Cintailah Ramadhanmu #4



Hari ke 4 Ramadhan tanggal 20 Mei 2018.
Sedang berdua dengan teteh Alya, menjelang berbuka puasa. Tiba-tiba teteh Alya menanyakan salah satu iklan yang lewat di televisi. Judulnya "Belanja Berbagi".
Alya : "Apa sih mi, maksudnya??
Umi : " Yang mana teh?"
Alya : " Itu mi, yang di iklan tadi"
Umi : (mikir dulu🤔...hehe...apa yah tadi, ga terlalu menyimak) ohh....yang tadi yah. Itu judulnya "belanja berbagi".
Alya : " Ko namanya kayak gitu?maksudnya apa mi??"
Umi : " Jadi itu maksudnya...tentang berbagi kepada orang yang membutuhkan. Nah, kita kasih dari hasil tadi belanja. Kan banyak anak yatim yang kurang mampu. Ada juga orang yang kelaparan. Kalau kita punya uang, kita yang kasih ke mereka. Emm....Berbagi apa yang kita punya."
Alya : (mikir🤔)
Umi : "Nanti kita bikin celengan zakat yuk teh...sedikit demi sedikit kumpulin uang untuk orang yang kurang mampu. Zakat itu wajib teh...anak kecil, orangtua, nenek-nenek ataupun kakek-kakek." (duh, ngerti ga yah teteh Alya, khawatir bahasa ketinggian untuk anak kecil..hehe....🙄).
Alya : "Wajib yah mi? Semua orang??"
Umi : (mengangguk😉)

Masyaa Allah...benarlah bahwa segala penglihatan, pendengaran dan hati akan diminta pertanggungjawabannya kelak. Akupun tersadar. Apa yang teteh Alya tanyakan hanyalah dua kata. Namun, justru jawaban bisa berbagai makna. Keingintahuan dari seorang anak kecil. Justru memberikanku pelajaran pula. Pernah ku membaca buku teh Kiki Barkiah, "5 Guru Kecilku" judulnya. Mungkin inilah maksudnya, lewat kata dan tingkah anak-anak kita, menjadi bagian layaknya seorang guru yang senantiasa memberikan berbagai pengalaman dan pelajaran yang berharga.

Suara teteh Alya memecahkan suasana.
Alya : " Mi, kalo kita berbagi itu kayak sama puasa ya bisa dapet pahala dari Allah yah mi???"
Umi : " Iya, pahalanya juga bisa dikumpulin teh...untuk nanti bisa masuk syurga😄"
Alya : "yaudah deh teteh mau cepet mati aja mi" (wakwaaww.....salah paham 😂)
Umi : (cepet-cepet cari kata yang tepat😱) "emmm....emang teteh Alya pingin cepet meninggal gitu??.pingin didatengin malaikat???"
Alya : "Emang kalo teteh Alya mati ketemu malaikat dulu mi??"
Umi : "Iya dong....malaikatnya datang dulu...baru deh di cabut nyawanya. Tapi kalo kita lagi mengerjakan hal-hal jelek....bukan masuk syurga Allah malah masuk neraka loh teh..." (mudah-mudahan ini kata yang pas)
Alya : " Dih...katanya...kalo di neraka itu ga enak lho mi..., katanya makan nanah. (sambil menunjukkan contoh rasa mual...uwweeekkk😵)"
Umi : "Iya, di neraka juga lidahnya nanti dipotong kalau sering berkata bohong". Tapi kalau malaikat datang, kita sedang berpuasa atau sholat, Insyaa Allah nanti di kasih syurga sama Allah."
Alya : "ohh..jadi teteh harus rajin puasa dan sholat ya mi?"
Umi : "Iya dong....terus pas meninggalnya juga ga kerasa sakit."
Alya : (mikir lagi)

Hening sejenak, mungkin teteh sedang mencerna apa yang aku katakan.
Alya : " Yaudah deh...teteh puasa setiap hari ya mi..."
Aku pun hanya mengangguk mengiyakan.

Cukup sampai disini dulu ya teh....sedikit demi sedikit dulu teteh Alya untuk ikut belajar mencintai Ramadhan. Belajar mencintai Rabb sang pemilik Ramadhan. Belajar mengenal Syurga dan Nerakanya. Walaupun banyak hal yang ingin umi ceritakan lagi. Ucapan syukur dalam hati umi, karena Dia Yang Maha Lembut telah membuka hati teteh di usia ini. Semoga inilah awal dari cerita kita mengenal siapa Rabb yang menciptakan kita dan apa tujuan diciptakannya kita.

Alhamdulillaahirobbal 'aalamiiin.....

By : Ibu yang sedang berproses memperbaiki hati dan emosi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2