Buku Jaman SMA, Memang Masih Ada??.

Yuuuhhhuuu...
Masih dooong....hihi....
Masih rapi di lemari orangtua yang nun jauh disana (😁 40menitlah naik angkot).
Masih bernostalgia dengan buku-buku lama, terutama novel. Hihiy...sayang soalnya kalau ga sampai baca nih buku. Masih ingin memperkaya kosakata yang sering muncul dalam cerita novel. Mendalami gaya khas dari masing-masing penulis yang berbeda. #eeeeaaaa 😆

Nona Imut, Siapa Namamu?
Salah satu judul novel yang sedang ku lahap saat ini. Dengan cover sederhana, berwajahkan gadis manis berkerudung. (eits....bukan berkerudung merah kayak nyanyian wali yah...hahaa...😂). Gadis yang satu ini, diselimuti kerudung biru muda dan tampak sosok lelaki di bagian cover. Mencirikan kisah cinta pemuda pemudi. Iyups, pasti banget diperuntukkan para remaja yang senang melahap novel bertema cinta.



Sang tokoh utama, Ikrar namanya. Dikisahkan oleh sang penulis yang berhasil menggeser posisi calon pemenang dalam lomba sayembara menulis novel islami yang diadakan oleh Tiga Serangkai. Aden termotivasi untuk menyumbangkan sebuah bacaan yang memiliki aura positif khususnya bagi para remaja. (kereen euy...) sehingga remaja yang gemar membaca tidak salah memilih buku bacaan.

Ikrar yang memiliki tiga sahabat karib, yang bernama Ju, Mitra dan Tea.sebelum masuk ke dunia kampus, Ju mengajak ketiganya untuk mengelola tempat rental buku yang terletak di pojok kota, dekat SMP ternama. EIN namanya. EIN dijaga secara bergantian oleh keempatnya, disela-sela waktu luang sepulang sekolah atau kuliah. Sambil menghabiskan waktu bersama para buku. Dan belajar di EIN bersama.

Bertemunya Ikrar dengan gadis imut dalam sebuah bus, membuat gejala-gejala percintaan diantaranya mulai merekah (hahhaa...kayak kembang mulai mekar). Tak hanya di bus, ternyata mereka berdua masuk ke tempat kuliah yang sama. Gadis imut yang sengaja disembunyikan namanya, ternyata pindahan dari luar kota. Ya, pantaslah, jika gadis ini tersesat di jalan raya.

Gimana kelanjutan kisah mereka???
Upz...
Tunggu dulu ya....
Sebelum dilanjut, pembahasan sedikit untuk gaya bahasa yang digunakan penulis. Secara keseluruhan, sudah top markotop deh. Secara, seorang penulis pemula yang nekat ikut sayembara menulis novel. Plus laki-laki pula, kan jarang banget. Masih terlihat kata-kata yang kaku,  jadi apabila dibacakan masih agak mengganjal ditelinga. Untuk ukuran pemula, it's okey, ga terlalu dipermasalahkan dulu kali yah. Yang terpenting, kualitas cerita dan alur yang mengalir kena dihati (ini sih versikuh..). Masing-masing peran tokoh pun, bagus ko'. Bervariasi dengan karakter masing-masing.

Konflik??
Lumayan greget.
Amanat dalam cerita yang tersirat, bagus. Benar-benar cocok untuk kalangan anak sekolahan sampai anak kuliah. Tetep harus ada nuansa islami yah...hihiy...namanya juga novel islami.

Lanjut balik lagi ke cerita...🤔
Nah, selidik menyelidik. Kisah antara Ikrar dengan gadis kerudung biru pun mengingatkannya akan kisah cinta dengan keisya semasa SMA. Padahal Ikrar sudah bertekad bulat untuk ga lirik-lirik cewe, dan tetep fokus belajar plus menimba ilmu di dunia pengajian pemuda. Wuuah...berat juga tantangannya.

Kira-kira Ikrar lebih memilih Gadis imut tersebut...atau....memilih tetap berdakwah di jalanNya??.

Akankah masa lalu seperti bersama keisya terulang kembali???.

Hihiy...hayuuk deeh lanjutkan membacanya....kita lahap habis dan ambil hilmah di balik ceritanya. Jangan sampai, apa yang kita baca hanya tong kosong belaka. Harus ada tujuan saat kita ingin membaca buku apapun. Iyah...aaaa paaaa puuuuun... Betul. Apalagi kalau bisa dipraktekkan, besoknya langsung bikin novel. Wuuiihh..., harus doong....percaya diri kayak penulis satu ini. Berawal dari coba-coba nanti lama-lama ketagihan. Yuk, kita tuangkan isi kepala kita dalam tulisan, semoga ketularan.

#rabubacabuku
#odopfor99days
#semogajadimember

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahh....Yang Sering Terlupakan

Tayo .... Hei Tayo ....

Tentang Dia#2