Buah dari Kebaikan



Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صٰلِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيٰوةً طَيِّبَةً  ۖ  وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Suka sekali baca ayat ini. Tentang kebaikan yang akan berbuahkan kehidupan yang baik. Jika diartikan mungkin seakan-akan kehidupan apalagi selain kehidupan akhirat yang kekal. Jika kehidupan di dunia adalah fatamorgana, yang sering diungkapkan oleh kebanyakan orang-orang. Di sisi lain, kehidupan di dunia ini adalah tempat kita untuk mengeruk sebanyak-banyaknya amal kebaikan.

Tidak membatasi dengan harta. Apakah kita memiliki harta yang melimpah ataupun harta yang hanya sekedar kategori 'cukup', Allah tetap memerintahkan kita untuk tetap bersedekah kepada yang berhak menerima, karena sebagian harta kita adalah milik mereka juga.

Tidak membatasi usia, baik kepada yang muda ataupun yang tua. Allah tetap memerintahkan kita untuk tetap berbuat kebaikan. Sampai ajal menjemput, tetap teguh kepada keimanan, bagaikan Hamzah yang siap mati di medan perang Uhud dengan berbagai cabikan. Padahal di usia beliau, yang bukanlah termasuk kalangan muda.

Tidak membatasi jabatan. Apakah kita termasuk orang yang memiliki kedudukan Jendral atau raja. Atau hanya sekedar tukang sapu di rumah, yang tak terlihat oleh mata orang banyak. Tetap, Allah akan memerintahkan kita untuk selalu berbuat kebaikan. Apapun jabatan yang kita sandang, bukan sebagai penghalang untuk kita senantiasa tawadhu' di hadapanNya ataupun dihadapan orang beriman.

Tidak membatasi pakaian yang kita kenakan, entah baju baru atau sekedar baju tahun lalu yang dipakai berulang. Namun, Allah tetap memerintahkan hambaNya untuk senantiasa berbuat kebaikan. Seberapa pun banyaknya baju atau sedikitnya pakaian di dalam lemari, bukanlah sebuah alasan untuk kita tidak mau berbuat kebaikan.

Tidak membatasi rupawan ataukah wajah yang pas-pas'an. Begitu banyaknya kata dan ungkapan, ganteng, cantik, kasep, ayu dan lain sebagainya. Tetap seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, berbuat kebaikan akan memberikan kehidupan baik yang Allah janjikan.

Yang membatasi, hanyalah kata iman di dalam ayatNya. Iman yang dimiliki
Oleh hati yang benar-benar kaffah menjalani segala aturan-aturanNya. Hati yang benar tunduk dan patuh untuk berbuat kebaikan sesuai dengan perintahNya. Hati yang selalu bertasbih, mengharapkan keridhoanNya.

Yang membatasi, hanyalah keimanan hati yang selalu tersiram dengan impian, kelak dalam setiap kebaikan yang dilakukan, mendapatkan kehidupan baik diantara kehidupan-dunia  yang hanya sekedar fana. Segala kesenangan di dunia jangan sampai melalaikan hingga lupa akan kebaikan yang harusnya ditanam, hingga berbuah dipenghujung akhir hayat bak kisah cerita yang mengesankan dengan ending kebahagiaan. Ialah kebahagiaan disana, kehidupan baik yang telah dituliskan. Ditambah dengan pahala yang terus menerus mengalir bagi mereka yang ikhlas mengerjakan kebaikan.

Robbaanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, waqinaa 'adzaabannaar....

Aamiiin yaa Robbal 'alamiin....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2