Resume kelas enrichment program bersama Founder IIP
Kelas bersama Founder IIP, Ibu Septi Peni Wulandari
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
1⃣Dwi Setyawati
Bekasi
Perangkat terpenting apa agar kita selalu menjadi pribadi yang berbahagia bu?
*Septi Wulandani:*
Mbak Dwi, bahagia itu perlu hati dan pola pikir yang benar. Jadi orang yg bahagia bukanlah orang yang kehidupannya selalu baik, tetapi ia adalah orang yang selalu bisa merespon segala hal di kehidupannya dengan baik.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
3⃣Risma_Malang Raya
Apa yang harus kita lakukan jika yang membuat kita bahagia adalah mengajar di sekolah, tapi kita juga merasa ingin fokus di ranah domestik?
Septi Wulandani:
Mbak Risma di Ibu Profesional ada sebuah strategi dimana antara mendidik anak, berkarya dan menjemput rejeki adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan apalagi dikorbankan.
Ini seperti "satu tarikan nafas"
Sehingga tanyakan pada diri sendiri, apakah krbahagiaan kita bertentangan dengan kebahagiaan anak dan keluarga?
Kalau tidak, apakah ada yang perlu dikorbankan?
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
3⃣
vita kartika:
bagaimana tips ntuk bangkit kembali setelah jatuh bu?
Septi Wulandani:
Mbak vita kalau mindset kita mengatakan hal sbb :
There is NO failure, only wrong result, so we have to CHANGE our strategy
Pasti tidak akan pernah merasa terpuruk ketika gagal.
Bahkan dalam hidup saya menerapkan kuota gagal. Sehingga ketika gagal bisa bangkit lagi dengan cepat.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
4⃣ Ane setiani
Bekasi3
1. Bagaimana awal mula bu septi bisa seperti ini ?
2. Kesan dan pesannya kepada kami di IIP ?
3. Apakah ada bantuan2 dari pihak luar yg bisa menjadikan bu septi menjadi seperti ini?
4. Usaha2 apa yg sudah ibu kerjakan sampai bisa sesukses ini?
*Septi Wulandani:*
Mbak Ane
1. Mulai dari menyelesaikan tantangan yg saya hadapi sendiri. Saat itu saya berpikir, pasti bukan saya saja yg punya masalah dengan status "ibu rumah tangga". Sehingga kalau saya bisa menyelesaikan tantangan hidup saya, insya Allah bisa membantu ibu lain yg punya masalah seperti saya.
2. Pesan untuk teman-teman di IIP, terus memantaskan diri agar kita semakin layak menerima amanah anak-anak hebat tersebut.
3.Pak Dodik dan anak-anak adalah lingkarang pertama yang memberi dukungan ke saya, selanjutnya doa ibu saya dan ibu pak dodik.
4. Kuncinya saya melatih terus komitmen dan konsistensi. Setelah itu " walk the talk" menyampaikan apa yg sdh dikerjakan
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
5⃣ Irnova
Depok 1
"Terimaksih penyemangatnya bunda Septi :). Mind set mental berbagi dan melayani, biasanya yang saya amati adalah ada titik kesamaan di ""selesai dengan diri sendiri"". Menurut bunda Septi apakah mind set tersebut memang tumbuh apabila seseorang merasa selesai dengan dirinya ? dan apa makna selesai dengan diri tersebut menurut bu Septi dan Ibu Profesional. Terimakasih"
*Septi Wulandani:*
Mbak Irnova, ada ungkapan memang yg menyatakan
"Hanya orang yang sudah selesai dengan dirinya, yang bisa bermanfaat bagi banyak orang"
Orang yang sudah selesai bagi saya adalah orang yang bisa "bersyukur tanpa batas"
Orang yang punya mimpi besar, kemudian tidak menggengamnya, melainkan menyerahkan mimpi sepenuhnya ke Allah, dan menerima apapun yang Allah berikan pada diri kita.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
6⃣ Monique
Batam Kepri
Bagaimana menjaga konsistensi diri dalam berbagi dan melayani, agar tak mudah patah semangat meski belum didengar, dianggap dan disepelekan? Dan bagaimana mengajak orang lain agar memiliki semangat berbagi dan melayani selain memulainya dari diri sendiri? terimakasih
*Septi Wulandani:*
Mbak Monique, berbagi dan melayani itu bukan urusan membahagiakan orang lain, melainkan urusan kebahagiaan diri kita.
Kita melakukannya karena kita memang bahagia.
Sehingga jangan pernah mengajak orang lain, karena kita tidak akan menebar virus, nanti yg kita temui anti virus. Tapi silakan menebar benih kebaikan sebanyak-banyaknya, dan biarkan benih tersebut tumbuh sesuai dengan fitrahnya masing-masing
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
7⃣ Karlina
Tangsel
Ibu Peni, (1)bagaimana sikap kita jika di komunitas ada anggota yang tidak seprinsip dengan kita? Sedangkan perbedaan prinsip tersebut berpotensi menimbulkan konflik dalam komunitas tersebut.(2) jika seseorang tidak merasa bahagia melayani sebuah komunitas, apa yg salah? Komunitasnya atau memang org tersebut belum ada passion untuk melayani?
*Septi Wulandani:*
Mbak Karlina, 1. Orang yang berbulu sama, pasti akan saling bertemu entah darimana terbangnya.
Jadi kalau ada yg tidak seprinsip, berarti tidak sebulu, tinggal dilihat mana yg tidak sebulu, dan segera carikan komunitas yg satu value dengannya.
2. Kalau komunitasnya berprinsip berbagi dan melayani, berarti ybs tidak berada pada tempat yg tepat kalau tidak bahagia. Tidak perlu dipaksa, ijinkan unt mencari kebahagiaan di tempat lain atau divisi lain.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
8⃣ Dania_Karawang : Bagaimana mempertahankan komitmen dan konsisten dalam menjalani kebahagiaan tersebut? Apa yang harus dilakukan jika tiba2 bosan lalu males?
*Septi Wulandani:*
Mbak Dania, kebahagiaan itu bikin nagih, dan melahirkan kebahagiaan berikutnya. Kalau sampai bosan/males, berarti kita belum bahagia melakukannya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Direkeu Dwi Yunita:
9⃣
Devi_Tangsel
1. Pernahkah Ibu Septi mengalami saat-saat terendah dalam pengasuhan anak. Merasa gagal dan sangat bersalah. Jika pernah karena apakah itu? lalu bagaimana Ibu mengatasinya?
2. Apa yang terbayang dalam benak Ibu Septi sebelum IIP menjadi organisasi/komunitas sebesar ini? Apa yang mendorong ibu konsisten melakukan ini? tidakkah ibu merasa lelah bekerja di ranah sosial? Pernahkah terpikir untuk berhenti?
*Septi Wulandani:*
Mbak Devi, alhamdulillah kebahagiaan saya adalah mendidik anak-anak, sehingga tidak pernah merasa gagal, hanya sesuatu yang hasilnya tidak sesuai harapan, maka saya ubah strateginya, dapat hal baru lagi, dan dipraktekkan lagi.
2. IIP itu seperti anak yang lahir dari rahim saya, sehingga keyakinan besar itu pasti ada, karena sesuatu yang bertumbuh dengan energi positif sebagai pupuknya.
Kalau lelah, ingin berhenti pasti tidak, karena energi yang saya pakai adalah energi seorang ibu terhadap anaknya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
🔟 Elok
Tangkot
"Apakah keinginan ""berbagi dan melayani"" ini juga merupakan bagian dari karakter bawaan, atau bisa dilatih?Apakah artinya orang yang egois selalu ingin dilayani memang karakter atau karena tidak pernah dilatih sedari kecil?"
*Septi Wulandani:*
Mbak Elok, berbagi dan melayani, karakter dasar manusia yang ingin bahagia.
Sehingga ketika belum.muncul, artinya memang belum ingin bahagia.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
yaaaaahhhh....😯😯😯😯
Selesaaai....
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
1⃣Dwi Setyawati
Bekasi
Perangkat terpenting apa agar kita selalu menjadi pribadi yang berbahagia bu?
*Septi Wulandani:*
Mbak Dwi, bahagia itu perlu hati dan pola pikir yang benar. Jadi orang yg bahagia bukanlah orang yang kehidupannya selalu baik, tetapi ia adalah orang yang selalu bisa merespon segala hal di kehidupannya dengan baik.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
3⃣Risma_Malang Raya
Apa yang harus kita lakukan jika yang membuat kita bahagia adalah mengajar di sekolah, tapi kita juga merasa ingin fokus di ranah domestik?
Septi Wulandani:
Mbak Risma di Ibu Profesional ada sebuah strategi dimana antara mendidik anak, berkarya dan menjemput rejeki adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan apalagi dikorbankan.
Ini seperti "satu tarikan nafas"
Sehingga tanyakan pada diri sendiri, apakah krbahagiaan kita bertentangan dengan kebahagiaan anak dan keluarga?
Kalau tidak, apakah ada yang perlu dikorbankan?
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
3⃣
vita kartika:
bagaimana tips ntuk bangkit kembali setelah jatuh bu?
Septi Wulandani:
Mbak vita kalau mindset kita mengatakan hal sbb :
There is NO failure, only wrong result, so we have to CHANGE our strategy
Pasti tidak akan pernah merasa terpuruk ketika gagal.
Bahkan dalam hidup saya menerapkan kuota gagal. Sehingga ketika gagal bisa bangkit lagi dengan cepat.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
4⃣ Ane setiani
Bekasi3
1. Bagaimana awal mula bu septi bisa seperti ini ?
2. Kesan dan pesannya kepada kami di IIP ?
3. Apakah ada bantuan2 dari pihak luar yg bisa menjadikan bu septi menjadi seperti ini?
4. Usaha2 apa yg sudah ibu kerjakan sampai bisa sesukses ini?
*Septi Wulandani:*
Mbak Ane
1. Mulai dari menyelesaikan tantangan yg saya hadapi sendiri. Saat itu saya berpikir, pasti bukan saya saja yg punya masalah dengan status "ibu rumah tangga". Sehingga kalau saya bisa menyelesaikan tantangan hidup saya, insya Allah bisa membantu ibu lain yg punya masalah seperti saya.
2. Pesan untuk teman-teman di IIP, terus memantaskan diri agar kita semakin layak menerima amanah anak-anak hebat tersebut.
3.Pak Dodik dan anak-anak adalah lingkarang pertama yang memberi dukungan ke saya, selanjutnya doa ibu saya dan ibu pak dodik.
4. Kuncinya saya melatih terus komitmen dan konsistensi. Setelah itu " walk the talk" menyampaikan apa yg sdh dikerjakan
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
5⃣ Irnova
Depok 1
"Terimaksih penyemangatnya bunda Septi :). Mind set mental berbagi dan melayani, biasanya yang saya amati adalah ada titik kesamaan di ""selesai dengan diri sendiri"". Menurut bunda Septi apakah mind set tersebut memang tumbuh apabila seseorang merasa selesai dengan dirinya ? dan apa makna selesai dengan diri tersebut menurut bu Septi dan Ibu Profesional. Terimakasih"
*Septi Wulandani:*
Mbak Irnova, ada ungkapan memang yg menyatakan
"Hanya orang yang sudah selesai dengan dirinya, yang bisa bermanfaat bagi banyak orang"
Orang yang sudah selesai bagi saya adalah orang yang bisa "bersyukur tanpa batas"
Orang yang punya mimpi besar, kemudian tidak menggengamnya, melainkan menyerahkan mimpi sepenuhnya ke Allah, dan menerima apapun yang Allah berikan pada diri kita.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
6⃣ Monique
Batam Kepri
Bagaimana menjaga konsistensi diri dalam berbagi dan melayani, agar tak mudah patah semangat meski belum didengar, dianggap dan disepelekan? Dan bagaimana mengajak orang lain agar memiliki semangat berbagi dan melayani selain memulainya dari diri sendiri? terimakasih
*Septi Wulandani:*
Mbak Monique, berbagi dan melayani itu bukan urusan membahagiakan orang lain, melainkan urusan kebahagiaan diri kita.
Kita melakukannya karena kita memang bahagia.
Sehingga jangan pernah mengajak orang lain, karena kita tidak akan menebar virus, nanti yg kita temui anti virus. Tapi silakan menebar benih kebaikan sebanyak-banyaknya, dan biarkan benih tersebut tumbuh sesuai dengan fitrahnya masing-masing
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
7⃣ Karlina
Tangsel
Ibu Peni, (1)bagaimana sikap kita jika di komunitas ada anggota yang tidak seprinsip dengan kita? Sedangkan perbedaan prinsip tersebut berpotensi menimbulkan konflik dalam komunitas tersebut.(2) jika seseorang tidak merasa bahagia melayani sebuah komunitas, apa yg salah? Komunitasnya atau memang org tersebut belum ada passion untuk melayani?
*Septi Wulandani:*
Mbak Karlina, 1. Orang yang berbulu sama, pasti akan saling bertemu entah darimana terbangnya.
Jadi kalau ada yg tidak seprinsip, berarti tidak sebulu, tinggal dilihat mana yg tidak sebulu, dan segera carikan komunitas yg satu value dengannya.
2. Kalau komunitasnya berprinsip berbagi dan melayani, berarti ybs tidak berada pada tempat yg tepat kalau tidak bahagia. Tidak perlu dipaksa, ijinkan unt mencari kebahagiaan di tempat lain atau divisi lain.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
8⃣ Dania_Karawang : Bagaimana mempertahankan komitmen dan konsisten dalam menjalani kebahagiaan tersebut? Apa yang harus dilakukan jika tiba2 bosan lalu males?
*Septi Wulandani:*
Mbak Dania, kebahagiaan itu bikin nagih, dan melahirkan kebahagiaan berikutnya. Kalau sampai bosan/males, berarti kita belum bahagia melakukannya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Direkeu Dwi Yunita:
9⃣
Devi_Tangsel
1. Pernahkah Ibu Septi mengalami saat-saat terendah dalam pengasuhan anak. Merasa gagal dan sangat bersalah. Jika pernah karena apakah itu? lalu bagaimana Ibu mengatasinya?
2. Apa yang terbayang dalam benak Ibu Septi sebelum IIP menjadi organisasi/komunitas sebesar ini? Apa yang mendorong ibu konsisten melakukan ini? tidakkah ibu merasa lelah bekerja di ranah sosial? Pernahkah terpikir untuk berhenti?
*Septi Wulandani:*
Mbak Devi, alhamdulillah kebahagiaan saya adalah mendidik anak-anak, sehingga tidak pernah merasa gagal, hanya sesuatu yang hasilnya tidak sesuai harapan, maka saya ubah strateginya, dapat hal baru lagi, dan dipraktekkan lagi.
2. IIP itu seperti anak yang lahir dari rahim saya, sehingga keyakinan besar itu pasti ada, karena sesuatu yang bertumbuh dengan energi positif sebagai pupuknya.
Kalau lelah, ingin berhenti pasti tidak, karena energi yang saya pakai adalah energi seorang ibu terhadap anaknya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
🔟 Elok
Tangkot
"Apakah keinginan ""berbagi dan melayani"" ini juga merupakan bagian dari karakter bawaan, atau bisa dilatih?Apakah artinya orang yang egois selalu ingin dilayani memang karakter atau karena tidak pernah dilatih sedari kecil?"
*Septi Wulandani:*
Mbak Elok, berbagi dan melayani, karakter dasar manusia yang ingin bahagia.
Sehingga ketika belum.muncul, artinya memang belum ingin bahagia.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
yaaaaahhhh....😯😯😯😯
Selesaaai....
Komentar
Posting Komentar
Silahkan kirim saran untuk tulisan ini