Penyesalan Kaum Muslimin


Masih ingat tentang kaum muslimin yang silau dengan harta saat berperang??
Iyups betul banget. Salah satu hal yang menjadikan kekalahan kaum muslimin salah satunya yaitu silau terhadap harta. Padahal waktu itu, Rasulullah memerintahkan untuk tetaps diam di tempat. Sampai aba-aba tiba. Jangan pergi kemanapun, dalam keadaan bagaimanapun, dalam sesulit apapun perang yang sedang berkecamuk.

Lho, kok bisa kalah ??
Jadi ceritanya begini, saat kaum muslimin hampir mendapatkan kemenangan, tiba-tiba setan yang membisikkan pun seakan berkata, "Wuah, banyak harta rampasan perang, tunggu apalagi, sikat aja tuh harta, lumayan bisa dibawa pulang ke madinah".
Kurang lebih begitulah kata-kata yang diucapkan jika syaitan membisikkan manusia.
Seharusnya, seperti yang diperintahkan sebelumnya. Kaum muslimin yang berjaga tidak boleh kemana-mana.

Terus, bagaimana dong kaum Quraisy bisa menang??.
Nah, setiap pasukan memiliki masing-masing ahli perang. Baik dari pihak Muslimin ataupun Quraisy. Saat salah satu ahli perang melihat kaum muslimin yang berhamburan menuruni gunung uhud, mereka mengambil kesempatan untuk menyerang penjagaan kaum muslimin dari arah belakang. (kejebak deh kaum muslimin).

Nasib kaum muslimin selanjutnya bagaiaman yah??
Tentu saja, kaum muslimin kaget luarbiasa, saat kaum Quraisy menyerang. Dikiranya kaum Quraisy sudah menarik pasukan mundur sebagai siasat. Ternyata sebaliknya. Karena saking sibuknya mengumpulkan harta rampasan perang, akhirnya kaum muslimin dibantai habis-habisan.

Lalu, Rasulullah benarkah meninggal??
Isu yang beredar memang begitu.  Sehingga membuat kaum muslimin lemas tak berdaya. Sebagian lagi masih berusaha mengorbankan dirinya sampai  nyawa tak lagi bisa dipertahankan. Termasuk Hamzah bin abdul Muthalib. Keadaan Rasulullah begitu memprihatinkan. Banyak di kalangan sahabat yang melindungi beliau. Anak panah yang menghujam pun seakan tak lagi terasa di badan.

Apa yang membuat kaum Quraisy tidak jadi mundur menarik pasukannya??
Semangat yang dikobarkan kepada pasukan  Quraisy oleh Hindub, membuat mereka teringat tentang perang badar yang banyak menewaskan  kaum kerabat dan keluarganya

Jadi, Kaum Quraisy yang menang??
Iya. Kaum Quraisy memenangkan perang Uhud waktu itu. Yang melatarbelakangi semangat kaum Quraisy yaitu pembalasan dendam saat kekalahan yang dialami pada perang sebelumnya. Kebayang banget, paniknya kaum Quraisy saat perang badar, padahal jumlah kaum muslimin hanya satu pertiga dari jumlah pasukan kaum Quraisy. Kekalahan tersebut,menjadi target pembalasan dendam Hindun terhadap Hamzah. Sampai-sampai Hindun menjanjikan pembebasan budak yang bersedia menghabisi Hamzah dalam perang Uhud ini. Hindun memakan jantung Hamzah mentah-mentah sambil menari-nari, tanda gembira. Astaghfirullahal'adziim....semoga di zaman ini tidak ada lagi Hindun-hindun yang sebegitu kejam dan sadisnya.

Apakah kaum muslimin menyesal dengan kekalahan yang terjadi??
Iyah, bahkan pakai banget. Terutama yang bertugas berjaga di belakang, yang entah mengapa melanggar perintah Rasulullah, untuk tetap berjaga apapun kondisinya. Penyedalan tersebut berbuah bunuh diri, bahkan putus asa dalam keadaan genting peperangan. Sebenarnya jelas perintah yang diucapkan, hingga beberapa orang lainnya mengingatkan kepada mereka yang mencoba mengambil harta rampasan perang tanpa seizin Rasulullah. Namun, alhasil tetap saja, mereka bersikeras keukeuh meninggalkan daerah penjagaan. Sehingga banyak korban berjatuhan, banyak istri menkadi janda, dan banyak anak yang menjadi yatim.

Hikmah di balik kekalahan tersebut??
Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kekalahan yang dialami kaum muslimin. Walaupun jelas, janji Allah akan memenangkan kaum muslimin, namun jika tidak dilandasi keimanan maka semuanya akan menjadi ibadah yang percuma. Hikmah lainnya, seperti berbicara kepada kita, jangan sampai kita silau terhadap harta kekayaan yang sementara, iman jauh lebih berharga fan tak dapat digantikan dengan harta yang melimpah ruah. Tidak ada jaminan, orang yang banyak memili harta, akan memiliki kadar iman yqng lebih tinggi daripada mereka yang memiliki harta secukupnya. Ta'ati perintah Allah dan RasulNya, ini adalah mutlak. Yang dengannya kita kan selamat dunia dan akhirat

Sumber : SyamilBook, Perang Uhud

#serunyamenulissejarah
#semangatliterasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2