Semangat KomProd...Keceriaan Mereka !!!
Masyaa allah...semakin hari benar-benar semakin memahami manfaat KomProd ini. Padahal saat awal memasuki tantangan hari pertama rasa-rasa kaku. Plus bingung...mau ngapain dan diapain. Kekhawatiran tidak bisa mencapai target sesuai point-point yang dipaparkan dalam materi, amat sangat mengganggu titik fokus target (baca: anak-anak).
Alhamdulillaah....
Melalui postingan teman - teman lainnya semakin menambah ilmu tentang komunikasi produktif ini. Karena dari berbagai macam model yang dipraktikkan oleh masing-masing mahasiswa. Bisa diambil hikmah bahkan pembelajaran dari setiap kisah mereka yang diposting di beberapa media sosial. Menambah semangatku mempraktikkannya. 😘😘
Seperti halnya hari ini saat ku sedang memasak telor puyuh. Sambil menemani Fahmi dan Fakhri menonton televisi.
"De, umi mau lihat dulu ya telornya udah mateng atau belum", terbiasa izin saat sedang menemani mereka. Maklum....Fakhri ini ga mau lepas sama sekali kalau uminya di rumah. 😊
"Jangan mi..sini aja temenin dede...", nah, ditinggal bentar aja tetep ga mau. 😢
(emak mikir keras ...kalau ga diliat bisa-bisa telor gosong....haha)
"Yaudah, dede mau ikut umi liat telor atau mau tetep nonton tapi berdua sama aa aja", ingat yah pemirsah...ganti kalimat perintah dengan kalimat pilihan 👉 Komprod poi t K .
"yaudah dede ikut umi deh...." jawabannya agak terpaksa.
"Aa juga ikut lah...mau bantu umi bukain telor yah..."
Ow..ow....Waduh...gelagat gak enak nih. (tepok jidat)
Kujawab singkat, "Ya boleh...tapi hati-hati kan telornya panas karena baru diangkat", stay cool....pakai nada ramah, ini ga boleh ketinggalan maak...wajib pakai point ini. Hihiy....
Karena disinilah posisi rawan stres....akan berakibat volume suara meninggi, hehe.....
"Oiya a....tolong ambilin kain bersih disitu ya...", pakai Komprod lagi yang point pertama 👉 KISS.
Yuuhhuuyyy.....😂😂
Saat mengupas satu persatu telor... pastinya dong banyak kulit-kulit telor yang berseliweran, walaupun sudah tersedia plastik untuk sampah kulitnya.
Santai maak....tenaaaang....rileeexxx....
(ngomong dalam hati)
Daaaan....
Telor-telor puyuh yang dibuka aa Fahmi, banyak yang terbuka hingga terlihat kuning telurnya.
Apakah proyek telur gagal??, secara fisik iya. Telurnya jadi tidak bulat sempurna. Hihi...
Tapi dalam keadaan sesadar-sadarnya, tetap memaklumi motorik mereka, anak usia 5 tahunan yang belum sempurna seperti orang dewasa. Bahkan mengupas telur bisa jadi latihan motorik mereka. Bener kan maakk???.
"Yaah....miiii.....banyak yang hancur telurnya", mulai disadari kupasan telur aa tidak sebulat uminya.
"Ooh...coba umi lihat. Apa aa mau umi bantu kupasin dulu kulitnya sedikit??", tanyaku. (kayaknya ini pakai komprod point J 👉 menunjukkan empati).
"yaudah mi",
Akhirnya.... Kupasan awal bagianku. Sedangkan Fahmi dan Fakhri kupasan selanjutnya. Tapi yah tetep, yang terlihat kuning telurnya saat dikupas...langsung dimasukkan ke mulut mereka.
Hihiy.dan emak hanya senyum-senyum sendiri. Membayangkan Sop telur puyuh, eeh.telornya sudah habis dimakanin bocah. 😝😝😝
Tak apalaah yah maak....
Tetep judulnya telor untuk dimakan bersama.
Dan akupun begitu menikmati hari ini. Karena belum tentu hari esok akan terulang lagi.
Salam semangat KomProd maak...😍😍
#harike8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini