berikut SHOW dalam kalimat yang saya gunakan. Dalam Show, tidak boleh ada kata "Tidak cinta lagi padanya".
👇
Tak ada lagi getaran yang mengguncang hasrat. Jantung yang dulu berdetak kencang, kini berjalan seirama. Matanya yang memohon, kuabaikan. Semua tentang kita hanya kenangan yang mungkin dengan cepat bisa kulupakan. Tak akan ada lagi kerinduan yang memuncak saat diri menghadapi cobaan kehidupan. Apakah kau tahu bagaimana rasanya bisa terbebas dari rasa itu?
.
Review dari mbak Rosi :
1. Bukan 'kita' tapi 'kami'.
2. Kalimat akhir lebih baik dibuang. Mungkin kurang pas kalimatnya.
3. Selebihnya, beliau bilang sih "Goodjob".
.
Ada 238 komentar disana (kalau belum bertambah). Saya melihat kesungguhan luarbiasa dari para peserta, walaupun belum 100% yakin apakah ada yang sudah menjadi penulis terkenal ataupun yang benar-benar baru seperti saya (sambil nunjuk diri sendiri). Tapi masing-masing tulisan mereka sudah memiliki khas yang berbeda-beda.
.
Dan ini menambah semangat baru bagi saya pribadi. Mencoba percaya diri walau kadang sering terjatuh. Mencoba tersenyum walau kadang ingin menangis. Tapi percayalah gaes, tak ada salahnya jika kita berusaha. Tak ada salahnya juga, mengasah goresan tinta walaupun ada coretan saat kita mengukirnya. Karena semua butuh proses dalam menjalaninya. Keep your spirit, gaes!!! Jangan mundur, maju terus !!!
.
Masyaa Allah, sudah hari ke-30.
Rasanya nano-nano mengikuti tantangan, besok insyaa allah akan berlanjut lagi mulai 1 Desember dengan #satuharisatutulisan. Uhuk... Uhuk... Semoga bisa.
.
Bulan November ini, empat hari bolong setoran. It's Okay, No problem. Kita coba lagi ya, semoga bulan depan lebih baik.
.
Oiya, cerita sedikit. Barusan saya mengikuti #kelasmenulis1000peserta, yang diadakan oleh mbak Rosi. Awal pertemuan, beliau minta pendapat tentang pribadi mbak Rosi yang kita ketahui. Eaalaah... Saya mah gak tau kalau beliau penulis+editor (Maapkeun, kudet).
.
Hanya saya jawab sebisanya. Pertama, Beliau pawangnya Fiksi dan kedua beliau banyak fans-nya. Gimana gak banyak coba?, target 500 peserta, malah yang daftar lebih dari 1000. 😂 saya sampai geleng-geleng kepala. Ilmu gratisan, siapa yang gak ngiler duluan?
.
Kira-kira ada 19 materi yang beliau singkat. Dan terakhir kami diminta untuk berlatih SHOW dengan memilih satu dari 5 tema yang disediakan. Ingat ! Harus kalimat harus menggunakan Show, bukan Tell. Berikut 5 tema yang disediakan :
1. Laki-laki itu perokok berat.
2. Gadis itu buta.
3. Aku tersadar tidak mencintainya lagi.
4. Tetangga kami sudah tua dan pelit.
5. Hari ini panas bukan main.
.
Saya memilih yang ketiga. Entahlah, kenapa saya lebih 'klik' dengan cerita cinta. Apa efek buku yang saya baca ya? Hehe...
.
Berikut SHOW dalam kalimat yang saya gunakan. Dalam Show, tidak boleh ada kata "Tidak cinta lagi padanya".
👇
Tak ada lagi getaran yang mengguncang hasrat. Jantung yang dulu berdetak kencang, kini berjalan seirama. Matanya yang memohon, kuabaikan. Semua tentang kita hanya kenangan yang mungkin dengan cepat bisa kulupakan. Tak akan ada lagi kerinduan yang memuncak saat diri menghadapi cobaan kehidupan. Apakah kau tahu bagaimana rasanya bisa terbebas dari rasa itu?
.
Review dari mbak Rosi :
1. Bukan 'kita' tapi 'kami'.
2. Kalimat akhir lebih baik dibuang. Mungkin kurang pas kalimatnya.
3. Selebihnya, beliau bilang sih "Goodjob".
.
Ada 238 komentar disana (kalau belum bertambah). Saya melihat kesungguhan luarbiasa dari para peserta, walaupun belum 100% yakin apakah ada yang sudah menjadi penulis terkenal ataupun yang benar-benar baru seperti saya (sambil nunjuk diri sendiri). Tapi masing-masing tulisan mereka sudah memiliki khas yang berbeda-beda.
.
Dan ini menambah semangat baru bagi saya pribadi. Mencoba percaya diri walau kadang sering terjatuh. Mencoba tersenyum walau kadang ingin menangis. Tapi percayalah gaes, tak ada salahnya jika kita berusaha. Tak ada salahnya juga, mengasah goresan tinta walaupun ada coretan saat kita mengukirnya. Karena semua butuh proses dalam menjalaninya. Keep your spirit, gaes!!! Jangan mundur, maju terus !!!
Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini