Mendidik dengan Kisah

Diskusi kami kali ini seputar membahas bagaimana membangkitkan semangat untuk berkisah bagi anak-anak di rumah.  Kisah-kisah zaman dahulu yang memiliki bobot kualitas luarbiasa. Kisah-kisah yang memgandung pelajaran bagi anak-anak kami agar kelak mampu memiliki benteng yang kuat di masa era serba globalisasi.
Diskusi kami pun sangat sederhana, namun bermakna. Diskusi kami pun hanya sekedar curahatan hati para orangtua. Namun diskusi kami bukanlah sekedar selewat bahasa. Ada motivasi yang membakar. Ada jiwa yang senantiasa mengevaluasi diri. Dan ada pula target yang harus kami capai.
Kisah para pendahulu bukanlah dongeng-dongeng fiksi, bak cinderella yang kehilangan sepatu kaca ataupun seperti spiderman yang bisa menggantung dari gedung menjulang tinggi. Kisah para pendahulu adalah kisah nyata. Terlampau lama terjadi, hingga banyak orang pun tak mengingatnya lagi bahkan banyak yang tak mau mempelajarinya lagi. Kisah para pendahulu, seperti ditenggelamkan dengan sengaja. Tandingannya bisa dari berbagai kalangan ataupun cara. Melalui media elektronik yang biasa kita nikmati sehari-hari. Tapi kisah para pendahulu, tak akan pernah padam seberapa besarpun mereka menghalangi umat islam untuk memahami kisah-kisahnya.
Karena Allohlah yang menjamin keabadiannya di dalam Al-Qur'anul kariim.
Pembelajaran berharga bagiku pribadi adalah bagaimana caranya agar kisah lampau tersebut sampai kepada anak-anak. Bagaimana caranya agar anak-anak tertarik mendengar kisah-kisah tersebut.  Bagaimana agar sosok rasululloh menjadi ruh bagi mereka. Sekalipun di usia fahmi dan fakhri belum bisa membaca. Ada harapan besar, mereka akan meninggalkan dunia kartun ssperti Tayo ataupun Upin Ipin yang fiktif belaka.
Saat anak-anak menonton televisi, selalu ku mencoba untuk membersamai. Mendalami apa yang mereka fikirkan tentang yang mereka lihat. Meluruskan hal-hal yang sepantasnya untuk diluruskan. Aku pun masih bisa bersyukur, film kartun masih tidak mendominasi aktifitas anak-anak. Jika mereka menonton pasti meminta izin twrlebih dahulu, apakah boleh atau tidak. Di saat mereka memilih tontonan yang membawa kemudhorotan, maka disitulah ketegasan yang kita prioritaskan. Lebih baik lagi jika sedini mungkin kita memperkenalkan buku dan mengisahkan kisah nabi, para sahabat ataupun para tokoh yang berjasa.
Alangkah luarbiasanya negeri ini, jika semua orangtua mulai mempraktekkan ini, maka berapa anak yang akan memiliki kekuatan ruh dari para pendahulu. Sehingga kelak mereka akan menjadi generasi-generasi yang patuh dan ta'at kepada Allah SWT dan RasulNya.
Dalam Q.s An-Nur ayat 48 Allah pun berfirman:
وَلَقَدْ أَنْزَلْنَآ إِلَيْكُمْ ءَايٰتٍ مُّبَيِّنٰتٍ وَمَثَلًا مِّنَ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ
"Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Nur 24: Ayat 34)
Masyaa allah....
Luarbiaaasaaa....
Sesuai dengan ayat di atas, bahwa contoh dari orang terdahulu merupakan pelajaran. Namun, dalam ayat tidak menyebutkan untuk semua manusia. Karena ayat ini bukan ditunjukkan untuk semua manusia. Justru orang yang bertaqwalah yang akan mendapatkan pelajaran tersebut. Bagaimana bisa mengambil hikmah ataupun pelajaran setiap kejadian - kejadian dari masa lampau. Wallahu'alam bishshawab.
Mendidik dengan kisah-kisah teladan. Salah satu ikhtiar kita dalam menjalankan amanahNya. Semata-mata tidak hanya karena kita adalah orangtua. Anak-anak yang dididik dari tangan-tangan yang selalu memprioritaskan ketaan Allah dan RasulNya. Dari tangan-tangan ibu yang selalu bersungguh-sungguh menjalankan peran kehidupannya. Dari tangan - tangan ibu yang tak pernah lelah mengenalkan Allah adalah sebaik Robb pencipta. Maka akan lahirlah generasi-generasi pilihan luarbiasa yang sesuai dengan fitrahnya.
Selamat mendidik dengan kisah ....
#odopsesi2
#odopfor99days2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2