Renungan Akhir Ramadhan
Ramadhanku kali ini tak sama
Ada yang berbeda hingga di malam dua puluh tujuh
Ramadhanku ini tak sama
Ibadah yang belum optimal ataukah nafsu dunia yang mendominasi
Pabila jatah hanya dua puluh sembilan
Kini tinggal dua hari
Banyak yang tertipu
Meraih kemenangan yang tak nyata
Bukan pada baju barunya
Bukan pula pada seberapa mahal sendal yang digunakan demi mengalaskan kaki
Kemenangan itu tak nyata
Dengan kue-kue beragam warna dan aneka
Hanyalah jejak adat budaya yang turun temurun diikuti langkah anak cucunya
Fitrahlah yang harus kita jaga
Fitrah Islam sebagai Dien yang lurus
Memaknai setiap liku Ramadhan yang dilewati
Apakah hanya sekedar bulan yang berlalu begitu saja
Dengan limpahan gaji dua kali lipat
Atau
Ramadhanlah yang mengantarkan kita menuju gerbang kesucian
Karena Ramadhan ini tak sama
Dengan Ramadhan yang lalu, bahkan yang akan datang
Dan entah Ramadhan yang mana yang kan kita dapatkan malam yang lebih baik dari malam seribu bulan
Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini