Rabu Baca Buku




TAZKIYATUN NAFS judulnya.
Buku yang menarik mataku untuk melihatnya, tergeletak di rak lemari baju. Entah buku pinjaman atau buku yang dibeli suamiku. Hihi...soalnya kalau suami beli buku ya jarang sekali. Dengan Cover tulisan judul yang unik, serta gambar air biru langsung ku periksa daftar isinya. Ditambah pula dengan tulisan kecil bagian kanan, 'seri BUKU LARIS'. Semakin membuat penasaran seperti apa isinya.

Masyaa Allah....
Luarbiasa saat pertama ku membacanya, walau hanya sekilas. Benar-benar sebuah konsep penyucian jiwa. Mukaddimah yang disampaikan, ditulis dengan maksud betapa pentingnya buku ini untuk dikonsumsi rohani. Tazkiyatun Nafs akan membuahkan sebuah kebahagiaan yang akan selalu hadir di hati setiap jiwa yang senantiasa membersihkannya. Lengkap beserta firman Allah SWT sebagai dasar kita harus senantiasa melakukan Tazkiyatun Nafs ini.

Bab pertama, yang langsung menambah rasa penasaranku, berjudul IKHLAS. Bertambah pula kekagumanku pada penulis. Ikhlas diletakkan di bagian awal sebelum pembahasan bab lainnya. Ikhlas artinya memurnikan keesaan Allah SWT.   Jika hati kita tidak murni dengan mengesakanNya, maka kita tidak dapat melanjutkan bagian-bagian konsep selanjutnya. Karena ikhlas inilah akar dari segala pensucian jiwa masing-masing kita. Sehingga kita akan mudah untuk memperbaiki hal yang lainnya.

Ada hal-hal yang menarikku lagi untuk membacanya berulang kali. Bab HATI diurutan ke 4. Penulis menjabarkan indikasi sakit-sehatnya hati. Memang benar, hati manusia tidak selamanya bersih. Jika dalam keadaan lahir, seseorang dalam keadaan suci dengan hati yang bersih. Namun, dalam keadaan meninggalkan dunia, belum tentu kembali suci dan bersih.

Selama hidup, terutama sedini mungkin, alangkah baiknya Hati selalu diberikan makanan yang menyehatkannya, bukan justru sebaliknya. Karena banyaknya racun dalam makanan yang tidak menyehatkan. Penulis pun mengelompokkan empat racun hati yang bisa menggerogoti tubuh manusia. Diantaranya yaitu:

1. Banyak bicara
'Bicara' yang disampaikan dalam buku ini yaitu ketidakmanfaatkan dalam penyampaian secara lisan. Bicara yang membuat hati dan iman seseorang justru menjadikannya berada di jalan yang salah. Banyak bicara yang justru menjerumuskannya ke dalam jurang neraka. Untuk itulah, mengapa kita harus berhati-hati saat berucap. Langsung meminta maaf jika sadar melalukan ucapan yang salah.

2. Banyak makan
Berlebihan dalam makan, akan mengakibatkan banyak hal buruk. Akan terasa berat menggunakan tubuhnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena banyak makan akan membuat perut kita kekenyangan. Rasulullah saw, tidak pernah merasakan perutnya kenyang. Beliau selalu menjaga dirinya dari kekenyangan agar selalu siap beribadah kepada Allah SWT.

3. Banyak memandang
Para pakar akhlak berkata, "Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancu, maka hatipun rusak dan hancur...". Melepaskan pandangan dengan bebas akan membuat kemaksiatan. Akan menjadikan hati menjadi buta, tidak membedakan antara hak dan yang bathil. Untuk itulah Allah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa menjaga pandangan dan hati.

4. Berlebihan dalam bergaul
Maksud bergaul disini yaitu dalam linglungan negatif. Bergaul yang justru melalaikan kita dari mengingat Allah SWt. Bergaul dari hal-hal yang membuat kita lupa untuk beribadah kepadaNya.

Naudzubillaaahimindzaalik. Alanglah baiknya, jika kita menjaga diri kita, untuk tetap bergaul dengan teman-teman yang mengingatkan kita kepada Allah SWT serta mampu menambahkan semangat kita dalam beribadah. Seperti diibaratkan jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka akan membuat diri kita tercimprat wangi dari minyaknya.

Yuukk...kita sama-sma untuk meninggalkan hal-hal yang membuat hati kita kotor. Sedikit demi sedikit kita bersihkan dari racun-racun hati yang menggerogoti diri selama ini. Apalagi ditambah bulan nan suci ini, pas banget untuk kita mulai bermuhasabah dan memperbaiki diri. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap jejak langkah kita untuk kembali berada dijalanNya....aaamiiin yaa robbal 'alamiin....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2