Renungan 1 Syawal

Allaahu akbar
Allaahu akbar
Allaahu akbar
Laa ilaa ha illallaahu allaahu akbar

Getaran takbir melambung tinggi ke langit
Seakan memenuhi jagat semesta raya
Berbondong - bondong umat Islam bersuka cita
Menyambut hari nan Fitri tanda ketaqwaan menyelendangi hati bagi mereka yang beriman

*****

Dimulai terbenam matahari, pergantian bulan pun terjadi. Bulan Ramadhan menuju bulan Syawal, terlepas rasa sedih sekaligus bergembira. Bagaimana tidak, satu hari esok kan banyak mata memandang pakaian serba baru. Sendal tampak kinclong dan wajah berseri menampakkan keshalihan.

Hari raya kita telah tiba !!!
Disambut genderang takbir yang menyayat hati.

Tengoklah keluarga yang bersuka ria, disambutnya pakaian serba mahal dan ternama. Kue-kue berbagai jenis siap disajikan kepada tamu yang kan datang. Senyum sumringah tampak menghiasi wajah. Rute perjalanan silah pun tak kalah direncanakan bersama.

Tengoklah keluarga yang bersuka ria, dengan pakaian yang ada dan sendal yang dicuci bersih tak mau kalah dengan sendal lain yang pasti terlihat kinclong saat dipakai shalat Idul Fitri esok. Kue yang tersedia dua jenis cukup menjadi syarat budaya hari raya.

Tengoklah keluarga yang bersuka ria, terbaring kaku di sudut rumah sakit. Sambil mendengarkan gema takbir yang membahana di pelosok negeri. Tak ada pakaian baru ataupun yang lama. Yang dikenakannya hanya pakaian pengganti agar bau badan tak menyengat kemana-mana. Tak difikirkannya bagus atau tidak. Mungkin sekilas rasa iri berkecamuk, melihat keluarga berkumpul bersama di kampung tercinta.

Tengoklah keluarga yang bersuka ria ! Tertata pakaian yang sudah dibereskannya. Mata berbinar-binar melihat tumpukan baju berbagai warna. Walaupun hanya dari hasil hibah keluarga lain yang sudah merelakannya. Diangkut dengan karung besar yang biasa di gotong setiap hari sambil membawa botol-botol bekas. Ucap syukur tak henti-henti keluar dari mulut yang sudah tak bergigi. Walau hanya pakaian bekas, tanpa kue-kue mahal yang menghias di rumah petak miliknya.

Tengoklah keluarga di sebelah negeri ini ! Perang tiada henti. Pakaian layak, makanan enak, sendal baru menghias di kaki, mungkin sudah lama tak dirasakannya lagi. Tapi lagi-lagi takbir tetap berkumandang di setiap sela rumah yang hampir runtuh. Ketakutan atas segala penganiayaan, sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, hari yang Fitri tetaplah menjadi suatu keistimewaan bagi mereka yang menyandang gelar taqwa.

Diantara banyaknya potret keluarga, dimanakah posisi kita???. Jangan sampai rasa senang yang berlebihan, membuat kita lupa untuk menundukkan kepala. Bersujud memohon dengan segala kerendahan diri kepada sang pencipta. Agar amalan selama Ramadhan diterimaNya sebagai ibadah. Agar setiap pakaian yang kita kenakan menandakan kebersihan hati yang sudah menghapus kesalahan-kesalahan diri.

📚 *Do'a Rasulullaah SAW menjelang akhir Bulan Suci Ramadhan:*

للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

*Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.*

*Ya Rahman, terimalah  seluruh amal ibadahku  di Bulan Ramadhan ini*

*Ya Wasi'al Maghfirah, ampunilah seluruh dosa-dosaku, dosa ibu bapakku dan dosa orang-orang yang aku cintai dan sayangi karena Allah.*

*Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh do'a-do'aku.*                                                      

*Taqobbalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahullah Alaik*

*Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-NYA serta disempurnakan-NYA.*

_Coretan Pena Koe_ ☺🙏🏻💐

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2