Refleksi Pengalaman dan KISS


Seperti biasanya, ba'da maghrib, seluruh anggota keluarga berkumpul. Usai kami menunaikan shalat maghrib. Nah, untuk kali ini rasa berbeda, karena tugas sekolah yang menumpuk membuat mata seperti tak bisa di ajak berkompromi. Hehe...alias ngantuk luarbiasa 😁. Teringat PR Komprod yang harus diselesaikan. Bagiku bukan hanya sekedar mengerjakan PR-nya, tapi lebih mengacu kepada strategi bagaimana cara agar terjalin sebuah komunikasi produktif diantara kami ber-5.

Sebelumnya, memang sudah ada kesepakatan dan persetujuan, selepas shalat maghrib, kami duduk bersama, mengobrol bersama, tertawa bersama dan belajar bersama. Tak lupa juga kami melepas lelah....selama seharian beraktivitas di luar rumah.

Awalnya ingin ku mulai komprod ini dengan membacakan cerita. Tak lama kemudian, Alya, putri sulungku mengeluarkan suara terlebih dahulu.
"Mi, tadi aa Fahmi di sekolah TPA nangis disorakin temen-temen karena dorong ibam, sampai ibam jatuh dan nangis".
Sontak aku kaget 😱. Tapi langsung kutahan.
Wuah, pas banget nih, untuk kujadikan permulaan komprod (komunikasi produktif) dengan anak-anak.😆

Sebisa mungkin ku tahan intonasiku dalam berbicara. Masih kulayangkan fikiran positif dalam memandang aa Fahmi, berharap putraku yang kedua ini memang benar tak sengaja melakukannya.

Perlahan ku ajak aa Fahmi duduk dipangkuanku. Masih belum ada suara yang keluar dari mulutnya.

"Oiya, kalau yang didorong dede Fakhri, nanti dede Fakhri jatuh, kira-kira sakit ga yah de??", kucoba pancing dengan pertanyaan sebagai refleksi pengalaman daripada menasihati panjang lebar yang gak karuan.

"Sakit mi", jawabnya sambil berfikir.
"Nah, berarti kalau dorong pelan-pelan aja ya, biar nanti ibam ga sampai jatuh, atau bisa juga dipegang tangannya ibam biar nyumput bareng aa", ucapku lagi.

Aa Fahmi hanya menatapku, ahh tatapan matapun sudah cukup menjadi jawaban bahwa aa Fahmi benar-benar merasa bersalah. Diciumnya pipiku ragu-ragu.

Sedangkan teteh Alya dan dede Fakhri sangat antusias bercerita ketika mereka jatuh atau saat tidak sengaja mendorong orang lain hingga jatuh.

Masyaa allah....
Memang sangat diperlukan komunikasi yang produktif saat kita (orangtua) berbicara kepada mereka. Dan tak kalah penting, jurus ampuh "Keep Information Short & Simple (KISS)" ini ku utarakan ke aa Fahmi.
"Nanti aa Fahmi minta maaf ke ibam ya", pintaku lembut sambil menciumnya.

Memperbaiki kesalahan adalah solusi aa Fahmi untuk tidak mengulanginya lagi. Dan bilang "maaf ya" jika aa Fahmi melakukan kesalahan lagi.
Aa Fahmi hanya menggangguk, tanpa jawaban atau pembelaan diri apapun. Sambil ku berdo'a semoga mereka memahami apa yang aku katakan. Aamiiin yaa robbal 'alamiin....

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#instituteibuprofesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2