Aku Menunggu (Part 2)

#AkuMenunggu#Cerbung#Day1#seharisatutulisan
.
Ku tatap wajahnya yang lugu, lama. Menebak apa yang akan tanyakannya. Merasakan kerinduan yang dalam. Angga, dialah yang menjadi tangan, saat diri ini hampir saja terjatuh tak kuasa menghadapi cobaan.
.
"Mah...." Panggilnya lembut. Melembutkan hatiku yang terkoyak. Melapangkan dadaku yang sesak. Segera ku hapus bulir air yang jatuh tak senada.
.
"Iya, Sayang...." Jawabku membalas kelembutannya.
.
"Apa sekarang Ayah sudah sampai di Syurga?" Matanya berkedip penuh dengan rasa keingintahuan.
.
Aku mengangguk. Langsung ku rengkuh punggung tubuhnya menyatu di bahu kiriku.
.
Membelai lembut punggung mungilnya, sambil ku berkata, "Insyaa Allah, Nak. Ayah pasti sedang melihat kita dari Syurga."
.
Kedua tangan Angga menyapu pipiku yang basah. Sekuat tenaga ku tahan air yang berkejaran ingin keluar. Senyum kupaksakan agar Angga tidak ikut berkaca.
.
"Pulang, Yuk! Biar Allah yang menjaga Ayah disini." ku gandeng tangan mungil itu.
.
Ia pun mengikutiku berjalan menyusuri jalanan kecil di antara tumpukan tanah. Ku ceritakan kepada Angga, bahwa ayahnya sangat luarbiasa. Aku sangat mengaguminya. Kami sangat bahagia bisa bersama di dunia, walau hanya sebentar saja. Semua kenangan yang kami lewati begitu indah dan aku menikmati bersamanya.
.
Ketika itu, ujianNya benar-benar datang. Tepat di tahun ke 2 pernikahan. Mimpi yang kami tata bersama, seakan terbawa kencangnya angin yang tak bisa ku gapai. Hanya berlari kelelahan mencari impian yang hilang.
.
Empat tahun bukan waktu lama yang ku miliki bersamanya. Walau kadang aku sering bertanya kepadaNya, Kenapa harus aku yang mendapatkan ini semua?
 .
*Bersambung*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2