Sekolahnya Manusia
Baru saja membaca beberapa halaman. Sudah dibuat takjub oleh kata-kata sang penulis. Munif chatib nama lengkapnya. Beliau adalah salah satu guru yang menerapkan sekolah berbasis Multiple intellegenci. Gaya bahasa yang beliau bawakan pun begitu mudha dipahami.
Buku yang berjudul "Sekolahnya Manusia" seakan menjadi daya tarik tersendiri bagiku pribadi. Penulis seakan-akan lihai mengungkapkan pembelajaran para siswa. Penulis pun seperti sedang memberikan berbagai pengalaman makna belajar terutama bagi siswa-siswi yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.
Belajar bukanlah suatu pekerjaan yang menjenuhkan. Bagi beliau belajar yang dialami oleh siswa membutuhkan suasana yang menyenangkan. Sehingga proses transfer ilmu dengan mudah dilakukan. Tidak ada istilah 'nakal' bagi orangtua dan guru. Tidak ada istilah 'tidak bisa' bagi seorang anak ataupun siswa. Tidak ada peringkat juara dalam catatan beliau, karena beliau menganggap semua anak adalah juara di berbagai bidang yang berbeda.
Dalam bukunya, beliau mengenalkan beberapa sosok murid-murid baik yang mengalami kesulitan belajar maupun yang sudah terlanjur di cap sebagai 'anak nakal'. Bukanlah hal yang mudah untuk menemukan potensi dari berbagai murid yang memiliki latar belakang yang berbeda.
Beberapa murid yang kesulitan membaca, diberikan berbagai macam tekhnik dan pendekatan. Kedekatan guru dan siswa sangat penting. Sebagaimana kedekatan seorang ibu kepada anaknya. Guru pun sama harus mengetahui dan mengenal kesukaan atau hoby siswanya. Dengan begiti, para guru akan lebih mudah untuk masuk ke dunia mereka. Nah inilah yang disebut dengan dunia anak-anak.
Kita sebut saja dengan inisial 'R'. R adalah salah satu siswi yang tidak bersemangat pwrgi ke sekolah. Sudah di bujuk dan rayu namun R tetap tidak terlalu bersemangat belajar di sekolah. Guru pun segera melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada R ataupun orabtua R. Nah setelah mengetahui kesukaan R adalah bermain barbie. Maka sang guru menyarankan orangtua R untuk mengantar R ke sekolah dengan membawa barbie miliknya. Tak hanya itu, R pun semakin bersemangat saat barbie menemaninya belajar.
Cerita lain dialami oleh 'S'. Salah satu siswa yang sudah di drop out dari sekolah sebelumnya. Ibu S meminta pihak sekolah yang baru agar anaknya diterima. Menurut ibunya, S termasuk anak yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Dalam buku diceritakan S yang begitu luarbiasa aktif, hingga guru-guru sudah kewalahan untuk menghadapinya. Berbagai macam cara pun digunakan untuk menarik perhatian S. Jarang sekali S masuk ke dalam kelas. Yang lebih memprihatinkan adalah S tanpa sadar membuat temannya sempat berdarah dibagian jidat akibat S menimpukkan batu ke arah temannya. Pernah juga S menumpahkan seluruh cat yang akan digunakan petukang. Tak sampai disitu kelakuan S, seringkali S mengejar-ngejar kucing atau mencari kucing tersebut selama jam belajar berlangsung. Akhirnya, sang guru mencoba memanfaatkan keberadaan kucing agar S mau belajar. Segala macam hal yang berhubungan dengan kucing, membuat S bersemangat. Perlahan tapi pasti, konsentrasi S mulai meningkat. S tak lagi menjahili teman-temannya. Yang S fikirkan adalah kucing kesayangannya tersebut.
Itulah pengealaman contoh belajar siswa yang berbeda-beda. Dengan gaya mereka yang berbeda itulah sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Tak ada bedanya dengan orangtua. Di rumah pun sangat penting bagi orangtua untuk memantau perkembangan anak-anaknya. Apa yang menjadi kesukaan anak-anak. Bagaimana gaya belajar yang membuat anak-anak senang. Dan hal-hal apa saja yang membuat anak-anak bersemangat. Tentu saja tidak menyampingkan fitrah mereka. Semoga kita semua mampu menjadikan anak-anak sebagai investasi akhirat yang berharga tanpa menyia-nyiakan waktu yang ada. Aaamiiin yaaa robbal 'aalamiin...
#sesi2
#odopfor99days2018

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini