Mau Pilih yang Mana???
"Aahh...gitu aja lebay..."
"Sis...mahal banget bajunya....di pasar aja cuma bla..bla...bla.... Kalau ambil untung jangan banyak-banyak dong..."
Atau pernah dengar komentar seperti ini,
"Gue juga gak setuju tuh bla bla bla bla...apaan kali....bla bla bla..".
Pernah ga sih lihat komentar-komentar berseliweran di media sosial kita???
Atau....
Kita sendiri yang jadi korban komentar nyinyir di Facebook??
Atau....
Apakah kita pernah mengeluarkan komentar yang tidak sepantasnya diucapkan??.yang tanpa disengaja menyakitkan??. (Haayyyoooo.....ngaakuuu....😁)
Komentar bisa kita artikan timbal balik dari sebuah pernyataan seseorang. Bisa tanda ketidaksetujuan, bisa juga mengiyakan.
Sedangkan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, diartikan ko·men·tar n ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dan sebagainya (untuk menerangkan atau menjelaskan).
Memang ga boleh yah, balas membalas komentar di sosmed??
Menurut aku sih, ya boleh-boleh aja. Tidak ada yang melarang kita untuk membuat status ataupun memberikan komentar kepada siapapun kok.
Masing-masing memiliki hak untuk saling mengemukakan pendapat. Apalagi dalam Islam, kita diajarkan untuk bermusyawarah, yang didalamnya pasti ada pendapat-pendapat yang berbeda. Iya kan??.
Ingat gak???,
Waktu kita di bangku sekolah, pelajaran PPKn salah satunya yaitu Musyawarah untuk mencapai mufakat. Bukan untuk mencapai kehancuran. Bener kaaan???!!!
Coba deh kita tengok sebentar. Setiap cibiran dari berbagai orang yang biasanya ga suka dengan status ataupun pernyataan ataupun berita ataupun curhatan orang lain, kategori komentar positif atau negatif??
Jawab yang jujur yah.
Nah, betul itu. Kebanyakan dari kita masih terbawa hawa nafsu berucap. Saat ada kesalahan dari seseorang, langsung deh kita terbawa emosi. Bahkan ikut-ikut memaki. Na'udzubillaahi min dzalik. Jangan sampai saat kita menggunakan hak kita dalam berpendapat, justru membuat sakit hati atau mengganggu kenyamanan orang lain. Ada adab dan etika yang harus kita jaga saat kita berada di tengah-tengah keramaian, sosial media salah satunya.
Bagaimana dong etika saat memberikan komentar atau status di sosial media??
1. Luruskan niat kita
2. Gunakanlah kata-kata yang baik
3. Tidak ada kata-kata yang menyakiti
4. Sebisa mungkin hindari di tengah-tengah keramaian saat ingin memperbaiki
5. Jangan sampai menimbulkan perpecahan persaudaraan
Alangkah lebih baik, jika salah satu diantara kita yang melakukan kesalahan dalam menulis status, bisa kita ingatkan langsung melalui jalur pribadi atau kita kenal dengan istilah japri. Jika tidak ingin mengingatkan, bisa kita diam untuk mendo'akan. Agar selamat dunia akhirat. Dari kelalaian yang padahal hanya ikut-ikutan membuat viral.
Udah ga zaman lagi deh, kita cibir mencibir di sosial media. Yang terpenting adalah menikmati silaturahim di sosial media manapun juga. Apalagi bisa saling nasihat menasihati satu sama lain dnengan cara yang baik dan benar.
Teringat , Imam Syafi’i dalam syairnya mengatakan:
Kutipan sya'ir Imam Syafe'i seakan-akan menjadi cerminan diri kita saat ini, dimana dengan ramainya sosial media yang kekinian, mengumbar nasihat dengan berbagai jenis sindiran. Mengaku-ngaku dengan maksud menasehati, namun malah menyakiti.
Nah, mulai sekarang kita harus bijak dalam memilih kata. Apakah kita sudah baik dalam berkata??.
Atau biarkanlah diri ini diam menandakan kita berdo'a untuk kebaikan, daripada harus berkomentar dengan menyulut api perpecahan.
#berkatabaikataudiam
#gerakanmenulis
#odopfor99days
"Sis...mahal banget bajunya....di pasar aja cuma bla..bla...bla.... Kalau ambil untung jangan banyak-banyak dong..."
Atau pernah dengar komentar seperti ini,
"Gue juga gak setuju tuh bla bla bla bla...apaan kali....bla bla bla..".
Pernah ga sih lihat komentar-komentar berseliweran di media sosial kita???
Atau....
Kita sendiri yang jadi korban komentar nyinyir di Facebook??
Atau....
Apakah kita pernah mengeluarkan komentar yang tidak sepantasnya diucapkan??.yang tanpa disengaja menyakitkan??. (Haayyyoooo.....ngaakuuu....😁)
Komentar bisa kita artikan timbal balik dari sebuah pernyataan seseorang. Bisa tanda ketidaksetujuan, bisa juga mengiyakan.
Sedangkan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, diartikan ko·men·tar n ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dan sebagainya (untuk menerangkan atau menjelaskan).
Memang ga boleh yah, balas membalas komentar di sosmed??
Menurut aku sih, ya boleh-boleh aja. Tidak ada yang melarang kita untuk membuat status ataupun memberikan komentar kepada siapapun kok.
Masing-masing memiliki hak untuk saling mengemukakan pendapat. Apalagi dalam Islam, kita diajarkan untuk bermusyawarah, yang didalamnya pasti ada pendapat-pendapat yang berbeda. Iya kan??.
Ingat gak???,
Waktu kita di bangku sekolah, pelajaran PPKn salah satunya yaitu Musyawarah untuk mencapai mufakat. Bukan untuk mencapai kehancuran. Bener kaaan???!!!
Coba deh kita tengok sebentar. Setiap cibiran dari berbagai orang yang biasanya ga suka dengan status ataupun pernyataan ataupun berita ataupun curhatan orang lain, kategori komentar positif atau negatif??
Jawab yang jujur yah.
Nah, betul itu. Kebanyakan dari kita masih terbawa hawa nafsu berucap. Saat ada kesalahan dari seseorang, langsung deh kita terbawa emosi. Bahkan ikut-ikut memaki. Na'udzubillaahi min dzalik. Jangan sampai saat kita menggunakan hak kita dalam berpendapat, justru membuat sakit hati atau mengganggu kenyamanan orang lain. Ada adab dan etika yang harus kita jaga saat kita berada di tengah-tengah keramaian, sosial media salah satunya.
Bagaimana dong etika saat memberikan komentar atau status di sosial media??
1. Luruskan niat kita
2. Gunakanlah kata-kata yang baik
3. Tidak ada kata-kata yang menyakiti
4. Sebisa mungkin hindari di tengah-tengah keramaian saat ingin memperbaiki
5. Jangan sampai menimbulkan perpecahan persaudaraan
Alangkah lebih baik, jika salah satu diantara kita yang melakukan kesalahan dalam menulis status, bisa kita ingatkan langsung melalui jalur pribadi atau kita kenal dengan istilah japri. Jika tidak ingin mengingatkan, bisa kita diam untuk mendo'akan. Agar selamat dunia akhirat. Dari kelalaian yang padahal hanya ikut-ikutan membuat viral.
Udah ga zaman lagi deh, kita cibir mencibir di sosial media. Yang terpenting adalah menikmati silaturahim di sosial media manapun juga. Apalagi bisa saling nasihat menasihati satu sama lain dnengan cara yang baik dan benar.
Teringat , Imam Syafi’i dalam syairnya mengatakan:
Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,(https://muslimah.or.id/4028-indahnya-saling-menasihati-diantara-kaum-muslimin.html)
dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian,
karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya,
jika engkau menyelisihi dan menolak saranku,
maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti[14]
Kutipan sya'ir Imam Syafe'i seakan-akan menjadi cerminan diri kita saat ini, dimana dengan ramainya sosial media yang kekinian, mengumbar nasihat dengan berbagai jenis sindiran. Mengaku-ngaku dengan maksud menasehati, namun malah menyakiti.
Nah, mulai sekarang kita harus bijak dalam memilih kata. Apakah kita sudah baik dalam berkata??.
Atau biarkanlah diri ini diam menandakan kita berdo'a untuk kebaikan, daripada harus berkomentar dengan menyulut api perpecahan.
#berkatabaikataudiam
#gerakanmenulis
#odopfor99days

Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini